UNTUK INDONESIA
Kasus Corona DKI Melambat, Anies: Cermin Kebijakan Kita
Anies Baswedan mengklaim melambatnya grafik positif corona di Jakarta disebabkan kebijakan yang diterapkannya di Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) didampingi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang juga Kepala BNPB Doni Monardo (kanan) di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2020. (Foto: Antara/Dewanto Samodro/wsj)

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan terjadi perlambatan angka kasus positif virus corona atau Covid-19 di wilayahnya. Anies mengklaim melambatnya grafik positif corona di Jakarta disebabkan kebijakan yang diterapkannya di Ibu Kota. 

"Angka yang kita lihat hari ini menceriminkan kebijakan kita dua minggu lalu," kata Anies dalam pertemuan daring bersama sekitar 129 pimpinan perusahan mulitnasional dan asosiasi bisnis di Jakarta, Selasa, 28 April 2020.

Pada minggu kedua nanti kita tidak hanya melihat stagnan tapi juga melihat penurunan.

Meski demikian, Anies tak ingin memberi janji kapan Jakarta mengakhiri masa pagebluk. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini hanya memperkirakan kasus Covid-19 bakal menurun setelah kurva kasusnya stagnan hari-hari ini.

"Kalau kita melihat stagnan sekarang, pada minggu kedua nanti kita tidak hanya melihat stagnan tapi juga melihat penurunan," ujarnya.

Baca juga:

Informasi perlambatan jumlah kasus di Jakarta sebelumnya diumumkan oleh Ketua Tim Gugus Penanggulangan Covid-19 Doni Munardo kemarin. Doni mengatakan kurva kasus harian di Ibu Kota dalam mengalami stagnan.

"Khusus DKI Jakarta perkembangan terakhir kasus positif telah alami perlambatan yang pesat dan saat ini telah mengalami flat dan kita doakan semoga tidak terlalu banyak kasus positif yang terjadi," kata Doni usai rapat terbatas melalui siaran telekonference, Jakarta, Senin, 28 April 2020.

Ruang ICUIlustrasi pasien yang meninggal akibat Covid-19 di unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit. (Foto: Antara/Reuters/Giorgos Moutafis)

Menurut Doni, perkembangan ini menunjukkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) berjalan efektif di Jakarta. Gubernur Anies, kata Doni, juga telah melaporkan pertanda baik ini kepada Presiden Jokowi.

Grafik harian pada situs corona.jakarta.go.id pada 15 April, misalnya, menunjukkan penambahan kasus positif hingga 223. Jumlah ini tertinggi sejak Covid-19 memasuki Jakarta bulan lalu.

Namun setelah itu, jumlah kasus harian melandai. Tiga hari kemudian, penambahan jumlah positif hanya berjumlah 79.

Sempat kembali menanjak pada 21 April namun menurun lagi hari demi hari hingga Jumat, 24 April menjadi 99. Setelah itu, kurva kasus relatif stagnan hingga hari ini, 28 April 2020.

Jika penurunan terjadi pada dua pekan kemudian, kata Anies, jalan keluar dari masa pandemi semkin terbuka lebar. “Dan itu yang kita harapkan," kata Anies.

Berita terkait
Anies Bikin 3 Kebijakan Keringanan Pajak Selama PSBB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan tiga kebijakan yang meringankan pajak di tengah penerapan PSBB.
Survei: Anies Baswedan Paling Dipuji Tangani Covid-19
Lembaga survei Median menempatkan Anies Baswedan sebagai kepala daerah paling dipuji dalam tindakannya memutus penyebaran corona.
Masalah Bansos DKI, Tito Minta Ahmad Riza Bantu Anies
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengawasi distribusi bansos dengan dibantu Ahmad Riza Patria.
0
Cari Daun Randu, Tukang Las di Kediri Tewas Kesetrum
Tukang las di Kediri tewas kesetrum setelah secara tidak sengaja menyentuh kabel listrik saat akan memangkas pohon randu.