UNTUK INDONESIA
Kasus Keponakan Eks Bupati Tapteng Versi Pengacara
Kasus dugaan penculikan keponakan mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, kini ditangani Polda Sumut.
Pengacara korban penculikan ketika di Mapolda Sumatera Utara. (Foto: Tagar/Reza Pahlepi)

Medan - Ametro Adi Putra Pandiangan, 28 tahun, merupakan keponakan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara periode 2011-2016 Raja Bonaran Situmeang. Dia diduga diculik lima orang yang menggunakan mobil Toyota Avanza warna putih tanpa nomor polisi, Jumat 10 Januari 2020 lalu.

Iya, kami mendampingi korban atas nama Ametro Adi Putra Pandiangan yang diculik ajudan Bupati Tapteng.

Ametro diduga diculik ajudan Bupati Tapteng di kawasan Kelurahan Pargarutan, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapteng. Kabarnya, dia juga dianiaya, dipukul dan ditendang dalam keadaan tangan terborgol.

Pengacara Ametro yang bernama Joko Situmeang membenarkan aksi penculikan tersebut dilakukan ajudan Bupati Tapteng.

"Iya, kami mendampingi korban atas nama Ametro Adi Putra Pandiangan yang diculik ajudan Bupati Tapteng. Ini merupakan pemeriksaan pertama kliennya di Mapolda Sumut," kata Joko kepada Tagar, di Mapolda Sumut, Jumat 24 Januari 2020.

Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan ini sebelumnya telah dilaporkan ke Mapolres Tapteng. Namun akhirnya perkara itu ditarik Polda Sumut dan ditangani di Subdit III Ditreskrimum.

"Kemarin di Tapteng, sudah ada diperiksa beberapa orang saksi, kalau di sini (Mapolda Sumut) ini, merupakan pemeriksaan pertama," katanya.

Awalnya, kata Joko, kliennya diculik di tempat usahanya yang berada di Kecamatan Sorkam dan dia dipaksa masuk ke dalam mobil. Setelah itu, Ametro dibawa ke suatu tempat. Di sana, dia diminta mengeluarkan seluruh isi kantongnya celananya.

"Klien kami disuruh mengambil lipatan uang di dalam mobil. Tapi karena berfirasat tidak baik, dia menolak. Penculik itu lalu membuka lembaran uang dan didapatkan dua bungkus klip diduga berisi narkoba," katanya.

Usai rekayasa kejadian itu, Ametro mengaku ditendang dan tangannya juga diborgol. Lalu, pelaku tersebut melakukan tes urine di lokasi tersebut. Sekitar satu kemudian datang tim dari Satres Narkoba Polres Tapteng.

"Klien saya dibawa ke Mapolres Tapteng. Di situ, klien saya diamankan selama dua hari, karena hasil urine dia negatif mengandung narkoba, klien saya akhirnya dipulangkan," katanya.

Setelah kejadian itu, Ametro pun membuat pengaduan ke Mapolres Tapteng dan akhirnya sampai ke Mapolda Sumut. Pihaknya berharap polisi segera menangkap pelaku terduga penculikan tersebut.

Selain itu, pengacara juga meminta agar Polres Tapteng maupun Polda Sumut membuka kasus dua bungkus kecil diduga berisi sabu-sabu yang diduga diselipkan untuk menjebak korban.

"Dua bungkus diduga berisi narkoba itu bukan milik klien saya, kita minta kepolisian mengungkap siapa dalang dalam kasus ini, siapa pemilik barang itu dan apa motifnya," katanya.

Terpisah, Kasubdit III Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut, enggan berbicara kasus tersebut tersebut. Dia hanya berujar jika kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. []

Berita terkait
Bobby Nasution Kandidat Kuat Partai NasDem di Medan?
Dari awal sebenarnya Partai NasDem sudah memasukkan nama Bobby Nasution sebagai calon Wali Kota Medan.
Lima Kurir Sabu 56 Kg di Medan Dihukum Mati
Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman mati terhadap lima kurir narkoba jenis sabu seberat 56 kilogram.
Air Mata Ibunda Pelaku Pembunuhan Hakim PN Medan
Ibunda RF tak habis-habisnya meneteskan air mata saat proses rekonstruksi ketiga pembunuhan hakim PN Medan.
0
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Jaga Daya Beli Masyarakat
Jokowi meminta pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran agar daya beli masyarakat lekas pulih.