TAGAR.id, Jakarta - Menurut informasi dari idikotapurworejo.org, HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel CD4, yang berperan penting dalam melawan infeksi. Jika tidak diobati, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), yang merupakan tahap akhir dari infeksi HIV di mana sistem kekebalan tubuh
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Purworejo adalah cabang dari organisasi profesi kedokteran di Indonesia yang berfungsi sebagai wadah bagi para dokter di wilayah Purworejo.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Purworejo adalah dr. Nurul Hadi, MSc, Sp.A. Ia terpilih untuk memimpin organisasi ini pada periode 2021-2024. IDI Kota Purworejo berperan dalam meningkatkan kompetensi dokter melalui berbagai program pelatihan dan seminar.
Selanjutnya IDI Kota Purworejo juga sedang menyediakan program pendidikan berkelanjutan untuk dokter agar tetap up-to-date dengan perkembangan ilmu kedokteran terkini. Saat ini IDI Kota Purworejo melakukan penelitian lebih lanjut terkait penyakit HIV/AIDS dan obat yang direkomendasikan bagi penderitanya.
Bagaimana cara penularan dari penyakit HIV/AIDS?
Dilansir dari laman https://idikotapurworejo.org, penyakit HIV/AIDS dapat menular melalui beberapa cara yang melibatkan pertukaran cairan tubuh. Berikut adalah cara-cara utama penularan HIV meliputi:
1. Hubungan seks tanpa pengaman
Salah satu cara penularan yang paling umum adalah melalui hubungan seksual tanpa kondom. Saat berhubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral, virus HIV dapat menyebar melalui cairan vagina dan air mani.
2. Penggunaan jarum suntik bersama
Banyak orang berbagi jarum suntik untuk menerima obat suntik seperti heroin, steroid, dan hormon. Ini dikenal sebagai "berbagi jarum suntik". Berbagi jarum suntik atau alat injeksi dengan seseorang yang terinfeksi HIV, sering terjadi di kalangan pengguna narkoba.
3. Penggunaan mainan seks
Mainan seks atau sex toys adalah benda yang dibuat khusus untuk menambah kepuasan seksual. Mainan seks yang digunakan secara bergantian tanpa dibersihkan dapat menjadi media penularan HIV jika terkontaminasi dengan cairan tubuh.
4. Terinfeksi sejak lahir dari ibu
Selama kehamilan, saat melahirkan, atau melalui ASI, seorang ibu yang terinfeksi HIV/AIDS dapat menularkan virus kepada bayinya. Tidak ada cara HIV menyebar melalui kontak biasa seperti berjabat tangan, berpelukan, atau berbagi peralatan makan, kecuali jika penderita memiliki luka terbuka atau kondisi mulut tertentu.
Apa saja obat yang direkomendasikan terhadap pengidap penyakit HIV/AIDS?
Pengobatan untuk pengidap HIV/AIDS umumnya dilakukan dengan menggunakan obat antiretroviral (ARV), yang bertujuan untuk mengendalikan infeksi virus HIV, memperlambat perkembangan penyakit, dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Berikut adalah beberapa jenis obat yang direkomendasikan meliputi:
1. INSTI (Integrase Strand Transfer Inhibitors)
Obat integrase inhibitor biasanya diberikan pertama kali sejak seseorang didiagnosis tertular HIV. Obat ini diberikan karena diyakini cukup ampuh untuk mencegah jumlah virus bertambah banyak dengan risiko efek samping yang sedikit.
2. Non-Nucleoside Reverse Transcriptase Inhibitors (NNRTIs)
NNRTI juga memblokir enzim reverse transcriptase, tetapi dengan cara yang berbeda dari NRTI. Efavirenz adalah salah satu contoh NNRTI. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat telah menyetujui Efavirenz sebagai obat resep untuk pengobatan infeksi HIV pada orang dewasa dan anak-anak. Efavirenz biasanya diberikan bersama dengan obat HIV lainnya.
3. Protease Inhibitors (PIs)
Obat-obatan ini menghentikan enzim protease, yang merupakan bagian penting dari virus untuk membuat partikel virus baru. Untuk mengobati infeksi human immunodeficiency virus (HIV), kombinasi lopinavir dan ritonavir digunakan bersama dengan obat lain yang disebut inhibitor protease. Obat ini menurunkan kadar HIV dalam darah.
Untuk mencegah perkembangan resistensi terhadap obat-obatan dan menjaga viral load tetap rendah, pengobatan HIV/AIDS harus dilakukan secara teratur dan sesuai petunjuk dokter. []