UNTUK INDONESIA
Kakak Beradik di Surabaya Jadi Komplotan Begal Sadis
Kakak beradik ini nekat menjadi begal karena tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya yang seorang PNS di Bangkalan, Jawa Timur.
Polrestabes Surabaya merilis dua pelaku begal yang merupakan kakak beradik di Mapolrestabes Surabaya, Senin 13 Januari 2020. (Foto: Tagar/Haris D Susanto)

Surabaya - Polrestabes Surabaya menangkap dua pemuda asal Labang, Bangkalan, Madura yang kerap melakukan tindak kejahatan jalanan, alias begal di Surabaya. Keduanya adalah SM 21 tahun dan IH, 24 tahun.

Komplotan begal ini merupakan kakak-beradik yang merupakan anak salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bangkalan. Namun aksi kedua sudah ditangkap oleh unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kami tangkap di rumahnya saat subuh, Jumat 10 Januari 2020.

Kanit Jatanras, Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Iwan Hari Purwanto mengatakan saat beraksi, komplotan ini tidak segan melukai korban. Bahkan polisi juga harus menembak kaki pelaku saat melakukan penangkapan.

"Kami tangkap di rumahnya saat subuh, Jumat 10 Januari 2020. Namun begitu ditangkap mereka berusaha kabur dan terpaksa kami lakukan tindakan tegas untuk melumpuhkan tersangka," kata Iwan di Polrestabes Surabaya, 13 Januari 2020.

Iwan menjelaskan, kedua pelaku ini tega melakukan aksi begal, lantaran tak pernah dikasih uang jajan oleh ayahnya, yang menurut pengakuan kedua tersangka ini adalah salah satu PNS.

"Mereka bilang tidak pernah lagi dikasih uang jajan oleh orang tuanya dan terpaksa melakukan begal motor," imbuh dia.

Berdasarkan pengakuan tersangka, Iwan mengatakan kedua pelaku kerap melakukan kejahatan dengan membawa senjata tajam berupa celurit dan pisau.

Apalagi menurut Iwan, kedua pelaku ini membawa senjata hanya untuk menakuti korban. Kalau korban sudah takut dan turun dari kendaraan, langsung motor mangsanya dibawa kabur.

"Mereka menakut-nakuti korbannya menggunakan celurit hingga salah korban ketakutan karena diancam. Sementara ini belum ada laporan korban luka akibat aksi pelaku. Kami kroscek dengan keterangan pelaku memang membawa sajam dan hanya untuk menakuti-nakuti korbannya," ujar dia.

Iwan menyebut masih ada satu orang lagi yang termasuk dalam komplotan ini yang masih dalam pengejaran. Karena saat penangkapan pelaku ini berhasil kabur.

"Dua pelaku ini eksekutor. Masih ada satu lagi yang bagian menjual barang hasil kejahatan yang dalam pengejaran kami," ucap dia.

Sementara itu, pelaku IH mengaku, uang hasil begal motor di Surabaya digunakan untuk berfoya-foya. Bahkan, ia memiliki kekasih di salah satu diskotik wilayah Surabaya Selatan yang membuatnya gelap mata hingga nekat menjadi begal.

"Saya suka minum-minum sama bagi-bagi uang dengan cewek di tempat hiburan. Ya uang hasil jualan motor curian, saya buat itu," kata Irsal.

Irsal mengaku awalnya ia diajak oleh adiknya sendiri, SM, untuk beraksi begal motor di beberapa wilayah Surabaya. Sudah ada tiga tempat kejadian yang disasar oleh kedua tersangka di Surabaya yakni di Manyar, Warugunung dan Sukolilo.

"Baru beraksi di tiga tempat. Saya hanya diajak adik saya melakukan aksi begal ini," ujar Irsal.

Sementara Kedua pelaku kini dikenakan Pasal 365 KUHP dengan ancaman penjara selama 9 tahun penjara. []

Berita terkait
Pilkada Surabaya, Mantan Ketua TKD Jokowi Dekati PAN
Bacawali Surabaya Machfud Arifin mendekati PAN untuk melengkapi dukungan parpol 20 persen untuk maju di Pilkada Surabaya.
Polda Jatim Selidiki Senpi KKB Papua dari Lumajang
Polda Jawa Timur menindaklanjuti laporan dari Polda Papua yang menyebut senpi rakitan yang digunakan KKB Papua dibuat di Lumajang, Jawa Timur.
Memalaki Ojol, Kakek di Kota Malang Diamankan Polisi
Kakek DI diamankan Polresta Malang Kota karena memalak pengemudi ojek online (ojol) di depan pertokoan Malang Town Square.
0
Pengakuan Menantu Bunuh Sadis Mertua‎ di Pemalang
Pembunuhan menantu terhadap mertua di Pemalang terungkap jelas. Sang menantu akhirnya membeber penyebab ia menggorok leher mertuanya.