UNTUK INDONESIA
Juventus Vs Sassuolo, Antara Ronaldo dan Dybala
Pelatih Juventus Maurizio Sarri menghadapi dilema memainkan Paulo Dybala atau Gonzalo Higuain bersama Cristiano Ronaldo saat melawan Sassuolo.
Pelatih Juventus Maurizio Sarri (kiri) menghadapi dilema memainkan Paulo Dybala atau Gonzalo Higuain bersama Cristiano Ronaldo (kanan) saat melawan Sassuolo. Juve menjamu rivalnya di Stadion Allianz di kompetisi Serie A Italia, Minggu 1 Desember 2019. (Foto: national.ae)

Jakarta - Bintang Juventus Cristiano Ronaldo telah pulih dari cedera lutut. Namun pelatih Maurizio Sarri menghadapi dilema karena Paulo Dybala juga tengah mencapai puncak performa. Hanya duet Ronaldo dan Gonzalo Higuain bakal menjadi pilihan pertama saat menghadapi Sassuolo dalam lanjutan kompetisi Serie A Italia di Stadion Allianz, Minggu 1 Desember 2019. 

Dybala mencetak gol tunggal saat Juve menang 1-0 atas Atletico Madrid di Liga Champions. Kemenangan yang mengukuhkan posisi I Bianconeri di puncak klasemen Grup D. 

Di laga itu, Ronaldo juga sudah bisa dimainkan. Sebelumnya, kapten tim nasional Portugal ini diistirahatkan karena kondisi lututnya yang masih bermasalah. Meski dirinya selalu tampil di kualifikasi EURO 2020, namun Sarri tak mau mengambil risiko cedera Ronaldo kambuh.

Mulai saat ini kami harus bisa menunjukkan kemampuan terbaik dari apa yang sudah kami capai. Kami harus lebih konsisten 

Tanpa Ronaldo, duet Argentina, Dybala dan Higuain, pun tak maksimal. Hanya saat melawan Atletico, Dybala diduetkan dengan Ronaldo. Selanjutnya, Higuain diturunkan di babak kedua menggantikan Dybala. 

Kini, Higuain kemungkinan menjadi starter bersama Ronaldo. Setidaknya striker yang musim lalu bermain di Chelsea ini lebih bugar dan siap tampil melawan Sassuolo. 

"Ronaldo memang tidak dalam performa terbaik. Tetapi kehadiran dia memberi nilai lebih bagi tim. Namun jangan lupakan Higuain dan Dybala yang tengah mencapai performa terbaik," ujar bek Leonardo Bonucci.

Menunjukkan Konsistensi

Juve memang masih menunjukkan konsistensi meski sempat mengalami kesulitan meraih kemenangan. Mereka memenangi enam laga terakhir di berbagai kompetisi, empat di antaranya di kompetisi domestik sehingga bisa mempertahankan posisinya di puncak klasemen dengan memiliki 35 poin. 

Hanya, La Vecchia Signora masih dibayangi Inter Milan. Apalagi, Inter terpaut satu poin sehingga mereka siap merebut posisi puncak yang pernah dikuasainya di pekan-pekan awal liga. 

Juve memang diunggulkan di laga kandang melawan Sassuolo. Apalagi, mereka memiliki rekor sempurna setiap kali menjamu rivalnya yang saat ini berada di peringkat 14 dengan poin 14. Dari enam pertandingan melawan Sassuolo, mereka selalu menang. 

Hanya Sarri mengingatkan pemainnya untuk waspada. Menurutnya tim harus lebih konsistensi agar tidak terpeleset mengingat persaingan yang ketat. 

"Mulai saat ini kami harus bisa menunjukkan kemampuan terbaik dari apa yang sudah kami capai. Kami harus lebih konsisten," kata Sarri. 

Bonucci juga optimistis Juve kembali meraih kemenangan di laga tersebut. Menurutnya tim makin meningkat performanya secara fisik dan mental. Ini yang menjadikan tim tampil lebih agresif. 

"Ini laga berikutnya (melawan Sassuolo) yang harus dimenangkan. Kemampuan kami makin meningkat secara fisik dan mental. Ini menjadikan kami lebih agresif, terutama saat menghadapi lawan yang memberi kami ruang sehingga kami bisa memainkan bola dengan cepat," ujar Bonucci. []

Berita terkait
Juventus Vs Atletico Madrid, Tak Hanya Lawan Ronaldo
Atletico Madrid tidak menghadapi Cristiano Ronaldo tetapi Juventus di Liga Champions di Allianz, Rabu 27 November 2019 dini hari WIB.
Pelatih Juventus Siapkan Ronaldo Lawan Atletico
Pelatih Juventus Maurizio Sarri akan menurunkan Cristiano Ronaldo saat melawan Atletico Madrid di Liga Champions.
Juventus Lebih Sering Menang Beruntung
Juventus kembali dinaungi keberuntungan saat meraih kemenangan 3-1 atas Atalanta di Serie A Italia, Sabtu 23 November 2019.
0
Roma Vs Lazio, Target Menang di Derby della Capitale
AS Roma menjamu Lazio dalam Derby della Capitale, Minggu malam ini. Roma bertekad menang karena sebagai tuan rumah. Namun Lazio kian menanjak.