Jakarta - Kemenangan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin di quick count, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis 18 April 2019 pagi bergerak menguat.

"Kemenangan ini sudah difaktorkan oleh pasar, namun demikian pasar akan merespon positif kemenangan ini walaupun hanya temporer," kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih dikutip Antara di Jakarta, Selasa 16 April 2019.

Pesta demokrasi Indoenesia telah berakhir pada 17 April 2019 kemarin, hasil hitung cepat mencatat kemenangan Jokowi dengan kemenangan 53-56 persen atas Prabowo Subianto.

Dengan hasil itung cepat tersebut diperkirakan Joko Widodo akan melanjutkan kembali pemerintahan untuk lima tahun mendatang. 

Menurut Lana, belum ada perubahan signifikan dari perencanaan ekonomi dalam lima tahun ke depan, tetapi kemungkinan fokus kebijakan tidak lagi berat pada pembangunan infrastruktur.

Pada masa kampanye dijanjikan akan ada insentif pra-kerja yang bertujuan untuk memberi kesempatan pengangguran mendapatkan pelatihan kerja. Bantuan sosial juga diperbesar untuk kartu Indonesia pintar untuk kuliah.

"Ada potensi penguatan rupiah menuju kisaran Rp 13.950 sampai Rp 14.000 per dolar AS," kata Lana.

Rupiah pagi ini bergerak menguat 75 poin atau 0,53 persen menjadi Rp 14.010 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp 14.085 per dolar AS. []

Baca juga: