UNTUK INDONESIA
Keterbukaan Informasi Masih Jadi Persoalan di NTB
Kurangnya keterbukaan informasih publik di Nusa Tenggara Barat menjadi persoalan di Masyarakat.
Workshop Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial yang digelar oleh BPOM Mataram, Senin 20 Januari 2020. (Foto: Tagar/Harianto Nukman)

Mataram - Kurang terbukanya penyelenggaraan pelayanan informasi masih menjadi persoalan di Pemerintah Daerah (Pemda) di NTB. Sejatinya keterbukaan informasi akan menambah kepercayaan masyarakat dan mendorong partisipasi publik dalam pembangunan.

Sebagai leading sektor dalam penyebaran informasi publik, Dinas Kominfotik Provinsi NTB terus berupaya mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membenahi pengelolaan informasi dalam mendorong keterbukaan informasi publik.

Kontras dengan prestasi kita di tingkat Nasional, ini pekerjaan rumah bagi kita bersama.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi saat menjadi narasumber pada Workshop Jurnalistik dan Pengelolaan Media Sosial yang digelar oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram, Senin 20 Januari 2020.

Dikatakan Putu Aryadi, Provinsi NTB di tingkat nasional pernah meraih predikat tertinggi sebagai Badan Publik Informatif Tahun 2019. Namun kenyataannya, OPD dan badan publik di lingkup pemerintah provinsi sendiri belum maksimal mengelola informasi untuk publik.

"Kontras dengan prestasi kita di tingkat Nasional, ini pekerjaan rumah bagi kita bersama untuk terus mendorong pengelolaan informasi untuk dapat di akses publik. Apalagi, sesuai Visi NTB Gemilang, dengan misi NTB Bersih dan Melayani, transparansi dan keterbukaan informasi publik menjadi prioritas dalam rangka membangun kepercayaan publik,“ jelasnya.

“Jika masyarakat sudah percaya terhadap pemerintah, maka kepedulian  masyarakat untuk  mensukseskan pembangunan dan program pemerintah akan terwujud. Apalagi Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah telah menegaskan agar badan publik yang mengelola informasi, membuka keran informasi seluas-luasnya untuk masyarakat," lanjut mantan Kepala LPSE NTB ini.

Kepala Dinas Kominfotik ini juga memberikan sejumlah tips menulis berita yang baik. Menurutnya, berita adalah sebuah informasi dari suatu peristiwa yang dilaporkan atau disajikan kepada khalayak. Tapi tidak semua peristiwa layak ditulis menjadi sebuah berita.

Syaratnya, kata Putu Aryadi adalah peristiwa itu penting untuk diketahui oleh sebagian besar khalayak dan menarik. Karena disajikan dengan kalimat atau bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh masyarakat.

“Penting agar berita itu mampu menjadi informasi yang jelas dan akurat bagi masyarakat dan mampu menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi pembaca," terangnya.

"Sajikan kepada publik berita yang penting dan menarik agar publik mau membaca dan mampu mempengaruhi publik untuk melakukan sesuatu kearah kebaikan. Atau sebaliknya tidak melakukan sesuatu yang kontra produktif," Sambungnya lagi

Dia juga mengingatkan agar 60 orang peserta workshop yang merupakan pengelola informasi dari BPOM Mataram ini dapat mengelola informasi dengan baik sesuai tupoksi BPOM, yaitu memberikan informasi produk obat dan makanan yang efektif dan bermutu, sehingga mampu menarik masyarakat untuk membaca kontennya. []

Berita terkait
Bocah Hanyut di Mataram Ditemukan Tak Bernyawa
Bocah berusia 6 tahun bernama Hasan Wirayuda yang tenggelam dan hanyut terbawa air Kota Mataram ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Bocah Mataram yang Terseret Air Belum Ditemukan
Hingga hari ke dua pencarian bocah yang tenggelam dan hanyut terbawa air di Mataram Nusa Tenggara Barat belum juga ditemukan.
Asyik Mandi, Bocah di Mataram Terseret Arus Sungai
Asyik mandi di sungai, bocah 6 tahun di Mataram terseret arus sungai, hingga kini bocah tersebut belum ditemukan.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.