UNTUK INDONESIA
Kapolsek Terenyuh Bayi Cantik Dibuang di Sleman
Bayi cantik dibuang di Sleman menjadi perhatian warga setempat. Kapolsek Ngemplak sampai terenyuh saat menggendong bayi yang tidak berdosa itu.
Kapolsek Ngemplak Kompol Wiwik Haritulasmi saat menggendong bayi (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Sleman - Orang tua mana yang tega membuang bayi mungil diperkirakan baru berusia 3 hari ini. Bayi berjenis kelamin perempuan itu ditemukan dalam kondisi masih hidup di kardus yang ditaruh di pinggir jalan Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Ketua RW 06 Umburmartani, Ngemplak Teguh Rahayu Slamet 61 tahun, mengatakan bayi perempuan itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang mahasiswa yang melihat sebuah kotak kardus mencurigakan. Kardus Indomie tersebut ditaruh tidak jauh dari rumahnya.

Setelah mendapatkan informasi, Teguh langsung menuju lokasi untuk memastikan isi dari kardus tersebut. Ternyata kardus yang berada di sebelah jalan aspal berbeton semen dekat sungai itu berisi bayi perempuan. Bayi malang tersebut saat ditemukan dibalut selimut warna merah, putih dan hitam.

"Ada mahasiswa yang lapor ke saya Pak itu di sana ada kardus apa. Setelah itu saya langsung meluncur ke TKP ternyata isinya bayi yang cantik, putih dan mancung," kata Teguh kepada wartawan saat menceritakan awal mula menemukan bayi tersebut, Senin 20 Januari 2020.

Teguh mengaku kaget setelah tahu apa isi dari kotak kardus itu. Bayi yang diperkirakan berumur tiga hari tersebut saat ditemukan warga setempat dalam keadaan normal dan sehat.

Teguh bersama warga mengevakuasi bayi perempuan dan membawa ke Puskesmas di Ngemplak untuk mengecek bagaimana kondisi kesehatan bayi. "Alhamdulillah setelah diperiksa bayi itu sehat beratnya sekitar 2,5 kilogram," katanya.

Bahkan saya sendiri yang mengganti popoknya, saya menangis saat mengganti popoknya. Mungkin karena hati nurani saya yang juga seorang ibu.

Kapolsek Ngemplak Komisaris Polisi Wiwik Haritulasmi mengungkapkan setelah mendapat laporan warga, tidak ingin berlama-lama langsung menuju TKP dan melihat langsung temuan bayi yang menjadi pusat perhatian warga setempat.

"Memang benar ada kejadian penemuan bayi perempuan. Secara fisiknya kira-kira dilahirkan 3 hari yang lalu. Banyinya sangat cantik sekali seperti kebule-bulean hidungnya mancung bibirnya tipis," ucap Kompol Wiwik di Puskemas.

Sebagai seorang perempuan, Kompol Wiwik pun tersentuh hatinya ketika menggendong bayi perempuan tidak berdosa itu. Selain bayi, di dalam kardus terdapat popok bayi yang diduga orang tua bayi berharap ada orang menemukan bayi tersebut dan merawatnya.

"Di dalam kardus hanya ada popok. Bahkan saya sendiri yang mengganti popoknya, saya menangis saat mengganti popoknya. Mungkin karena hati nurani saya yang juga seorang ibu," ucapnya.

Kompol Wiwik telah memerintahkan jajarannya untuk melacak keberadaan orang tua bayi yang tega membuangnya. Jika ditemukan, maka pelaku akan ditindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Ada saksi yang melihat sepeda motor mondar-mandir di lokasi kejadian. Kemudian mungkin mereka menaruh itu prediksi saya seperti itu. Jadi kami masih olah TKP untuk mencari siapa yang membuang bayi ini," kata Wiwik. []

Baca Juga:

Berita terkait
Raja Keraton Agung Sejagat Kubur Bayi di Sleman
Raja dan permaisuri pernah mengubur bayi di rumah kontrakan di Sleman. Bayi itu berusia 4-5 bulan. Warga membongkar kuburan itu.
Mayat Bayi Ditemukan Tersangkut Dipintu Air Makassar
Sesosok mayat bayi ditemukan tersangkut di pintu air kanal di kota Makassar, Sabtu 11 Januari 2020.
Benda di Kos Putri Makassar Ternyata Bukan Orok Bayi
Benda yang diduga mirip orok bayi yang ditemukan di kota Makassar ternyata bukan orok bayi, melainkan orok mamalia, (not human).
0
Banjir Bandang di Lombok Timur Surut
BPBD masih melakukan koordinasi dan upaya penanganan darurat pasca banjir bandang yang terjadi di Lombok Timur.