UNTUK INDONESIA
Kekaguman Bill Gates Terhadap Sosok Mendiang Ayahnya
Bill Gates, pendiri Microsoft masih merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya ayah tercinta, William H Gates II dalam usia 94 tahun.
William H Gates II atau Bill Gates Sr. menghadiri "Bill Gates: A Conversation with My Father" di New York City pada Juni 2010. (Foto: Getty Images).




Jakarta -Bill Gates, pendiri perusahaan raksasa teknologi Microsoft masih merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya ayah tercinta, William H Gates II. Bill Gates Senior wafat pada 14 September 2020 di rumahnya, dalam usia 94 tahun.

"Kami akan merindukannya lebih dari yang bisa kami ungkapkan sekarang," tulis Gates dalam situs resminya, seperti diberitakan dari portal National Public Radio atau npr.org, Rabu, 16 September waktu setempat.

Bill & Melinda Gates Foundation tidak akan seperti sekarang ini tanpa ayah saya.

Baca Juga: Bill Gates dan Warren Buffet Bicara Apa Selama Covid-19 

Bill Gates sangat mengagumi sosok mendiang ayahnya. Ia menyebutnya,"Kebijaksanaan, kemurahan hati, empati, dan kerendahan hati ayah saya memiliki pengaruh besar pada orang-orang di seluruh dunia."

Gates Sr. lahir pada 30 November 1925, di Bremerton, Washington, dan kuliah di University of Washington. Setelah bertugas di Perang Dunia II, ia kembali ke rumah dan menjadi pengacara.

Gates Senior setelah itu membantu putranya mengembangkan yaysan sosial Bill & Melinda Gates Foundation. Ia menjabat sebagai ketua bersama.

"Bill & Melinda Gates Foundation tidak akan seperti sekarang ini tanpa ayah saya," tulis Gates. "Ayah lebih dari siapa pun, ia berhasil membentuk nilai-nilai yayasan."

Bill GatesBill Gates dan istrinya, Melinda Gates. (Foto: Instagram/thisisbillgates)

Gates mengingat betapa mendiang ayahnya mempengaruhi setiap aspek kehidupannya. Dukungan "tanpa syarat" dari dari ayahnya yang membuat ia berani mengambil keputusan untuk meninggalkan bangku perguruan tinggi.

Gates memutuskan  drop out untuk mengembangkan Microsoft bersama mitra bisnisnya, Paul Allen. Pada masa-masa awal Microsoft, Gates menulis bahwa dia sering meminta bantuan ayahnya dalam menangani masalah hukum.

Simak Pula: Akun Twitter Bill Gates Diretas

Gates juga memuji ayahnya yang telah mempengaruhinya dalam apa yang disebutnya "peran terpenting - sebagai ayah dan suami. "Ketika saya dalam kondisi terbaik, saya banyak belajar dari ayah bagaiamana seharusnya menghormati wanita, menghormati individu dan membimbing anak dengan penuh cinta dan rasa hormat," ucapnya.

Satya Nadella, CEO Microsoft saat ini, menyebut Gates Sr. "bagian penting dari kisah Microsoft". "Beliau memainkan peran penting dalam komunitas kami, dan memengaruhi program filantropi kami," ucapnya.

Gubernur Washington, Jay Inslee dan istrinya, Trudi, menyampaikan belasungkawa mereka kepada keluarga Bill Gates. "Bill Sr. adalah orang yang peduli dengan keadaan buruk banyak orang, dan dia memiliki sumber daya dan komitmen sipil yang tidak pernah berakhir untuk melakukan sesuatu tentang ," katanya.

Selain Bill Gates, Gates Sr. meninggalkan anak-anaknya Kristianne dan Elizabeth, serta istri keduanya, Mimi Gardner Gates. []

Berita terkait
Bill Gates Sebut Vaksin Covid-19 Tidak Sempurna
Bill Gates sebut penemuan vaksin Covid-19 seperti vaksin cacar, dimana saat awal ditemukan, vaksin ini jauh dari kata sempurna.
Sebelum Corona, Bill Gates Prediksi Akan Ada Pandemi
Bill Gates kian menjadi sorotan lantaran prediksinya pada 2015 lalu mengenai kemungkinan merebaknya wabah hebat seperti pendemi virus corona.
Bill Gates Terkaya Versi Bloomberg Billionaires
Bill Gates pendiri Microsoft dinobatkan sebagai orang yang berada di urutan pertama terkaya versi Bloomberg Billionaires Index.
0
Kekaguman Bill Gates Terhadap Sosok Mendiang Ayahnya
Bill Gates, pendiri Microsoft masih merasakan duka yang mendalam atas meninggalnya ayah tercinta, William H Gates II dalam usia 94 tahun.