Kata BMKG Terkait Cuaca Panas di Indonesia

BKMG mengatkan bahwa cuaca panas di beberapa daerah di Indonesia merupakan efek dari gerak semu matahari.
Ilustrasi. (Tagar/Pixabay)

Jakarta - Sejumlah masyarakat di hampir seluruh Indonesia memperhatikan cuaca panas yang terjadi beberapa waktu terakhir. Suhu panas tak hanya terasa di siang hari, melainkan juga saat malam tiba.

Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan, pemantauan BMKG memang menunjukkan adanya peningkatan suhu tertinggi siang hari pada beberapa hari terakhir.

"Cuaca panas yang terjadi terutama dirasakan di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara," kata Hary kepada awak media, Senin, 16 November 2020.

Hary menambahkan, pada 12 November 2020, tercatat suhu lebih dari 36 derajat celcius terjadi di Bima, Sabu dan Sumbawa, dengan suhu tertinggi teramati di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima dengan suhu berada pada 37,2 derajat celcius.

"Namun catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di bulan November," ujar dia.

Dalam 1-3 hari ke dapan relatif trendnya sudah mulai kembali seperti sediakala,

Ia menjelaskan, suhu maksimum yang meningkat dalam beberapa hari setidaknya dapat disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya, pada November, kedudukan gerak semu matahari tepat di atas Pulau Jawa dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator. Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi dua kali, pada November dan April.

"Sehingga puncak suhu maksimum mulai dari Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut," tuturnya.

Selain itu, cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan. 

Sementara itu, cuaca cerah di Jakarta dalam dua hari terakhir berkaitan dengan berkembangnya siklon tropis VAMCO di Laut Cina Selatan yang menarik masa udara dan awan-awan. Fenomena itu menjadikan awan menjauhi wilayah Indonesia bagian selatan sehingga cuaca cenderung menjadi lebih cerah.

Hary memperkirakan, cuaca panas masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan. "Dalam 1-3 hari ke dapan relatif trendnya sudah mulai kembali seperti sediakala," ujar Hary.

Sebelumnya, BMKG telah membantah bahwa Indonesia mengalami gelombang panas. Pernyataan tersebut muncul setelah beredar kabar melalui aplikasi WhatsApp yang menyebut Indonesia tengah dilanda gelombang panas. []

Baca juga:

Berita terkait
Penyebab Suhu Panas Capai 33 Derajat Celcius di DIY
BMKG Yogyakarta menyebut suhu panas mencapai 33 derajat celcius bukan akibat meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Merapi.
BMKG: Suhu Udara di Aceh Capai 35 Derajat Celcius
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh menyebutkan suhu udara di Aceh saat ini mencapai 35 derajat celcius.
Penyebab Suhu Dingin Banyuwangi Saat Musim Kemarau
Meski mengalami suhu dingin, BMKG Banyuwangi juga memperingatkan akan kekeringan di musim kemarau dan diharapkan pemerintah mengantisipasi.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.