Kalau Inggrid Kansil Dipanggil Polisi Terkait Foto Hoaks Ratna, Dorce Siap Menemani

Kalau Inggrid Kansil dipanggil polisi terkait foto hoaks Ratna, Dorce siap menemani. 'Kita kan bukan nyebar hoaks, kita korban.'
Inggrid Kansil (kanan) dan Dorce Gamalama (kiri) akhirnya bertemu, Sabtu sore (6/10/2018) di kawasan Kemang Jakarta untuk meluruskan rasa tidak enak di antara mereka yang diakibatkan foto hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet. (Foto: Instagram/Inggrid Kansil)

Jakarta, (Tagar 6/10/2018) - Inggrid Kansil istri Syarief Hasan kader Partai Demokrat menyatakan siap bertanggung jawab jika ada pihak lain yang melaporkannya ke polisi terkait foto dukungannya untuk Ratna Sarumpaet yang sempat diunggah dan menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam klarifikasi yang disampikan Inggrid, Sabtu (6/10) dilansar Antara ia mengaku melakukan hal tersebut sebagai reaksi spontan saat melihat kondisi Ratna Sarumpaet yang pada awalnya mengaku sebagai korban penganiayaan, kendati pada akhirnya terkuak jika Ratna Sarumpaet melakukan kebohongan.

"Insya Allah sebagai warga negara yang baik tentu harus taat hukum. Saya harus datang kalau memang ada yang melaporkan," ucap Inggrid Kansil di kawasan Kemang, Jakarta, Sabtu.

Baca juga: Dorce Dijebak Inggrid Kansil, Disuruh Pegang Foto Ratna Sarumpaet

Di kesempatan yang sama, Dorce Gamalama mengatakan bahwa mereka berdua adalah korban dari kabar bohong (hoaks) yang diberikan Ratna Sarumpaet.

"Masa' masalah begini saja dilaporin. Kita kan bukan nyebar hoaks. Justru kita korban loh," kata Dorce Gamalama.

Dorce juga siap menemani jika nantinya ada pihak yang melaporkan Inggrid ke polisi atas polemik ini.

"Kalau misalnya Mbak Inggrid dipanggil, saya juga dipanggil. Tenang saja Mbak, saya temani. Insya Allah dengan pertemuan kita, ini adalah akhir dari cerita," pungkas Dorce.

Dorce Inggrid Ratna SDorce mengaku dijebak Inggrid Kansil, disuruh memegang foto wajah bengkak Ratna Sarumpaet yang awalnya dikabarkan sebagai akibat penganiayaan, ternyata efek sedot lemak pipi seperti pengakuan Ratna Sarumpaet. (Foto: Twitter/@intanalyze)

Baca juga: Inggrid Kansil Tidak Menjebak Dorce Berfoto dengan Wajah Bengkak Ratna

Pada Sabtu sore (6/10) Inggrid Kansil dan Dorce Gamalama akhirnya membuat pertemuan di kawasan Kemang, Jakarta, untuk meluruskan masalah yang ditimbulkan foto hoaks Ratna Sarumpaet. 

Inggrid Kansil mengunggah video pertemuannya dengan Dorce tersebut ke akun Instagramnya. Bersama unggahan video itu Inggrid menuliskan catatan sebagai berikut:

"Melihat semakin berkembangnya berita simpang siur yang menimbulkan asumsi-asumsi yang semakin liar, saya bersama Bunda Dorce memutuskan untuk melakukan klarifikasi melalui Press Conference bersama kawan-kawan media guna kejelasan maksud dan tujuan sesungguhnya agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlanjut.

Meskipun sesungguhnya kami melihat bahwa ada banyak hal lebih penting dengan urgensi yang lebih besar untuk diketahui dan dikembangkan pemahamannya bagi masyarakat. 

Namun Demikian, seperti yang sudah saya sampaikan sebelumnya melalui media sosial Instagram, bahwa postingan foto saya bersama Bunda Dorce dengan memegang pamflet dukungan atas kekerasan yang dialami oleh Ibu Ratna Sarumpaet sama sekali tidak ada kaitan politis ataupun pesanan kepentingan suatu pihak melainkan murni kepedulian saya terhadap nurani sesama perempuan yang mengalami ketidakadilan. 

Adapun perlu saya sampaikan dan tekankan bahwa kegiatan kepedulian serta bentuk solidaritas saya kepada kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan bukan sekali ini saja terjadi namun jauh sebelum kasus ini, selama saya menjadi Anggota Dewan yang diamanahkan rakyat untuk mewakili suara kaum perempuan dan anak di Komisi 8. 

Saya juga merasa kecewa ketika pada akhirnya diketahui bahwa kasus kekerasan tersebut hanyalah kebohongan publik semata. Saya pun mengecam keras segala bentuk penyebaran berita hoaks oleh pihak mana pun apalagi hingga menimbulkan keributan dan menciptakan keresahan masyarakat. 

Biarlah kemudian aparat hukum yang menyelesaikan kasus ini dan marilah kita semua semakin cermat untuk terus bijaksana di dalam memahami berita dan memilah informasi dari media sosial dewasa ini." []

Berita terkait
0
11 Orang Terduga Teroris Merauke, Jaringan Pengebom Gereja Makassar
Polri berhasil menangkap total 11 terduga teroris di Marauke yang merupakan anggota jaringan Anharut Daulah dan terlibat pengeboman Makassar.