UNTUK INDONESIA
Kasus Joker Anies Lanjut, Ade Armando Disidik Polisi
Akademisi dari UI Ade Armando disidik kepolisian. Kasus Joker Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berlanjut.
Joker yang diperankan Joaquin Phoenix. (foto: goat.com.au)

Jakarta - Akademisi dari Universitas Indonesia Ade Armando memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait unggahan meme 'Joker' di akun media sosialnya yang dianggap mencemarkan nama baik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ade tiba di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada pukul 10.30 WIB tanpa didampingi kuasa hukumnya. Ade datang sebagai saksi terlapor.

"Saya datang ke Krimsus Polda Metro Jaya berkaitan laporan mengenai Facebook saya yang menyindir Pak Anies Baswedan sebagai joker itu," ujar Ade di Polda Metro Jaya, Rabu 20 November 2019, seperti dilansir dari Antara.

Ade ArmandoAkademisi dari Universitas Indonesia Ade Armando penuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor dalam perkara meme joker Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Antara/Fianda Rassat)

Dalam kesempatan itu Ade juga membantah kabar yang mengatakan dirinya tidak akan memenuhi panggilan polisi.

Saya nanti akan menunjukan dari mana gambar itu diperoleh, karena setelah saya periksa itu tangga 31 Oktober ya status FB saya itu.

"Tentu saja itu fitnah. Saya akan katakan selama hidup saya, setiap kali saya dipanggil oleh polisi saya selalu datang dan saya selalu percaya profesionalisme kepolisian," ujar dia.

Saat ditanya mengapa dirinya tidak didampingi kuasa hukum, Ade mengatakan kuasa hukumnya belum datang namun tidak mempermasalahkannya karena panggilan ini hanya untuk klarifikasi.

"Belum datang mungkin ya, tapi kan ini baru klarifikasi ya. Kalau masih level klarifkasi tampa kuasa hukum tidak apa-apa, tapi beliau akan datang," kata dia.

Ade juga membawa sejumlah alat bukti terkait kasus tersebut untuk diperlihatkan kepada penyidik.

"Saya nanti akan menunjukan dari mana gambar itu diperoleh, karena setelah saya periksa itu tangga 31 Oktober ya status FB saya itu. Itu saya duga karena saya nggak pasti apakah gambar itu saya upload, itu saya ambil dari galeri foto yang saya miliki mungkin saya ambil dari salah satu gambar yang tersimpan di sana tanggal 31 Oktober," jelas Ade.

Meme Anies BaswedanMeme Joker Anies diunggah Ade Armando. (Foto: Facebook/Ade Armando)

Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Fahira Idris melaporkan Ade Armando ke Polda Metro Jaya, karena mengunggah foto Anies Baswedan dengan wajah diedit menjadi tokoh Joker pada akun Facebook.

Selain foto editan tersebut, Fahira juga mengatakan foto tersebut disertai narasi yang diduga mencemarkan nama baik Anies Baswedan.

"Foto itu juga diunggah dengan kata-kata atau narasi yang mengarah pada pencemaran nama baik yakni "Gubernur Jahat Berawal dari Menteri yang Dipecat," tutur Fahira.

Dalam laporan ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Fahira membawa sejumlah barang bukti, antara lain tangkapan layar dari unggahan akun Facebook Ade Armando

Laporan Fahira tersebut terdaftar dalam nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 1 November 2019.

Adapun Pasal yang disangkakan dalam laporan tersebut adalah Pasal 32 Ayat 1 Jo Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. []

Berita terkait
Dikembalikan, Laporan Ade Armando ke Fahira Ditolak?
Polda Metro Jaya mengembalikan laporan pakar komunikasi Universitas Indonesia Ade Armando terhadap anggota DPD RI Fahira Idris.
Fahira Idris Dicecar Soal Kasus Joker Ade Armando
Anggota DPD RI Fahira Idris diperiksa polisi dengan 13 pertanyaan di Polda Metro Jaya, Jumat, 8 November 2019.
Rekayasa Mata Novel Baswedan Sensasi Dewi Tanjung
Gerakan politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung melaporkan dugaan rekayasa mata Novel Baswedan ke polisi dinilai sekadar mencari sensasi.
0
Peti Jenazah Saat Pandemi Covid-19 di Yogyakarta
Saat pandemi Corona ini, banyak pasien atau orang yang meninggal di rumah sakit saat diantar ke rumah duka atau pemakaman sudah dalam peti jenazah.