UNTUK INDONESIA
Jokowi: Peluang Emas Kerja Sama dengan Amerika
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut peluang emas kerjasama antara Indonesia-ASEAN-Amerika Serikat di bidang infrastruktur dan SDM.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin titipkan narasi Pancasila melalui lirik lagu Didi Kempot. (Foto: Titter/jokowi)

Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bersama delegasi Dewan Bisnis Amerika Serikat (AS)-ASEAN di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 5 Desember 2019.

Menurut Jokowi, pertemuan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk membahas berbagai hal.

Saya berharap bisnis AS dapat mengoptimalkan peluang untuk mempromosikan kerja sama, terutama di bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.

Baca juga: Komitmen Jokowi Tidak Terwujud di Prolegnas 2020

"Ini adalah peluang emas untuk bertukar pandangan secara terbuka tentang kerja sama antara Indonesia, ASEAN, dan AS," kata Jokowi.

Delegasi Dewan Bisnis AS-ASEAN datang bersama para anggotanya. Sebanyak 48 orang datang dengan dipimpin Presiden dan CEO Alexander Feldman.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga menjelaskan pertumbuhan ekonomi rata-rata di ASEAN sebesar 5,1 persen. Hal ini menurutnya jauh lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi global.

Selain itu, kata dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam lima tahun terakhir tumbuh lebih dari 5 persen per tahun. Jokowi menyebutnya hal ini bisa dijadikan salah satu acuan untuk lebih meningkatkan stabilitas ekonomi.

"Indonesia dan ASEAN akan berlari lebih cepat untuk mendapatkan pertumbuhan dan pemerataan. Kami terbuka untuk kerja sama dengan negara manapun untuk kepentingan yang saling menguntungkan," ucapnya.

Jokowi mengatakan, kehadiran AS di negara-negara ASEAN, baik dalam hal politik maupun ekonomi, tidak bisa dihindari, justru harus dimanfaatkan. 

Kehadiran AS disebut Jokowi, tidak hanya akan menguntungkan AS dan ASEAN, tetapi juga stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran di Indo-Pasifik yang lebih luas.

Baca juga: Ikut PKS, PAN Tegaskan Oposisi Pemerintah Jokowi

"Saya perhatikan hubungan antara Indonesia dan AS cukup kuat, termasuk dalam kerja sama ekonomi AS adalah mitra dagang terbesar ke-4 di Indonesia. Investasi AS di Indonesia paling banyak USD 1,2 miliar," tutur Gubernur DKI Jakarta periode kerja 2012-2014 itu.

Jokowi menyebut, kerja sama ekonomi di antara Indonesia dan Amerika Serikat, menyepakati untuk meningkatkan volume perdagangan sebesar USD 60 miliar hingga tahun 2024.

"Saya berharap bisnis AS dapat mengoptimalkan peluang untuk mempromosikan kerja sama, terutama di bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia," kata Jokowi. []

Berita terkait
Jokowi Dinobatkan Jadi Tokoh Berpengaruh se-Asia
Presiden Indonesia Jokowi dinobatkan menjadi tokoh berpengaruh se-Asia versi media asal Singapura The Straits Times
Penyelesaian HAM Era Jokowi Terbentur Kekuasaan
Publik ragu pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin dapat menyelesaikan kasus pelanggaran berat, menurut Litbang Kompas-Komnas HAM.
Masa Jabatan Presiden 3 Periode Menampar Muka Jokowi
Wacana jabatan presiden menjadi 3 periode merupakan usul yang dapat merugikan , bahkan menampar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
0
Ridwan Kamil: Data Bansos Pusat dan Daerah Tak Sama
Gubernur Jabar Ridwan Kamil menilai data bantuan sosial (bansos) yang dimiliki pemerintah pusat dan pemerintah daerah tak sama. Kenapa?