Jokowi Beri Alarm ke LKPP Berubah Sesuai Kondisi Zaman

Presiden Joko Widodo atau Jokowi minta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) melakukan perubahan fundamental sesuai zaman.
Presiden Joko Widodo atau Jokowi minta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) melakukan perubahan fundamental sesuai zaman. (Foto: Dok. Sekretariat Presiden).

Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) agar melakukan perubahan-perubahan fundamental dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah.

LKPP harus berani melakukan banyak terobosan, terutama dengan memanfaatkan teknologi super modern.

Menurutnya, kondisi saat ini yang dibutuhkan bukan lagi hanya sebatas pada pembangunan sistem pengadaan barang dan jasa yang cepat, transparan, dan akuntabel, tapi juga butuh sebuah sistem yang mampu memberikan nilai manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat.

"LKPP harus berani melakukan banyak terobosan, terutama dengan memanfaatkan teknologi super modern. Bangun sistem pengadaan yang real time, lakukan transformasi ke arah 100 persen e-procurement, manfaatkan teknologi untuk meningkatkan kapasitas pengolahan data pengadaan agar lebih cepat," kata Jokowi melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu, 18 November 2020.

Baca juga: Jokowi Akan Perbanyak Peredaran Uang di Masyarakat

Dengan terobosan dan penerapan teknologi tersebut, kata Jokowi, pihak-pihak terkait dapat memantau jalannya proses dan nilai realisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah secara langsung, yang nantinya data-data tersebut dapat dijadikan sebagai peringatan awal bagi pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan langkah-langkah percepatan.

"Apalagi di kondisi pandemi seperti ini, sangat penting sekali pengadaan dipercepat. Alarm peringatan perlu diberikan karena banyak kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang masih bekerja dengan cara-cara lama. Akibatnya, realisasi belanja yang sudah dianggarkan baik di APBN maupun APBD menjadi terlambat," ucap mantan Wali Kota Solo itu.

Jokowi menambahkan, kecepatan realisasi belanja pemerintah lah yang saat ini mendorong permintaan dan meningkatkan konsumsi masyarakat untuk selanjutnya dapat menggerakkan produksi dan tentu saja perekonomian yang terus bertumbuh positif.

Tak hanya itu, sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah ia inginkan harus mampu meningkatkan nilai guna, sehingga anggaran yang telah dibelanjakan dapat menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca juga: Ini Kata Pasukan Tetap Jokowi Soal Langkah Kapolri Copot 2 Kapolda

"Karena itu prioritaskan untuk membeli produk-produk dalam negeri, khususnya produk-produk UMKM pada belanja kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Ia menegaskan, kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) juga harus dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, kewajiban bagi produsen untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri melalui kebijakan tersebut nantinya dapat menimbulkan efek berganda yang amat besar bagi bergeraknya perekonomian nasional dan daerah.

Ia mengatakan, dengan melibatkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat, utamanya sektor UMKM, bagi keberlangsungan industri dalam negeri juga dapat memberikan lapangan kerja bagi tenaga kerja lokal.

"UMKM harus dilibatkan lebih banyak dalam mengisi rantai pasok produksi TKDN, misalnya di sektor industri otomotif dan telekomunikasi. Saya yakin produk-produk UMKM tidak kalah dengan produk negara lain dari sisi harga dan kualitas. Bahkan, apabila sektor UMKM terus kita perkuat, dampingi, dan fasilitasi maka produk UMKM kita mampu bersaing di pasar regional maupun global," ucap Jokowi. []

Berita terkait
Dorong Konsumsi, Jokowi Minta Maksimalkan Belanja Pemerintah
Presiden Jokowi mengingatkan jajarannya untuk memaksimalkan belanja pemerintah di sisa tahun 2020.
Jokowi Pastikan Keselamatan Masyarakat Lewat Vaksinisasi
Jokowi menyatakan keselamatan dan keamanan masyarakat merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 mendatang.
Bagaimana Jokowi Menghadapi Perlawanan Rizieq Shihab
Revolusi mental yang digagas Jokowi, menurut Rizieq Shihab merupakan istilah yang dipakai gembong komunis. Bagaimana Jokowi hadapi perlawanan itu.
0
Naomi Osaka Mundur Dari Grand Slam Prancis Terbuka 2021
Naomi Osaka, petenis Jepang peringkat dua dunia, menolak konferensi pers setelah pertandingan akhirnya mengundurkan diri dari Prancis Terbuka