UNTUK INDONESIA
Kecewa Kinerja Akhyar, BaraJP Medan Alihkan Dukungan ke Bobby
Barisan Relawan Jokowi Presiden Kota Medan, mengalihkan dukungannya kepada calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution di Pilkada 2020.
Ketua BaraJP Kota Medan, Ojak Simbolon menyatakan pihaknya mendukung dan segera deklarasi pemenangan pasangan calon Wali Kota - Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution - Aulia Rachman. (Foto: Tagar/Andi Nasution)

Medan - Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) Kota Medan, mengalihkan dukungannya kepada calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution di Pilkada Medan 2020.

Diketahui, dalam perhelatan Pilkada 2015, BaraJP Kota Medan mendukung Akhyar Nasution yang saat itu maju sebagai pendamping calon Wali Kota Dzulmi Eldin. Namun kecewa dengan kinerja Dzulmi Eldin - Akhyar Nasution selama memimpin.

Ketua BaraJP Kota Medan, Ojak Simbolon dihubungi Selasa, 13 Oktober 2020 mengutarakan, di Pilkada Medan 2020 ini, BaraJP Kota Medan segera mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon Bobby Nasution - Aulia Rachman.

"Pilkada Medan 2015, BaraJP Kota Medan mendukung Dzulmi Eldin - Akhyar Nasution. Akan tetapi di Pilkada Medan 2020 ini, BaraJP akan mendukung Bobby Nasution dan segera kami deklarasikan," ujarnya.

Ojak mengungkapkan beberapa alasan BaraJP Kota Medan tidak lagi mendukung Akhyar Nasution, baik saat menjadi wakilnya Dzulmi Eldin hingga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan. Kinerjanya jauh dari apa yang diharapkan alias mengecewakan.

Kini kami dihadapkan dengan sosok pemimpin milenial, yang tanpa beban kegagalan di masa lalu

"Ada beberapa poin kontrak politik yang ditandatangani bersama Akhyar Nasution, di antaranya perbaikan infrastruktur Kota Medan. Agar tidak lagi tergenang banjir, drainase dibangun ulang lebih mantap, jalan rusak penuh lobang diperbaiki dengan kualitas paling baik, tumpukan sampah di sembarang tempat tidak terjadi lagi, jalan raya sering macet ditata baik, taman kota diperindah, pungli dalam berbagai bentuk ditindak, masyarakat dibuat lebih nyaman dan tenang," ungkapnya.

Harapan masyarakat Kota Medan yang tertuang dalam kontrak politik, tegas Ojak, tidak terwujud. "Dukungan dari kami BaraJP, disia-siakan baik oleh Dzulmi Eldin dan juga Akhyar Nasution," katanya.

Menurut Ojak, beberapa hal kegagalan Dzulmi Eldin maupun Akhyar Nasution di kala menjabat Plt Wali Kota Medan, antara lain label Kota Medan sebagai kota terjorok dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, kemacetan dan banjir bukan menjadi barang langka di Kota Medan, ditambah tidak adanya jaminan keamanan.

"Dzulmi Eldin maupun Akhyar Nasution, pemimpin yang tidak bisa mengemban amanah dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya," kata dia.

Ojak juga menyinggung kegagalan Dzulmi Eldin maupun Akhyar Nasution dalam hal birokrasi di pemerintahan.

"Warga Medan kiranya jangan mendadak lupa, bagaimana susahnya mengurus birokrasi di instansi pemerintahan. Bagaimana warga harus menunggu lama dan dipungli oleh oknum jika mengurus dokumen dasar warga seperti KTP, surat usaha dan lain sebagainya. Kalo gak kenal pejabat maupun orang dalam, jangan harap cepat urusannya," ujarnya.

Tak mau melakukan kesalahan yang sama, BaraJP Kota Medan memilih meninggalkan Akhyar Nasution dan mantap untuk mendukung Bobby Nasution di Pilkada Medan 2020.

"Kini kami dihadapkan dengan sosok pemimpin milenial, yang tanpa beban kegagalan di masa lalu, dengan keseriusannya menawarkan visi misi untuk mensejahterakan warga Kota Medan, ayo dukung. Kami juga melihat sosok Bobby Nasution ini seorang yang berwawasan luas, dan tentunya Bobby Nasution ini memiliki link langsung ke pemerintah pusat yang akan memudahkannya untuk berkoordinasi langsung dalam membantu percepatan pembangunan di Kota Medan," terangnya. [] PEN

Berita terkait
Bara JP: Mari Lihat Omnibus Law Sebagai Niat Baik Pemerintah
Ketum Bara JP menilai pada dasarnya UU Cipta Kerja adalah niat baik pemerintah untuk membuka lapangan kerja seluas mungkin bagi rakyat Indonesia.
Bara JP: Polisi Tak Perlu Tanggapi Laporan untuk Najwa Shihab
Ketua Bara JP Viktor S. Sirait meminta polisi tidak menanggapi laporan sensasi memidanakan Najwa Shihab karena mewawancarai kursi kosong Terawan.
Bara JP - PMI KPRI Dorong Pemberdayaan Ekonomi
BPLN Bara JP dan PMI KPRI mendorong pemerintah meningkatkan pemberdayaan perekonomian di tengah pandemi Covid-19.
0
Stok Gas LPG 3 Kilogram Tersisa 6,5 Juta Tabung di Sumbar
Stok gas LPG ukuran tiga kilogram di Sumatera Barat (Sumbar) tersisa 6,5 juta tabung hingga akhir tahun 2020.