UNTUK INDONESIA
Kisah Gadis Manis Pinrang Putus Sekolah Jadi Kuli
Seorang gadis cantik asal Pinrang rela bekerja sebagai kuli pasir untuk membantu ekonomi keluarganya. Begini kisahnya.
Evi Mahmud, gadis muda asal Pinrang rela kerja jadi kuli demi menghidupi keluarganya. (Foto: Tagar/Dok. Evi)

Pinrang - Saat gadis sebayanya telah duduk manis diruang kelas untuk melanjutkan pendidikan, gadis manis bernama Evi Mahmud, 22 tahun justru berada disebuah tambang pasir dan kerikil yang terletak tidak jauh di belakang rumahnya, di Desa Massewae Kecamatan Duamapanua Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Setiap pagi Evi melangkah keluar rumah menuju lokasi tambang. Seperti yang tampak dalam video yang beredar di jagad maya, Evi tampak menggunakan kaos oblong warna biru dengan celana pendek hitam, lengkap dengan skop di tangannya dan mengangkut pasir ke dalam truk.

"Saya putus sekolah, untuk bertahan hidup saya jadi kuli pasir saja," kata Evi saat dikonfirmasi perihal videonya yang viral di jagad maya, Selasa, 19 November 2019.

Diakui Evi dirinya bulat putus sekolah pada tahun 2016 lalu, saat itu ia duduk di kelas 1 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Pinrang semester dua. Evi sudah berupaya bertahan melanjutkan sekolahnya, namun desakan biaya hidup dan operasional biaya sekolah, sehingga dia memilih untuk mencari uang menafkahi keluarga.

Saya putus sekolah, untuk bertahan hidup saya jadi kuli pasir saja.

Evi tinggal serumah dengan ibunya Marianti dan satu orang saudaranya. Ayah dan Ibu Evi cerai sejak Evi masih bayi. Kata ibunya, ditinggal pergi oleh suami saat Evi masih menyusui.

"Saya kerja kasar untuk biaya hidup. Penghasilan perhari saya gunakan untuk membeli keperluan sehari-hari di rumah, lauk-pauk dan beras," ujar Evi via telepon kepada Tagar, Senin 19 November 2019.

Untuk satu truk, Evi diberi upah Rp 15.000. Biasanya Evi mengisi dua truk per hari, kadang hanya satu jika kondisi badan tidak sehat. Namun untuk bertahan hidup, gadis berambut lurus panjang ini memaksakan diri untuk terus bekerja.

"Kalau badan lagi sakit biasanya hanya satu truk, kalau parah saya terpaksa istirahat di rumah membantu mama. Karena biasa juga kepala saya sakit," tutur Evi.

Dalam sambungan telepon itu, Evi mengatakan, jika tidak ada yang lebih penting baginya kecuali bertahan hidup, kadang pula menyisihkan uang untuk memperbaiki rumah, seperti memperbaiki atap yang bocor. Gadis berkulit sawo matang dengan tahi lalat di pipi ini sama sekali tidak pernah malu bekerja sebagai buruh kasar.

Kalau badan lagi sakit biasanya hanya satu truk, kalau parah saya terpaksa istirahat.

"Saya tidak pernah merasa malu sama teman-temanku. Ada biasa yang bilang, tidak capek itu kasi naik pasir sama kerikil ke truk tiap hari? Saya hanya bisa bilang harus bagaimana lagi, kalau tidak kerja kita tidak makan," kisahnya.

Sementara, itu Ibunda Evi, Marianti yang diajak  berbicara mengaku merasa sedih menyaksikan anaknya yang tiap hari menjadi kuli pasir.

Marianti bercerita bahwa ada sebidang sawah yang dipinjamkan keluarganya untuk dikelola, tapi Evi selalu berpikiran bahwa tiap hari harus menghasilkan uang untuk menyambung hidup.

"Ada sawahnya keluarga saya disuruh garap. Tapi karena Evi bilang tiap hari harus keluarkan uang, jadi kalau saya ke sawah, Evi biasa sudah berada di lokasi tambang pasir," ungkap Marianti sambil terseduh-seduh.

Saya tidak pernah merasa malu sama teman-temanku.

Dia beberapa kali meminta anaknya untuk berhenti jadi kuli pasir, dan mencari pekerjaan yang lebih baik. Namun, Evi selalu menolak dan kukuh untuk meringankan biaya hidup keluarganya.

Terkadang kata Marianti, dirinya tak kuasa menahan air mata jika melihat anaknya pulang dari lokasi tambang langsung terbaring karena sakit dibagian kepala dan pinggang.

"Berapa kali saya marahi itu Evi, saya suruh berhenti kerja karena sakit-sakitan. Tapi tidak mau, Evi itu tidak pernah malu dengan teman-temannya, meski kerjanya kuli tambang," tutur Marianti. []

Baca juga:

Berita terkait
Pria Sulbar Tikam Gadis 12 Tahun di Pinrang
Seorang pria asal Mamuju Sulawesi Barat di tangkap polisi di Kabupaten Pinrang karena melukai seorang gadis di bawah umur.
Pria Pinrang Peras Istri Orang dengan Video Porno
Seorang pria di Pinrang Sulawesi Selatan memeras istri orang dengan modal video telanjang korban yang dia rekam saat video call.
Warga Pinrang Sulsel Tolak Tambang dengan Bambu Runcing
Ratusan warga Desa Salipolo, Kecamatan Cempa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan melakukan unjuk rasa menolak tambang dengan bambu runcing.
0
Anggota Polres Maros Diimbau Tidak Coba Narkoba
Kasat Narkoba Polres Maros mewanti-wanti anggotanya untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba.