UNTUK INDONESIA
Kajari Sibolga Didemo, Warga Tagih Kasus Dana Desa 2018
BWarga Tapteng meminta Kajari Sibolga menindaklanjuti penyelewengan dana desa tahun 2018.
Warga Sorkam, Tapanuli Tengah kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kejari Sibolga, Senin 5 Agustus 2019. (Foto: Tagar/Dody Irwansyah)

Sibolga - Warga Desa Pahieme Satu, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, kembali melakukan aksi demo di depan gedung Kejaksaan Negeri Sibolga, Senin 5 Agustus 2019.

Koordinator aksi, Baginda Simanungkalit, meminta Kepala Kejari (Kajari) untuk menindaklanjuti laporan pada 19 September 2018 lalu, tentang penyelewengan dana desa yang diduga dilakukan oknum Kepala Desa Pahieme Satu.

"Kepada Pak Kajari, tolong ditindaklanjuti pengaduan kami, tentang penggunaan dana desa tahun anggaran 2018 yang diduga sarat dengan praktik penyelewengan yang berdampak pada kerugian negara," kata Baginda dalam orasinya.

Baginda menambahkan, penggunaan anggaran badan usaha milik desa (Bumdes) diduga tidak tepat, dan tidak transparan, terutama mengenai total anggaran yang dikeluarkan dari anggaran dana desa.

Aparat desa sudah dimintai keterangan

Menurut dia, kejelasan manajemen Bumdes diduga tidak sesuai dengan tata kelola. Seolah-olah milik pribadi. Kemudian tidak pernah dijelaskan kepada warga berapa anggarannya, sementara desa lain membuat pagu dana.

"Kami memohon betapa puasnya kami jika Bapak memberi jawaban, Bapak pun tidak langsung jadi Kajari, pasti dari masyarakat dan gaji Bapak pun dari kami masyarakat, kami akan menunggu, berapa lama pun waktu Bapak berikan jawaban, akan kami tunggu," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kajari Sibolga Timbul Pasaribu mengatakan, pihaknya sudah menerima dan telah menindaklanjuti laporan tersebut.

"Aparat desa sudah dimintai keterangan, karena ada kewajiban kami untuk sebelum melakukan tindakan lebih lanjut, minta auditor dari inspektorat dan itu sudah kami laksanakan," kata Timbul, usai melakukan pertemuan dengan warga desa di kantor Kejari Sibolga.[]

Baca juga:


Berita terkait
0
25 Bal Ganja Aceh, Gagal Beredar di Palembang
Satuan Reserse Narkoba Polres Langkat berhasil menggagalkan peredaran 25 bal ganja asal Aceh ke Palembang.