UNTUK INDONESIA
Jiwasraya Bukan Satu-satunya Asuransi Bermasalah
Ketua Umum DAI Dadang Sukresna mengatakan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bukan satu-satunya perusahaan asuransi yang terjerat masalah keuangan.
Salah satu produk PT Asuransi Jiwasraya di laman website Jiwasraya. (Foto: Tagar/Nuranisa Hamdan)

Jakarta - Ketua Umum Dewan Asuransi Indonesia (DAI) Dadang Sukresna mengatakan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bukan satu-satunya perusahaan asuransi yang terjerat masalah keuangan. Karena, masalah serupa juga dialami oleh PT AJB Bumiputera 1912 dan perusahaan asuransi swasta Bakrie Life.

Bahkan, kata dia sesungguhnya banyak perusahaan asuransi yang tidak bisa dia sebutkan, yang mengalami hal yang sama.

"Walau dengan skala dan dampak yang bisa dikendalikan, sehingga tidak menjadi kasus," kata Dadang Sukresna di Jakarta, Kamis, 27 Februari 2020 seperti dilansir dari Antara.

Tapi yang jelas, ia mengakui industri asuransi nasional saat ini mengalami masalah berat. Apalagi, kebanyakan kasus keuangan merupakan kasus gagal bayar klaim nasabah perusahaan asuransi.

Mau tidak mau, kasus gagal bayar menurutnya berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat yang berimbas pada krisis kepercayaan terhadap industri asuransi nasional.

Kok Bisa Gagal Bayar?

Dadang menjelaskan kasus gagal bayar klaim nasabah berawal dari lemahnya tata kelola risiko dan kepatuhan yang akhirnya berimbas pada gagalnya produk asuransi.

Belum lagi, menurut dia perusahaan asuransi kerap terjebak dengan tuntutan jangka pendek. Sehingga manajemen membuat praktik "windows dressing" atau menyulap laporan keuangan dari keadaan sebenarnya untuk menciptakan produk yang cepat laku, dan atraktif meski kalkulasi tidak tepat.

"Selain itu, memilih instrumen investasi yang tinggi risiko walau memberikan imbal hasil tinggi," ucapnya.

Untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan asuransi, ia berharap para pelaku industri asuransi melakukan introspeksi dan melakukan perbaikan tata kelola dan kepatuhan. Ditambah mengurangi praktik windows dressing dan mengurangi bisnis jangka pendek.

Kemudian, mengaktifkan fungsi dewan komisaris dengan komisaris independen sebagai pengawas perusahaan dan dilengkapinya direksi dengan direktur kepatuhan.

"Menciptakan persaingan yang sehat dengan fokus kepada aspek jasa pelayanan dengan cepat, tepat dan efisien," tuturnya. []

Berita terkait
Ada 3 Opsi Penyelamatan Jiwasraya, Mana yang Dipilih
Pemerintah menyiapkan tiga opsi penyelamatan perusahaan asuransi pelat merah, PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
Kementerian BUMN Bantah Akan Bail Out Jiwasraya
Kementerian BUMN membantah akan bail out, bail in atau menggunakan Penyertaan Modal Negara untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Tbk.
Uang Nasabah Jiwasraya, Erick Thohir: Sedang Proses
Menteri BUMN Erick Thohir berkomitmen untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Salah satunya, kepastian pembayaran polis.
0
Unggah Foto Syur Tara Basro Terancam 6 Tahun Penjara
Menggunggah foto seksi di media sosial, artis Tara Basro terancam hukuman 6 tahun penjara, juga denda yang tak sedikit.