UNTUK INDONESIA
Konate Bawa Persebaya Lawan Arema FC atau Persija
Pemain anyar Makan Konate membawa Persebaya Surabaya ke semifinal Piala Gubernur Jatim untuk menghadapi Arema FC atau Persija Jakarta.
Pemain anyar Makan Konate membawa Persebaya Surabaya menang 4-2 atas Madura United di laga Grup A Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jumat, 14 Februari 2020. Persebaya lolos ke semifinal untuk menghadapi Arema FC atau Persija Jakarta. (Foto: ANTARA/Moch Asim)

Bangkalan - Pemain anyar Makan Konate mengantarkan Persebaya Surabaya ke semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 untuk menghadapi Arema FC atau Persija Jakarta. Di laga terakhir Grup A di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jumat 14 Februari 2020, Persebaya menang 4-2 atas Madura United.

Konate menunjukkan performa terbaik saat Persebaya menenggelamkan Madura United yang bermain di kandang sendiri. Dirinya yang menjadi kapten tidak hanya menghidupkan permainan tim tetapi juga memborong dua gol kemenangan Persebaya. 

Sedangkan dua gol lainnya dicetak striker David da Silva dan Arif Satria. Madura United dihasilkan pemain naturalisasi Alberto 'Beto' Goncalves dan Haris Tuharea.

Pertandingan penyisihan terakhir ini sangat menarik. Sepanjang pertandingan terjadi jual beli serangan, baik dari Madura United maupun Persebaya

Ketajaman Konate seakan menghapus kegagalan pemain asal Mali ini di pertandingan melawan Bhayangkara FC. Di laga sebelumnya, Konate tak mampu menyelesaikan eksekusi penalti sehingga Persebaya kalah 0-1. 

Kegagalan tersebut memberi tekanan kepada pemain yang pernah bermain di klub Malaysia T-Team saat ditangani pelatih Rahmad Darmawan yang kini mengarsiteki Madura United. Pasalnya dia menjadi harapan Persebaya saat direkrut dari kub rival, Arema FC. Bahkan saat memboyong Konate, Persebaya disebut-sebut membajak pemain tersebut. Namun pelatih Aji Santoso menepis tudingan tersebut. 

Memberi Kepercayaan 

Di pertandingan melawan Madura United, pelatih Aji memberi kepercayaan kepada pemain yang membawa Persib Bandung menjadi juara Liga Super Indonesia 2014 ini menjadi kapten tim. Langkah mengejutkan Aji saat Persebaya menghadapi laga krusial.    

"Sebelumnya, saya berbicara dengan Konate. Saya pun menetapkan dia menjadi kapten. Dan, dia menjawab tanggung jawab itu dengan penampilan bagus," kata pelatih Aji Santoso usai pertandingan. 

Persebaya yang tampil di kandang lawan justru lebih agresif dibandingkan Madura United. Mengambil inisiatif menyerang, Konate membuka kemenangan Persebaya lewat sepakan jarak jauh pada menit 21. Gol tersebut diciptakan pemain berusia 28 ini lewat kerja sama apik dengan David da Silva. 

Madura United vs Persebaya SurabayaGelandang Madura United Brian Ferreira (kiri) saat dihadang pemain Persebaya Surabaya di laga Grup A Piala Gubernur Jatim 2020 di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Jumat, 14 Februari 2020. Persebaya menang 4-2 dan lolos ke semifinal menghadapi Arema FC atau Persija Jakarta. (Foto: Tagar/Haris Dwi Susanto)

Unggul 1-0, Persebaya kian bersemangat menggandakan keunggulan gol. Usaha mereka tak sia-sia karena Konate kembali mencetak gol menjelang akhir babak pertama. 

Di babak kedua, Madura United yang dimotori gelandang Brian Ferreira mulai bangkit. Hasilnya, mereka mampu memperkecil ketinggalannya lewat gol Beto di menit 59. Skor pun berubah 2-1. 

Persebaya hanya butuh lima menit untuk menambah gol. Kali ini, David da Silva yang yang sukses memanfaatkan bola rebound. Ini merupakan gol pertama striker asal Brasil tersebut di Piala Gubernur.

Skor itu pun tak bertahan lama. Hanya berselang dua menit, Madura United kembali memperkecil ketertinggalan lewat sepakan Haris Tuharea pada menit 66. Skor pun berubah menjadi 3-2 untuk Persebaya.

Madura United yang mulai mengejar ketinggalan gol membuat Persebaya bekerja keras dan tak menurunkan intensitas menyerang. Hasilnya, Arif Satria berhasil membuat Persebaya unggul 4-2 pada menit 80. Skor itu bertahan sampai akhir pertandingan.

Pelatih Aji Merasa Beruntung

Menanggapi kemenangan ini, pelatih Aji mengaku merasa beruntung. Menurutnya kedua tim bermain imbang dan terjadi jual beli serangan. Namun Persebaya berhasil memanfaatkan peluang sehingga mampu mencetak empat gol.

"Pertandingan penyisihan terakhir ini sangat menarik. Sepanjang pertandingan terjadi jual beli serangan, baik dari Madura United maupun Persebaya. Kami bermain terbuka dan bersyukur memenangkan pertandingan," kata Aji.

Sementara, pelatih Madura United, Rahmat Darmawan mengaku kecewa kekalahan ini. Apalagi, kekalahan tersebut dialami di kandang sendiri.

"Saya mengucapkan selamat untuk Persebaya yang lolos ke semifinal. Pertandingan berjalan menarik dan saya mengakui Madura United kalah dalam inisiatif menyerang, terutama di babak pertama. Pemain membuang beberapa momen yang menguntungkan di menit awal-awal permainan," ucap pelatih yang akrab disapa RD.

Meski kalah, Madura United tetap lolos ke semifinal karena Bhayangkara FC yang berpeluang menggeser mereka justru menelan kekalahan 3-0 dari Persik Kediri. Madura United pun berada di peringkat dua untuk menghadapi Persija atau Arema FC. 

Persebaya yang tampil sebagai juara grup juga masih menunggu hasil pertandingan akhir Arema FC dan Persija yang sudah lolos dari Grup B. Saat ini, Persija menduduki posisi puncak. Namun kepastian sebagai juara grup baru diketahui saat Macan Kemayoran menghadapi Singo Edan. []

Baca juga: 

Berita terkait
Persebaya Vs Bhayangkara, Gagal Penalti dan Kalah
Pemain anyar Makan Konate gagal eksekusi penalti, Persebaya Surabaya kalah 1-0 dari Bhayangkara FC di laga Grup A Piala Gubernur Jatim 2020.
Persebaya Taklukkan Persik Kediri di Piala Gubernur
Persebaya Surabaya menaklukkan Persik Kediri 3-1 di pertandingan pembuka Piala Gubernur Jatim. Di laga itu, Persebaya tampil dengan pemain muda.
Madura United Vs Persebaya, Gagalkan ke Posisi 2
Persebaya Surabaya benar-benar istimewa sekaligus beruntung mengalahkan Madura United 3-2 dalam duel Shopee Liga 1 2019, Senin 2 Desember 2019.
0
Fadli Zon Sebut Ahok Anak Emas Jokowi, Kenapa?
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menilai Presiden Jokowi menganakemaskan Komisaris Utama Pertamina, Ahok. Kenapa?