UNTUK INDONESIA
Juru Bicara PBB Sebut Aplikasi WhatsApp Tidak Aman
Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menyebut aplikasi pesan singkat WhatsApp tidak aman.
Aplikasi WhatsApp: (Foto: Tagar/Ilustrasi WhatsApp)

Jakarta - Juru Bicara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Farhan Haq, menyebut aplikasi pesan singkat WhatsApp tidak aman. Bahkan, seluruh pejabat di perkumpulan negara-negara di dunia itu mendapat instruksi resmi untuk tidak menggunakan layanan perpesanan milik perusahaan raksasa teknologi Facebook.inc itu.

"Pejabat resmi di PBB diinstruksikan untuk tidak menggunakan WhatsApp, ia tidak didukung sebagai sebuah mekanisme yang aman. Jadi saya tak yakin sekjen PBB memakainya," kata Farhan Haq, dikutip Tagar dari Reuters, Sabtu, 25 Januari 2020.

Menanggapi hal itu, pihak WhatsApp membuat pernyataan resmi dan menyebut layanan yang mereka sediakan telah dilengkapi sejumlah fitur keamanan yang menjaga privasi setiap penggunanya. Mereka bahkan mengklaim, fitur keamanan dalam layanannya masuk dalam kategori terbaik di dunia.

"Setiap pesan privat dilindungi dengan enkripsi end to end untuk mencegah WhatsApp atau yang lain melihat pesan itu. Teknologi penyandian yang kami kembangkan dengan Signal dianggap tinggi oleh ahli keamanan dan masih tetap yang terbaik bagi orang-orang di seluruh dunia," kata pihak WhatsApp.

Sejatinya, pernyataan Farhan mengenai hal tersebut meluncur demi menjawab pertanyaan sejumlah wartawan mengenai apakah Sekjen PBB Antonio Guterres menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan para pemimpin dunia.

Pasalnya, telah tersiar kabar kalau telepon seluler milik petinggi Amazon, Jeff Bezos baru-baru ini diretas oleh pangeran Arab Saudi melalui WhatsApp.

Kabar itu kemudian memantik reaksi banyak orang termasuk staf ahli PBB di bidang Hak Asasi Manusia yang meminta agar otoritas keamanan setempat lekas melakukan investigasi mengenai berita tersebut.

Melalui keterangan resminya, staf PBB meminta agar dugaan keterlibatan pangeran Arab Saudi dalam kasus pembajakan telepon seluler milik Jeff Bezos segera mendapat perhatian lebih.

"Informasi yang kami terima menunjukkan kemungkinan keterlibatan Putra Mahkota dalam pengintaian Mr. Bezos, dalam upaya untuk mempengaruhi, bahkan membungkam laporan The Washington Post tentang Arab Saudi," kata ahli PBB dalam keterangan resminya.

"Dugaan peretasan ponsel Mr. Bezos, dan yang lainnya, menuntut investigasi secepatnya oleh Amerika Serikat dan otoritas lainnya," kata mereka. []

Berita terkait
WhatsApp Down dan Jumlah Kerugian Mark Zuckenberg
Layanan pesan singkat asal Amerika Serikat (AS), Whatsapp, mengalami gangguan (WhatsApp Down) sepanjang Minggu, 19 Januari 2020 waktu Indonesia.
Downdetector, Situs Pemantau Instagram Error
Downdetector menyajikan layanan informasi pemantau apakah layanan sejumlah situs termasuk Instagram error atau tidak.
Ketua MUI Pastikan Belum Ada Fatwa Haram Netflix
Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi, KH. Masduki Baidlowi, memastikan pihaknya belum mengeluarkan fatwa yang mengharamkan Netflix.
0
Kebijakan Penurunan BI Rate Bisa Gerus Laba Bank
Bank Indonesia dinilai kerap mengabaikan dampak negatif dari penurunan suku bunga acuan atau BI Rate.