UNTUK INDONESIA
Ki Seno Nugroho Meninggal Bertepatan Pentas Rutin Selasa Pon
Dalang kondang Yogyakarta, Ki Seno Nugroho tutup usia. Dia meninggal bertepatan dengan neptu atau pentas rutinnya.
Jenazah Ki Seno Nugroho saat akan dibawa ke pemakaman di Makam Semaki Gedhe, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. (Foto: Tagar/Faya Lusaka Aulia)

Bantul – Dalang Ki Seno Nugroho menghembuskan nafas terakhirnya pada Selasa, 3 November 2020 di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Ki Seno meninggal pukul 22.15 WIB.

Ki Seno dimakamkan di Makam Semaki Gedhe, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sebelumnya jenazah Ki Seno disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Dusun Gayam, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul.

Ki Seno meninggal pada malam hari di mana seharusnya pentas wayang rutinan diselenggarakan di kediamannya. Wayangan rutinan ini diadakan setiap neptu Ki Seno yaitu setiap Selasa Pon.

Semalam itu kan Selasa Pon, seharusnya pentasnya Ki Seno, beliau rutin menyelenggarakan setiap bertepatan dengan hari neptu-nya Ki Seno.

Dalam tradisi Jawa, neptu merupakan total atau besaran nilai yang dihitung dengan menjumlahkan nilai hari (Minggu, Senin, Selasa, dan seterusnya sampai Sabtu) dan nilai pasaran (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi). Biasaya di hari neptu, seseorang menggelar hajatan yang sifatnya rutin.

“Semalam itu kan Selasa Pon, seharusnya pentasnya Ki Seno, beliau rutin menyelenggarakan setiap bertepatan dengan hari neptu-nya Ki Seno,” jelas Rubiya tetangga Ki Seno.

Ki Seno NugrohoPelayat mendoakan Ki Seno Nugroho saat dimakamkan di Makam Semaki Gedhe, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. (Foto: Tagar/Faya Lusaka Aulia)

Rubiya selaku tetangga menilai bahwa Ki Seno adalah pribadi yang baik ke siapa saja. Sikap yang ditunjukkan Ki Seno merupakan sifat apa adanya tanpa dibuat-buat. Ki Seno juga tidak pernah membeda-bedakan antara orang satu dengan orang yang lainnya.

Ki Seno baru mulai tinggal di rumahnya yang berada di Dusun Gayam, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul tersebut sejak 2 tahun yang lalu. Meskipun terhitung belum menjadi warga di wilayah tersebut Ki Seno memang sudah memperlihatkan sikap baik dan apa adanya.

Baca Juga:

Selain itu untuk kegiatan kemasyarakatan yang ada Ki Seno juga tetap aktif mengikuti secara baik. Beberapa hari setelah kepindahan Ki Seno Dusun Gayam, Ki Seno langsung memberikan bantuan sebuah mobil untuk masyarakat setempat.

Pemberian mobil dari Ki Seno tersebut bertujuan agar dapat digunakan warga untuk hal-hal yang sifatnya kemasyarakatan. Seperti contohnya dapat digunakan ketika warga perlu bantuan untuk dibawa ke rumah sakit dan sebagainya.

Tidak hanya itu kebaikan Ki Seno yang diceritakan oleh Rubiya yaitu kebiasaan Ki Seno berbagi ke sesama warga di sekitarnya. Seringkali Ki Seno memberikan bantuan uang kepada warga yang memang membutuhkan.

Kebiasaan baik Ki Seno ini berlanjut terus hingga akhir hayatnya ini. Terlebih lagi ketika sedang ada pandemi ini, Ki Seno tetap terus berbagi kepada orang-orang di sekitarnya. []

Berita terkait
Dukacita Pemkot Yogyakarta untuk Dalang Ki Seno Nugroho
Dalang kondang asal Yogyakarta, Ki Seno Nugroho tutup usia. Dunia seni berduka, termasuk Pemkot Yogyakarta.
Kabar Ki Seno Nugroho Meninggal Dunia Trending Topic di Twitter
Nama dalang Ki Seno Nugroho menghiasai trending topic di Twitter setelah diketahui wafat secara mendadak, diduga karena serangan jantung.
Selamat Jalan Dalang Kondang Yogyakarta, Ki Seno Nugroho
Dalang kondang Ki Seno Nugroho meninggal dunia. Diduga Ki Seno meninggal lantaran penyakit jantung.
0
Ki Seno Nugroho Meninggal Bertepatan Pentas Rutin Selasa Pon
Dalang kondang Yogyakarta, Ki Seno Nugroho tutup usia. Dia meninggal bertepatan dengan neptu atau pentas rutinnya.