UNTUK INDONESIA

Kenali Gejala HIV/AIDS Sejak Dini

Berikut gejala jika seseorang terpapar virus HIV/AIDS dan cara pengobatan untuk memperlambat penyebaran virus
Ilustrasi: Gadis-gadis pawai kesadaran pada Hari AIDS Sedunia di Bhubaneswar, India, 13 November 2020 (Sumber: telegraphindia.com/Ashwinee Pati).

Jakarta - Hari AIDS Sedunia diperingati pada 1 Desember setiap tahunnya. Hari peringatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai bahayanya HIV/AIDS.

HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan utama di dunia. WHO mencatat, HIV/AIDS sudah hampir merenggut 33 juta jiwa.
Kasus kematian ini diakibatkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dan melemahkannya melawan infeksi dan penyakit.

Untuk meminimalisir kematian, WHO melakukan upaya berupa terapi antiretroviral (ART) yang terdiri dari kombinasi obat antiretroviral (ARV). Upaya ini dilakukan guna menghentikan perkembangan virus dan membantu orang yang hidup bersama HIV dapat bertahan hidup lebih lama. Tercatat hingga akhir 2019, ada sekitar 38 juta orang di dunia hidup dengan virus ini.

HIV/AIDS termasuk pada penyakit menular. Namun, penularannya terjadi melalui pertukaran cairan tubuh dari orang yang terinfeksi seperti darah, ASI, air mani dan cairan pada vagina. Ibu yang mengidap penyakit ini pun dapat menularkan virus kepada anaknya.

Walaupun penyakit ini tidak dapat disembuhkan, namun perlu bagi Anda untuk mengetahui gejalanya guna dapat penanganan melalui terapi antiretroviral (ART) sejak dini.

Terdapat tiga tahap dalam gejala yang ditimbulkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). Berikut telah Tagar rangkum dari laman webmd.com

Tahap Petama (Gejala Infeksi HIV Akut)

Pada tahap ini, orang terinfeksi baru akan merasakan gejala setelah dua hingga enam Minggu setelah tertular virus. Di tahap ini, sistem kekebalan tubuh akan melawan virus. Gejalanya serupa dengan penyakit virus lain seperti flu.

Tanda-tanda pada gejala ini meliputi, sakit kepala, kelelahan, demam, ruam merah, pembengkakan kelenjar getah bening, otot dan tenggorokan sakit.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut, lebih baik segera minta pertolongan dokter supaya dilakukan tes HIV dan mendapat pengobatan untuk meminimalisir gejala.

Tahap Kedua (Gejala Latensi Klinis)

Tahap ini disebut juga sebagai periode asimtomatik atau infeksi HIV kronis. HIV yang tidak diobati akan membunuh sel CD4 dan menghancurkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sel CD4 adalah jenis sel darah putih atau limfosit, bagian terpenting dari sistem kekebalan tubuh.

Di tahap ini, biasanya orang yang terpapar oleh virus tidak menunjukkn tanda-tanda. Namun, dapat menularkan virus kepada orang lain.

Tahap Ketiga (Gejala AIDS)

Pada tahap ini, AIDS baru muncul. AIDS merupakan infeksi HIV stadium lanjut, tubuh tidak mampu melawan peradangan virus. Gejala ini menunjukkan tanda-tanda seperti merasa lelah setiap saat.

Kemudian sesak napas, diare, berkeringat saat malam, demam lebih dari sepuluh hari, memar, pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan dan berat badan menurun drastis. [] (Grace Natalia Indah)

Berita terkait
Kiprah Selebriti Sadarkan Masyarakat tentang HIV/AIDS
1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia, HIV sebagai virus penyebab AIDS menyebar ke seluruh dunia, peran selebritas tingkatkan kepedulian masyarakat
Prostitusi Online dan Artis Penyebar HIV/AIDS di Indonesia
Hari AIDS Sedunia diperingati tiap 1 Desember sebagai pengingat bagi warga dunia untuk menanggulangi HIV/AIDS dan dukungan bagi Odha
Tes HIV Ibu Hamil di Indramayu Kurangi Resiko Penyebaran
Tes HIV pada ibu hamil di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat kurangi resiko penyebaran dan penularan
0
Kenali Gejala HIV/AIDS Sejak Dini
Berikut gejala jika seseorang terpapar virus HIV/AIDS dan cara pengobatan untuk memperlambat penyebaran virus