UNTUK INDONESIA
Kisah Rasyid Bakri, Pemain PSM Makassar yang Masih Setia
Sepenggal kisah Rasyid Bakri, gelandang lincah PSM Makassar yang masih setie membela Juku Eja hingga saat ini.
PSM Makassar selalu memunculkan gelandang bertahan andalan. Setelah era Syamsul Chaerudin, kini PSM memiliki Rasyid Bakri. Berawal dari anak gawang, Rasyid telah menjadi andalan tim Juku Eja. (Foto: Instagram/@rasyid_bakri17)

Makassar - Rasyid Bakri merupakan salah satu pemain lokal yang masih setia memperkuat PSM Makassar sejak 2011 hingga 2020 ini. Kesetiaannya bersama Juku Eja tidak diragukan lagi.

Pemain kelahiran 17 Januari 1991 ini tidak ingin meninggalkan PSM meskipun mendapat tawaran dari berbagai klub di Indonesia.

PSM adalah tim kebanggaan saya sejak kecil, saya merupakan suporter PSM sejak kecil.

Kecintaan dengan PSM sangat tinggi. Meskipun pada tahun 2013 PSM harus bermain di Indonesia Premier League (IPL), Rasyid tetap memilih setia hingga akhirnya Juku Eja kembali bermain di Indonesia Super League (ISL).

Selain itu, ketika klub besar di Indonesia banyak yang ingin meminangnya tak menggoyahkan hatinya untuk hengkang. Malah Rasyid tetap bertahan bersama tim besutan Bojan Hodak itu.

"PSM adalah tim kebanggaan saya sejak kecil, saya merupakan suporter PSM sejak kecil, dulu saya selalu menyaksikan pertandingan PSM dan saya pemain paling lama di PSM sekarang," ungkap Rasyid, Senin 19 Oktober 2020.

Ujian besar lainnya, ketika kompetisi Liga 1 musim 2020 dilanda masalah pandemi virus Corona, ia tetap bertahan di PSM, meskipun beberapa penggawa Juku Eja memilih pergi memperkuat klub Liga 2.

Baginya bertahan di PSM adalah prioritas, karena kecintaan dan tentunya dekat dengan keluarga. "Di sini dekat keluarga dan dan memang saya masih mencintai klub PSM Makassar," terang dia.

Sang Ayah Motivasi Jadi Pemain Bola Rasyid Bakri

Rasyid Bakri menceritakan bahwa Ayahnya menjadi motivator dalam karir sepak bolanya. Sejak main di SSB, sang ayah orang paling pertama yang pergi mendaftar.

Rasyid BakriGelandang PSM Makassar Rasyid Bakri menuturkan dirinya bisa menjadi pesepak bola profesional karena kemauan dan kerja keras. Namun yang menjadi penopang utama adalah dukungan orang tua. (Foto: Instagram/@rasyid_bakri17)

"Ayah saya yang daftarkan saya di SSB Kalegowa, dan MFS 2000. Dia adalah pelatih pertama bagi saya dan dia selalu memberikan motivasi," ujar Rasyid.

Rasyid menambahkan, dulu pada tahun 2009 dirinya pernah ditolak oleh PSM junior, setelah itu ia kembali ke rumahnya dengan rasa sedih. Frustasi karena tidak lulus, bahkan tak ingin latihan, namun sang ayahnya tegas memberi motivasi bagi pemain lincah ini.

"Bahkan sempat tidak semangat lagi latihan waktu itu, tapi orang tua selalu memberikan semangat dan mendoakan saya supaya bisa berlatih lebih giat lagi dan akhirnya saya menambah latihan setiap harinya," katanya.

Juara Piala Indonesia Bersama PSM

Rasyid Bakri adalah salah penggawa yang sukses membawa PSM meraih titel juara Piala Indonesia 2019 lalu. PSM menjuarai ajang itu setelah mengalahkan Persija Jakarta pada partai final.

PSMPelatih Darije Kalezic (mengangkat trofi) puas membawa PSM juara Piala Indonesia dalam debutnya sebagai pelatih di Indonesia. PSM mengalahkan Persija Jakarta 2-0 di final kedua di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Selasa 6 Agustus 2019. Ini menjadikan Persija unggul agregat 2-1. (Foto: ANTARA/Arnas Padda)

Membawa PSM juara adalah kebanggaan baginya. Dia berharap masih bisa membantu PSM untuk meraih titel juara Liga 1 tentunya. []

Berita terkait
Liga 1 Tak Jelas, PSM Pulang Kampung ke Makassar
PSM Makassar pulang kampung setelah tidak ada kepastian kapan Liga 1 2020 digulirkan. Tim meninggalkan Yogyakarta, Minggu, 18 Oktober 2020.
Kisah Wiljan Pluim Pemain Asing Setia dengan PSM Makassar
Berikut kisah pemain asing PSM Makassar asal Belanda yang setia dengan PSM, walaupun banyak tim yang tertarik merekutnya.
PSM Makassar Dukung PSSI dan PT LIB Jaga Marwah Liga 1
PSM Makassar memberikan dukungan atas digulirkannya kembali Liga 1 2020. Klub turut menandatangani kesepakatan dilanjutkannya liga.
0
Stok Gas LPG 3 Kilogram Tersisa 6,5 Juta Tabung di Sumbar
Stok gas LPG ukuran tiga kilogram di Sumatera Barat (Sumbar) tersisa 6,5 juta tabung hingga akhir tahun 2020.