UNTUK INDONESIA
Khofifah Siap Cairkan BLT Rp 600 Ribu Jelang Ramadan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan sudah menyiapkan anggaran Rp 2,322 T dari realokasi anggaran dana desa.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Wagub Jatim Emil Elistianto Dardak saat jumpa pers update Covid-19 di Gedung Grahadi Surabaya. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mencairkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu sebelum Ramadan. BLT ini akan dibayarkan selama tiga bulan ke depan kepada warga terdampak pandemi Covid-19 atau virus corona.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan total BLT akan diterima masyarakat senilai Rp 1,8 juta untuk tiga bulan. Tahap pertama BLT akan diberikan sebelum bulan Ramadan.

Dalam Permendes itu realokasi dana desa untuk pembangunan fasilitas kesehatan hingga BLT untuk masyarakat desa.

"BLT ini untuk April hingga Juni. Skemanya non tunai atau cashless," kata Khofifah di Gedung Grahadi Surabaya, Jumat, 17 April 2020.

Mantan Menteri Sosial itu menyebut BLT akan diberikan kepada 1.286.374 Rumah Tangga Miskin (RTM) terdampak Covid-19. Total BLT senilai Rp 2,322 triliun merupakan dari realokasi dana desa.

Realokasi ini mengacu pada Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 6 Tahun 2020 sebagai revisi Permendes 11 Tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Realokasi dana desa ini merupakan bentuk jaring pengaman sosial masyarakat untuk mengurangi dampak ekonomi akibat Covid-19.

Dengan begitu, BLT dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan logistik jelang Ramadan.

"Dalam Permendes itu realokasi dana desa untuk pembangunan fasilitas kesehatan hingga BLT untuk masyarakat desa," tuturnya.

Kriteria penerima BLT adalah keluarga miskin tidak menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), bukan penerima Program Keluarga Harapan (PKH), non pra kerja kehilangan mata pencaharian, dan mempunyai anggota keluarga rentan sakit menahun/kronis.

"Kami berharap BLT ini dapat meringankan beban warga desa yang terdampak Covid-19 ," ujarnya.

Seluruh kepala desa dan pemerintah Kabupaten/Kota diharapkan segera merampungkan data penerima BLT berbasis RT/RW. Pendataan bisa dilakukan oleh Relawan Desa Lawan Covid-19. Aparat desa harus teliti saat mendata masyarakat berhak menerima BLT.

"Jangan sampai ada terlewat atau malah double dapat bantuannya," ucap Khofifah.

Setelah dilakukan pendataan, berkas selanjutnya dibawa ke Musyawarah Desa untuk validasi finalisasi dan penetapan penerima BLT. Data yang sudah ditandatangani kepala desa kemudian disahkan oleh bupati/walikota atau camat maksimal lima hari kerja.

Harga Jagung di Banyuwangi Anjlok

Harga komuditas jagung di Kabupaten Banyuwangi sejak beberapa pekan ini turun. Di tingkat petani harga jagung berada di kisaran Rp. 3200 per kilogramnya, dari sebelumnya Rp. 4200 per kilogramnya.

Menurut Ketua Kelompok Tani Murni Bangsring Banyuwangi Ahmad Jamali, turunya harga jagung di tingkat petani karena stok jagung melimpah pada April ini.

“Itu karena terganggu pengiriman jagung ke sujumlah daerah akibat pandemi covid-19 ini,” ujar Ahmad Jamali.

Kata Jamali, harga jagung di tingkat petani masih bisa turun lagi, karena diperkirkan pada Mei hingga Juni mendatang kembali memasuki musim panen jagung ke dua. Sehingga jika kondisi ini tetap berlangsung tidak menutup kemungkinan harga jagung di tinggkat petani bisa turun hingga harga Rp. 2 ribu hingga Rp. 1500 per kilogramnya.

“Saya tidak tahu kedepannya apakah ada penurunan atau tidak. Biasanya kan sekarang mengirim ke Surabaya, Bali dan beberapa perusahaan. Dengan ekspedisinya tidak lancar akhirnya juga memengaruhi di dalam pengiriman itu,” kata Ahmad Jamali

Sementara itu Kepala Bidang Ketahan Pangan Dinas Pertanian Banyuwangi Khoirullah mengatakan untuk stok jagung pada Maret hingga April ini melimpah di Banyuwangi.

”Berdasarkan data ada untuk produksi jagung mencapai 37 ribu ton lebih. Jumlah tersebut kata dia, belum ditambah panen jagung pada Mei akan datang,” kata Khoirul

Sehingga, untuk stok jagung sendiri kata dia, akan aman untuk kebutuhan, selama bulan Puasa hingga Hari Raya Indul Fitri akan datang. Melimpahnya stok jagung ini karena panen raya pada masa tanam pertama mundur dari jadwal yang sudah ada.

“Sehingga ketika akan memasuki masa panen raya ke dua stok jagung masih cukup banyak ini di Banyuwangi,” tutur Khoirullah. []

Berita terkait
Menanti Tri Rismaharini Mengajukan PSBB di Surabaya
Direktur RSUD Dr Soetomo Dr Joni mengatakan Surabaya sudah layak mengajukan PSBB karena jumlah orang dinyatakan positif Covid-19 terus bertambah.
Update Covid-19 Jatim: Sudah 92 Pasien Sembuh
Selain enam pasien sembuh, Gubernur Jatim Khofifah Indar Prawansa mengungkapkan tidak ada warga Jatim meninggal karena Covid-19.
RS Unair Izinkan Pasien Corona Pakai Handphone
RS Unair Surabaya beralasan memperbolehkan pasien positif Covid-19 menggunakan handphone dan internet agar tidak jenuh menjalani perawatan.
0
Jokowi Lantik Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul
Presiden Joko Widodo hari ini, Kamis, 30 April 2020 resmi melantik Manahan MP Sitompul sebagai Hakim Konstitusi 2020-2025.