UNTUK INDONESIA

Kabar Gembira, Bayi Badak Putih Lahir di Taman Safari Bogor

Seekor bayi Badak Putih lahir di Taman Safari Bogor berkat ketekunan seorang perawat satwa, berikut kisah selengkapnya.
Bayi badak putih betina bernama ‘Azsyifa’ lahir di Taman Safari Bogor. (Foto: Tagar/Taman Safari Bogor)

Bogor – Seekor bayi Badak Putih (Ceratotherium simum) telah lahir di Taman Safari Bogor pada Selasa, 26 Januari 2021. Kabar gembira ini, membuat ketekunan seorang keeper (perawat satwa) di Taman Safari Bogor bernama Poniran (45 tahun) terbayar sudah.

Poniran, bekerja untuk Taman Safari Bogor sejak tahun 1990. Berkat ketekunannya merawat induk badak putih, hewan tersebut bisa melahirkan dengan sukses. Bahkan, Poniran menjadi saksi saat bayi badak putih ini ladir dengan normal pukul 09.35 WIB.

Badak putih termasuk satwa yang hampir terancam punah. Jadi, sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan melestarikan spesies ini agar terhindar dari kepunahan.

Bayi ini merupakan keturunan dari indukan bernama Chuma, dan pejantan bernama Merdeka yang lahir dengan berat sekitar 50 kilogram dan tinggi 50 centimeter. Kelahiran ini merupakan yang keempat di Taman Safari Indonesia (TSI) Group.

Bayi Badan Putih AzsyifaBayi badak putih betina bernama ‘Azsyifa’ lahir di Taman Safari Bogor. (Foto: Tagar/Taman Safari Bogor)

Dengan kelahiran bayi badak putih berjenis kelamin betina tersebut, maka Taman Safari Bogor memiliki 5 ekor badak putih saat ini, yang terdiri dari 2 ekor jantan dan 3 ekor betina. Kelahiran satwa darat terbesar kedua setelah gajah di Lembaga Konservasi eks-situ ini, menjadi kebanggaan tersendiri bagi Taman Safari Indonesia (TSI) Group.

“Kebanggaan ini bukan hanya milik keeper ataupun tim medis Taman Safari Bogor, tapi juga kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dan dunia. Karena badak putih termasuk satwa yang hampir terancam punah. Jadi, sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan melestarikan spesies ini agar terhindar dari kepunahan,” ungkap Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Group, Jansen Manansang.

Kini, bayi badak putih betina yang diberi nama ‘Azsyifa’ tersebut masih berada dalam pantauan yang cukup ketat oleh tim medis Taman Safari Bogor. Azsyifa pun, masih menyusu ke induknya tiap 30 menit.

Untuk menambah nutrisi bagi tubuhnya, Azsyifa diberi pakan tambahan berupa kacang-kacangan, wortel, dedaunan, pisang serta rerumputan sebanyak 100 kg per-harinya. Bayi Badak Putih ini, dipantau dengan rutin oleh 5 orang keeper (perawat satwa) yang melakukan penjagaan pada siang dan malam secara bergiliran.

Bahkan, perawatan ekstra sudah dilakukan jauh sebelum Azsyifa dilahirkan, terutama saat induknya, Chuma melakukan perkawinan dengan Merdeka selama kurang lebih 1 minggu. Rata-rata, perkawinan tersebut berlangsung selama 30 menit yang berlangsung pada Juni 2019.

Dua bulan setelah masa kawin, dilakukan pengamatan dengan menggunakan alat USG. Dari sinilah, diketahui bahwa Chuma positif hamil dan langsung mendapatkan perawatan ekstra dan tambahan pakan untuk menunjang kehamilannya.

Sementara nama Azsyifa, diberikan pada penghujung tahun 2020. Kehadirannya menjadi istimewa, lantaran menjadi badak putih ke-7 yang lahir di Taman Safari Indonesia (TSI) Group selama 75 tahun Indonesia merdeka. Selain itu, menjadi kabar yang menggembirakan di tengah pandemi Covid-19 yang tengah melanda Indonesia.

Bayi badak putih betina ‘Azsyifa’Bayi badak putih betina bernama ‘Azsyifa’ lahir di Taman Safari Bogor. (Foto: Tagar/Taman Safari Bogor)

“Semoga dengan kabar gembira ini, akan menjadi penyemangat bagi segala lapisan masyarakat untuk bisa bangkit menghadapi tahun 2021 yang lebih cerah, serta bisa berkunjung #timetosafari untuk menyapa Azsyifa yang lucu dan menggemaskan di Taman Safari Bogor,” ungkap General Manager Taman Safari Bogor, Emeraldo Parengkuan.

Kelahiran Azsyifa, juga menjadi bukti kesuksesan Taman Safari Indonesia (TSI) Group dalam menjalankan perannya sebagai Lembaga Konservasi.

“Di tengah pandemi Covid-19, Taman Safari Indonesia Group tetap membuktikan komitmennya dalam konservasi satwa. Azsyifa adalah salah satu buktinya. Ke depannya, kami akan tetap terus konsisten dalam menjalankan konservasi satwa-satwa yang terancam punah. Jadi, tetap dukung kami di tahun yang baru ini dan tahun-tahun mendatang,” tegas Jansen Manansang.

Adapun Taman Safari Bogor, merupakan lembaga konservasi pertama di Taman Safari Indonesia (TSI) Group yang berdiri sejak tahun 1986 di atas lahan dengan luas lebih dari 265 hektar. Taman Safari Bogor menjadi awal mula berkembangnya unit TSI Group lainnya, seperti Taman Safari Prigen, Bali Safari Park, Batang Dolphins Center, dan Jakarta Aquarium.

Taman Safari Bogor kini menampung lebih dari 2.500 satwa yang tak hanya berasal dari Indonesia saja, tapi juga dari berbagai negara, termasuk sepasang Giant Panda bernama Cai Tao dan Hu Chun dari Tiongkok. []

Berita terkait
Persiapan Taman Safari Bogor Menghadapi New Normal
Taman Safari Bogor telah mempersiapkan berbagai upaya untuk menghadapi new normal di tengah pandemi Corona. Berikut ulasannya.
Pasca Teror Tsunami Badak Bercula Satu Punah?
Hingga saat ini belum ada yang mengetahui secara pasti, apakah badak jawa turut menjadi korban keganasan tsunami.
Terharu, Badak Putih Jantan Terakhir di Dunia Akhirnya Mati
Kesehatan, Sudan memburuk dalam beberapa hari terakhir. Sudan yang berusia 45 tahun telah dirawat karena masalah terkait usianya yang sudah tua.
0
Kabar Gembira, Bayi Badak Putih Lahir di Taman Safari Bogor
Seekor bayi Badak Putih lahir di Taman Safari Bogor berkat ketekunan seorang perawat satwa, berikut kisah selengkapnya.