UNTUK INDONESIA

Jemaatnya Dibantai, Gereja Bala Keselamatan Dipimpin Kolonel

Warga yang tewas di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, disebut merupakan jemaat Gereja Bala Keselamatan.
Pimpinan Gereja Bala Keselamatan di Indonesia, Kolonel Yusak Tampai. (Foto: Tagar/Facebook Bala Keselamatan)

Jakarta - Empat warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), tewas dibantai oleh kelompok yang diduga teroris dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT) dipimpin Ali Kalora, sebuah kelompok yang sempat dipimpin Santoso, yang tewas ditembak aparat pada 2016 lalu.

Warga yang tewas disebut merupakan jemaat Gereja Bala Keselamatan. Selain membunuh warga, kelompok tersebut juga kabarnya membakar beberapa rumah dan satu unit rumah ibadah warga Gereja Bala Keselamatan.

Gereja Bala Keselamatan? Ya, ini adalah salah satu denominasi gereja Protestan berkantor di Bandung, Jawa Barat. Gereja ini sudah cukup banyak berdiri di Indonesia.

Struktur pimpinan gereja ini tidak seperti gereja Protestan lainnya yang dikenal, seperti HKBP, HKI, dan GKPS menggunakan sebutan pimpinan gerejanya dengan Ephorus, atau GKPI dengan Bishop.

Pimpinan Gereja Bala Keselamatan memiliki nama seperti pangkat di kemiliteran, mulai dari opsir, prajurit, hingga kolonel dan tertinggi jenderal. Untuk jenderal berkedudukan di London, Inggris.

Di Indonesia jabatan tertinggi adalah kolonel. Dikutip dari Facebook Bala Keselamatan Indonesia, pimpinan gereja ini disebut Komandan Teritorial, yakni Kolonel Yusak Tampai.

Gereja ini masuk ke Indonesia dibawa dua rohaniawan berkebangsaan Belanda pada 20 November 1894.

Dari laman wikipedia dilansir, keduanya tiba di Jakarta dan mulai melayani di Purworejo, Jawa Tengah. Kini pelayanan mereka mencakup lebih kurang 15 provinsi di seluruh Indonesia.

Gereja ini baru ulang tahun, yang dirayakan pada 24 November 2020 lalu, yakni peringatan ke-126 tahun di Indonesia. Kegiatan dirayakan melalui ibadah virtual karena masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Mengharapkan Pemerintah dan Kepolisian Kabupaten Sigi dapat segera mengungkap pelaku serangan brutal ini

Komandan Teritorial Kolonel Yusak Tampai saat perayaan HUT meluncurkan Visi 2125 dan menyerahkan bukunya kepada sekretaris umum yang selanjutnya diserahkan kepada para sekretaris bidang dan kepada semua komandan divisi dan opsir regional, menjadi pedoman dan penuntun pelaksanaan program kerja mereka.

Terkait peristiwa di Kabupaten Sigi, pimpinan gereja ini sudah mengeluarkan pernyataan resminya pada Sabtu, 28 November 2020.

Pernyataan Resmi

Pimpinan Pusat Gereja Bala Keselamatan menyatakan bahwa peristiwa di Kabupaten Sigi merupakan perbuatan yang tidak berperikemanusiaan dan mengecamnya dengan keras.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pimpinan Gereja Bala Keselamatan menyatakan:

1. Perasaan duka dan simpati yang mendalam terhadap korban yang meninggal dan keluarganya serta seluruh jemaat yang terdampak. Mendoakan keluarga yang berduka, bahwa Allah Roh Kudus memberikan penghiburan bagi keluarga yang berdukacita.

2. Bahwa tindakan kekerasan, dengan alasan dan cara apapun, merupakan tindakan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia.

3. Memberi apresiasi setinggi-tingginya bagi Komandan Divisi dan para Opsir Bala Keselamatan yang telah berkoordinasi cepat dengan aparat kepolisian serta pemerintah Kabupaten Sigi dan Propinsi Sulawesi Tengah untuk langkah penanganan peristiwa ini serta perlindungan bagi warga.

4. Meminta dengan sangat Pemerintah dan Kepolisian terkait untuk terus meningkatkan langkah antisipatif terhadap gerakan kejahatan dan sadis yang masih ada sampai saat ini, agar peristiwa yang terjadi di Lewonu, Lembantongoa tidak terulang kembali di kemudian hari.

5. Mengharapkan Pemerintah dan Kepolisian Kabupaten Sigi-Sulawesi Tengah dapat segera mengungkap pelaku serangan brutal ini, memberi tindakan yang sesuai dan mengusut serta membasmi jaringan-jaringan kejahatan ini.

6. Menghimbau agar para Opsir Bala Keselamatan dan seluruh jemaat Gereja Bala Keselamatan tetap tenang namun waspada dan berhati-hati. Diharapkan tidak menyebarkan informasi dan gambar yang tidak benar/tidak layak disebarkan berkaitan dengan peristiwa ini melalui media apa saja, agar tidak meresahkan kehidupan sosial kemasyarakatan. Mari sebarkan berita pengharapan dan galang kesatuan dalam doa untuk saling menguatkan. Kami mengajak agar dalam ibadah Hari Minggu, 29 November 2020 dilaksanakan doa khusus di masing-masing tempat (rumah dan gereja sesua protokol kesehatan) dengan hening 3 menit untuk mendoakan keluarga dan jemaat yang berduka dan meminta Damai Sejahtera Allah dinyatakan di bumi ini.

7. Mengajak lembaga gereja dan lembaga keagamaan lainnya beserta seluruh masyarakat untuk selalu siaga, serta membangun jejaring keamanan dan koordinasi antar lembaga agar dapat bersama-sama mencegah aksi-aksi kejahatan serupa di negeri yang kita cintai ini.[]

Berita terkait
Pembantaian Warga Sigi, Ini Pernyataan Gereja Bala Keselamatan
Warga yang dibantai di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, di antaranya merupakan jemaat Gereja Bala Keselamatan.
Pengamat: Tindak Pembantaian 4 Warga Sigi dengan UU Terorisme
Peristiwa pembantaian sadis empat warga di Sigi, Sulawesi Tengah, mendapat sorotan dari pengamat keamanan Dr Jannus TH Siahaan.
Teroris Ali Kalora Otak Teror Berdarah di Sigi, PSI: Biadab!
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengutuk teror berdarah yang dilakukan teroris MIT pimpinan Ali Kalora serang Gereja dan rumah warga di Sigi.
0
Munas V, PKS Yogyakarta Tetap Dukung Jadi Oposisi Jokowi
PKS Yogyakarta menegaskan tetap mendukung menjadi oposisi pemerintah Jokowi hingga 2024 mendatang.