UNTUK INDONESIA
Kasus Harian Tertinggi Covid-19 Dunia di Amerika
Laporan kasus harian Covid-19 tertinggi di dunia dilaporkan Amerika Serikat dengan jumlah kasus 77.145 yang diikuti oleh Brasil dengan kasus 65.339
Wally Thomas dari Lake Forest (tengah), dan Denean MacAndrew dari Mission Viejo memprotes penutupan gereja di saat pandemi Covid-19 di Pier Plaza di Huntington Beach, California, AS, 9 Mei 2020. (Foto: latimes.com/Raul Roa/Los Angeles Times)

Jakarta – Ternyata sesumbar Presiden AS (Amerika Serikat), Donald Trump, yang mengatakan tidak ada kesempatan bagi virus corona menginfeksi warganya jadi bumerang bagi Negeri Paman Sama itu. Pandemi atau wabah virus corona baru (Coronavirus Disease 2019/Covid-19) di AS menginfeksi 4.247.424 warga negara itu. Kasus harian tertinggi Covid-19 di dunia juga dilaporkan AS.

Bukan hanya jumlah kasus yang banyak yang menempatkan AS terus bertahan di puncak pandemi Covid-19 global, tapi laporan harian kasus baru Covid-19 juga tercatat paling sering dilaporkan AS. Laporan situs independen, worldometer, tanggal 25 Juli 2020, pukul 07.09 WIB, menunjukkan jumlah kasus harian yang dilaporkan AS sebanyak 77.145. Sebelumnya, tanggal 17 Juli 2020, AS juga melaporkan 74.987 kasus harian baru.

Celakanya, banyak warga AS yang justru tidak percaya pandemi Covid-19 dengan mengatakan bahwa Covid-19 adalah kebohongan besar dan berita tentang Covid-19 adalah hoaks yang justru mereka anggap sebagai virus.

ilus2 covid laporan asUnjuk rasa warga AS, di California, April 2020, yang sebut Covid-19 kebohongan. (Foto: m.washingtontimes.com).

Rakyat Amerika di beberapa negara bagian pun melakukan unjuk rasa besar-besaran bulan April 2020 memaksa lokcdown dibuka. Padahal, sebelum lockdown warga AS tidak mengindahkan protokol kesehatan. Mereka tetap berkumpul di banyak tempat, piknik ke pantai dan antri dengan jarak fisik tapi tidak pakai masker. Maklum, Presiden Trump menolak memakai masker.

Laporan kasus harian Covid-19 terbanyak di AS hanya bisa diimbangi oleh Brasil yang melaporkan kasus harian sebanyak 65.339 tanggal 22 Juli 2020. Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, setali tiga uang dengan Presiden Trump yang sesumbar merendahkan ancaman pandemi Covid-19 dengan mengatakan bahwa infeksi virus corona hanya ‘flu ringan’ sehingga efeknya tidak lebih buruk daripada infeksi virus flu.

Unjuk rasa rakyat Brasil pendukung Presiden Jair yang menuntut pembukaan lockdowan disetujui Presiden Jair. Dia pun memecat menteri kesehatan dengan alasan lockdown merusak perekonomian Negeri Samba itu. Laporan terakhir menunjukkan kasus Covid-19 di Brasil dengan kematian. Jumlah kasus dan kematian ini menempatkan Brasil di peringkat ke-2 dunia.

Kasus Covid-19 di AS, Brasil dan juga Rusia serta beberapa negara lain yang menyepelakan ancaman pandemi Covid-19 ternyata jadi bumerang bagi negara-negara itu. Seperti diingatkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) negara-negara yang tidak menjalankan tes, tracing dan isolasi secara bersamaan akan menghadapi masalah besar pandemi Covid-19 di masa depan.

Bagaiman dengan kita (Indonesia)? Biar pun laporan harian hanya seribuan dan paling banyak dua ribuan lambat-laun jumlah kasus per 24 Juli 2020 pukul 12.00 WIB mendekati 100.000 yaitu 95.418. Indonesia ada di peringkat ke-24 global. []

Berita terkait
Covid-19 Amerika Serikat Kematian Tembus 100.000
Amerika Serikat catat rekor kematian terkait pandemi Covid-19 tembus angka 100.000, sedangkan dari jumlah kasus AS tetap di puncak pandemi dunia
Covid-19 Amerika Serikat Jumlahnya Tembus 3,5 Juta
Biar pun kasus Covid-19 di Amerika Serikat sudah tembus 3,5 juta, tepatnya 3.511.994, tapi sebagian warga AS anggap Covid-19 sebagai kebohongan
Covid-19 Amerika Selatan Meledak di Beberapa Negara
Kasus Covid-19 di beberapa negara di Amerika Selatan menunjukkan pertambahan yang besar, bahkan Brasil jadi episentrum Covid-19 di Amerika Selatan
0
Kota-kota yang Memanjakan Pengguna Sepeda di Uni Eropa
Beberapa kota di Eropa membangun jalur agar ramah bagi sepeda sehingga memanjakan pesepeda yang juga ramah lingkungan