UNTUK INDONESIA
Bocah Mataram yang Terseret Air Belum Ditemukan
Hingga hari ke dua pencarian bocah yang tenggelam dan hanyut terbawa air di Mataram Nusa Tenggara Barat belum juga ditemukan.
Hari kedua pencarian bocah yang tenggelam dan terseret arus saat mandi di Sungai Jangkok, Mataram. (Foto: Tagar/Basarnas Mataram)

Mataram - Memasuki hari kedua, pencarian Hasan Wirayuda, bocah 6 tahun yang tenggelam saat mandi dan terseret derasnya arus sungai Jangkok di Lingkurangan Karang Mas, Kelurahan Cakranegara Utara, Kota Mataram, belum ditemukan.

Kantor SAR Mataram melalui staf humas, I Gusti Lanang Wiswananda menuturkan berdasarkan laporan dari pihak kepolisian yang menyatakan bahwa korban bersama 5 orang teman sebayanya pergi mandi di Sungai Jangkuk sekitar pukul 14.45 Wita pada hari Senin, 6 Januari 2020.

Setiba di lokasi, Hasan melepas pakaian dan langsung menceburkan diri, ke dalam air sungai. Pada saat ketiga kalinya, korban terseret arus dan sempat meminta pertolongan kepada temannya dengan cara mengangkat kedua tangannya.

Kurang lebih satu kilo atau satu setengah kilo kita melakukan pencarian.

Korban juga berupaya memegang bongkahan batu yang ada di sungai, namun karena tidak kuat berpegangan, akhirnya korban terbawa arus.

Melihat kejadian itu, dua orang temannya kemudian berlari meminta pertolongan kepada warga sekitar dan menginformasikan kejadian tersebut kepada kedua orang tua korban.

Tiga orang rekan korban yang lain, tinggal di lokasi sambil menunggu pertolongan. Warga beserta tim dari Basarnas dan BPBD Kota Mataram pun kemudian datang dan turun untuk melakukan upaya pencarian.

Korban yang merupakan anak dari pasangan Hasanudin dan Mardiana tersebut hingga pada sore hari Selasa, 7 Januari 2020 belum ditemukan. Derasnya arus air yang berada di bawah bongkahan batu sungai menyebabkan petugas dari Tim SAR gabungan cukup kesulitan mencari keberadaan jasad korban.

Kurang lebih satu kilo atau satu setengah kilo kita melakukan pencarian.

Kepala Kantor SAR Mataram, I Nyoman Sidakarya ikut turun ke lokasi memimpin upaya pencarian dengan menyusuri aliran Sungai Jangkok.

"Kurang lebih satu kilo atau satu setengah kilo kita melakukan pencarian. Sampai dengan siang hari ini kita sudah melebar kurang lebih satu kilo kita melaksanakan pencarian dengan masyarakat dan tim SAR gabungan juga, namun korban belum ditemukan" ucap Nyoman.

Sungai yang ditempati korban berenang, di bawah arus sungai ada bantu besar, dan arus di bawah batu itu cukup kuat, kemungkinan korban terseret ke situ.

"Di lokasi ini kita melihat dari tempat kejadian itu ada batu-batu yang cukup besar dan arus di bawah batu itu cukup kuat. Sampai dengan siang ini masih nihil pencarian," jelasnya. []

Berita terkait
Asyik Mandi, Bocah di Mataram Terseret Arus Sungai
Asyik mandi di sungai, bocah 6 tahun di Mataram terseret arus sungai, hingga kini bocah tersebut belum ditemukan.
Cerita Abdi Dalem di Makam Raja Mataram Kotagede
Kompleks makam Raja-raja Mataram di Kotagede Yogyakarta siang itu cukup tenang. Matahari bersinar cerah meski panasnya tak langsung menimpa tanah.
5 Kuliner Khas Mataram Kampung Halaman Suharso Monoarfa
Suharso Monoarfa putra asal Mataram mendapatkan pos Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. Daerah asalnya ini memiliki kuliner khas.
0
WN Malaysia Pasien Virus Corona Sepekan di Indonesia
Seorang WN Malaysia pasien corona disebutkan Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) berkunjung ke Indonesia selama sepekan mulai 13 Februari 2020