Konsumsi Vitamin C Berlebihan. Ini Resikonya

Mengkonsumsi vitamin C terlalu berlebihan tanpa disertai minum air mineral dalam jumlah yang banyak dapat menyebabkan batu ginjal.
Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia, (PDGKI), Prof. DR. dr. Nurpudji A Taslim, MPH, saat melakukan video conferece. (Foto: Tagar/Muhammad Ilham)

Makassar - Hati-hati mengkonsumsi vitamin C terlalu berlebihan tanpa disertai minum air putih dalam jumlah yang banyak, karena beresiko gangguan pada ginjal hingga terjadinya batu ginjal pada diri seseorang.

Saat ini ditengah pandemi penyebaran virus Corona, masyarakat berburu berbagai vitamin demi menangkal virus mematikan tersebut, termasuk mengkonsumsi vitamin C dalam skala yang besar sehingga dapat menambah sistem kekebalan tubuh agar tidak muda terjangkit Covid-19.

Mengkonsumsi dalam jumlahnya besar tanpa ada indikasi, misalnya mengkonsumsi vitamin C hingga 1000 mg tanpa disertai minum air putih yang banyak itu, berindikasi terjadinya batu ginjal.

Tetapi mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah besar tanpa diimbangi dengan meminum air putih juga dapat menyebabkan gangguan pada ginjal hingga dapat terjadinya proses pembentukan batu ginjal. Supaya tidak terjadinya batu ginjal maka mengkonsumsi vitamin C haruslah diimbangi juga dengan meminum air putih.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia, (PDGKI), Prof. DR. dr. Nurpudji A Taslim, menuturkan, mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah yang besar tanpa ada indikasi atau gejala Covid-19 ini dapat mengganggu kerja dari ginjal seseorang yang mengkonsumsi vitamin C tanpa diimbangi meminum air putih.

“Mengkonsumsi dalam jumlahnya besar tanpa ada indikasi, misalnya mengkonsumsi vitamin C hingga 1000 mg tanpa disertai minum air putih yang banyak itu, berindikasi terjadinya batu ginjal,” kata dr Nurpudji yang juga bertugas di Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Unhas Makassar, Minggu 5 April 2020.

Prof Nurpudji menyebutkan, jika kebutuhan vitamin C bagi seseorang yang dalam kondisi sehat hanya 25 mg hingga 50 mg. Sementara, jika kondisi seseorang dalam keadaan sakit seperti pasien yang terjangkit Covid-19, maka akan diberikan vitamin C dan protein dengan jumlah besar untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

Namun, kata Prof Nurpudji yang lebih penting lagi dalam menjaga daya tahan tubuh, seseorang harus banyak minun air mineral dalam jumlah lebih besar.

"Untuk kebutuhan normalnya hanya 70 hingga 90 mg. Yang paling penting harus minum air putih, normalnya 1,5 hingga 2 liter, tapi dalam situasi saat ini kalau banyak mengkonsumsi vitamin C, maka kita harus naikan jumlahnya menjadi 2,5 liter perhari,” terangnya.

Tak hanya vitamin C, tetapi kata Ketua PDGKI masyarakat juga harus mengkonsumsi vitamin lainnya dalam mengangkal virus Corona seperti, vitamin A, B, E, D, B1 kompleks dan protein yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

“Makanya kenapa orang rajin berjemur, karena membutuhkan vitamin D, tetapi saat bersamaan dilarang keluar. Kalau mau berjemur bisa dari jam 09.00 hingga jam 10.00 pagi, tetapi kalau sibuk harus mengkonsumsi vitamin D atau suplemen seperti yang digunakan para tenaga medis saat ini di rumah sakit, tambahannya juga meminum susu, dan telur yang proteinnya tinggi,” ujarnya. []

Berita terkait
Setelah Masker, Kini Vitamin C Langka di Bantaeng
Setelah fenomena langkanya masker dan hand sanitizer, kini vitamin C juga langka di Bantaeng.
Perindo Bagi-bagi Masker dan Vitamin C di Taput
Partai Perindo Kabupaten Tapanuli Utara, mengajak masyarakat mengikuti arahan pemerintah mencegah penyebaran virus corona.
Makanan Sumber Vitamin D Cegah Corona
Makanan mengandung vitamin D sangat baik untuk kesehatan karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Sehingga tubuh akan kebal dengan virus Corona.
0
Juventus Angkat Kembali Massimiliano Allegri Jadi Pelatih
Juventus telah menunjuk kembali mantan pelatih Massimiliano Allegri hanya beberapa jam setelah memecat Andrea Pirlo