UNTUK INDONESIA

Kata Pengamat Politik Terkait Rekonsiliasi Rizieq Shihab

Rizieq Shihab tengah menawarkan rekonsiliasi kepada pemerintahan Jokowi. Bagaiman tanggapan pengamat politik?
Pengamat Politik Ujang Komarudin. (Tagar/YouTube)

Jakarta - Akhir-akhir ini diketahui Pimpinan FPI Rizieq Shihab mengajukan rekonsiliasi kepada pemerintahan Jokowi. Alhasil Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko malah mempertanyakan apa yang perlu direkonsiliasi? Karena sejak awal memang tidak ada masalah.

Menurut pengamat politik dari Al Azhar, Ujang Komarudin, hal ini adalah cara-cara Rizieq untuk berdamai dengan pemerintah dengan syarat-syarat tertentu. Namun pemerintah menolak dan tidak mengiyakan rekonsiliasi tersebut.

“Saya pribadi melihatnya, Rizieq menginginkan deal-deal an politik bersama pemerintah. Jika itu tidak terjadi makan dinamika poltik di Indonesia akan semakin terjadi dan semakin kencang arusnya,” katanya ketika diwawancarai Tagar Tv, Senin, 16 November 2020.

Yang kita butuhkan saat ini adalah persatuan. Jika semuanya saling serang, saling lapor dan saling menjatuhkan, kapan negara ini akan maju? Yang kita butuhkan saat ini hanya itu, kesatuan,

Menurutnya hal itu lah yang harus diwaspadai oleh pemerintah, jika tidak ada deal politik antara pemerintah dan Rizieq Shihab. Karena, kedepannya akan ada lebih banyak gerakan-gerakan yang bergabung bersama Rizieq Shihab untuk melawan pemerintah.

“Jadi itu yang perlu di antisipasi oleh pemerintah, karena Rizieq muncul di saat rakyat sudah tidak percaya lagi oleh pemerintahan Jokowi. Jadi saat ini rakyat sudah tidak tertarik lagi dengan pemerintah, banyak juga survey yang hasilnya seperti itu,” ucapnya.

Ia juga menuturkan bahwa negara Indonesia saat ini dalam kondisi terpecah belah, semuanya saling bermusuhan antara kubu-kubu politik. Menurutnya jika memang nantinya akan ada rekonsiliasi antara Rizieq dan pemerintah, maka harus didasari kepentingan rakyat dan bangsa serta negara.

“Rekonsiliasi menurut saya adalah untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa serta negara, jadi kalaupun nanti akan terjadi rekonsiliasi antara Rizieq dan Jokowi maka harus didasari kepentingan rakyat, bangsa dan negara,” jelasnya.

“Yang kita butuhkan saat ini adalah persatuan. Jika semuanya saling serang, saling lapor dan saling menjatuhkan, kapan negara ini akan maju? Yang kita butuhkan saat ini hanya itu, kesatuan,” tambahnya.

Ujang juga berharap bahwa kedepannya rakyat atau siapapun harus menghindari kritik yang sifatnya subjektif. Menurutnya kalaupun ada syarat rekonsiliasi yang meminta untuk membebaskan ulama yang dipenjara, maka pemerintah harus membedakan konteks unsur pidana dan unsur politik. []

Baca juga:

Berita terkait
Rizieq Shihab Singgung Rekonsiliasi, Moeldoko: Tidak Perlu!
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mempertanyakan apa yang perlu direkonsiliasi dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.
Rizieq Siap Rekonsiliasi Jika Pemerintah Penuhi Syarat Ini
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengaku siap melakukan rekonsiliasi dengan Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Ini Pesan Kang Emil untuk Rizieq dan Pengikutnya
Kang Emil berharap Rizieq tidak menyebabkan kerumunan lagi. Menurutnya suatu acara bisa berlangsung menggunakan aplikasi seperti zoom atau lainnya.
0
Kata Pengamat Politik Terkait Rekonsiliasi Rizieq Shihab
Rizieq Shihab tengah menawarkan rekonsiliasi kepada pemerintahan Jokowi. Bagaiman tanggapan pengamat politik?