UNTUK INDONESIA

Jelang Pilkada KPU Bantul Adakan Simulasi Pemungutan Suara

Komisi Pemulihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul mengadakan simulasi pemungutan suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.
KPU Bantul. (Tagar/Antara)

Bantul - Komisi Pemulihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul mengadakan simulasi pemungutan suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Acara ini berlangsung pada Sabtu, 21 November 2020 di Lapangan Pasutan Trirenggo, Bantul.

Proses simulasi ini dimulai pukul 09.00 wib dengan diikuti oleh beberapa pihak seperti KPU DIY, KPU Kabupaten Bantul, pihak kepolisian, gugus tugas Covid-19, tim kampanye dari kedua paslon, aparatur desa, serta perwakilan rakyat.

Pelaksanaan Pilkada 2020 kali ini tentu saja mengalami perbedaan dari sebelum-sebelumnya, hal ini dikarenakan adanya pandemi Covid-19 yang tengah dihadapi dunia. Maka KPU Kabupaten Bantul melakukan simulasi untuk menghadapi proses pemungutan suara.

Proses pemungutan suara pada Pilkada serentak kali ini terdapat 12 hal baru yang signifikan. Beberapa diantaranya yaitu pemilih wajib cuci tangan dan dicek suhu tubuhnya terlebih dahulu, adanya pemberian sarung tangan plastik sekali pakai, serta pemberian tinta secara tetes, dan melakukan cuci tangan setelahnya.

Kabupaten Bantul terdapat sebanyak 2285 TPS dengan rata-rata 334 pemilih per TPS, setiap TPS terdapat 4 bilik dengan rincian 3 bilik umum dan 1 bilik khusus. Bilik khusus ini ditunjukkan bagi pemilih yang memiliki suhu tubuh diatas 37.3 derajat. Bagi pemilih yang tengah positif sakit Covid-19, tetap dapat memberikan hak suaranya di TPS terdekat dari rumah sakit rujukan dengan menerapkan protokol kesehatan serta pengawasan dari perawat.

Saya mengapresiasi jajaran KPU Kabupaten Bantul yang telah mempersiapkan proses Pilkada Serentak 2020 ini,

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Didik Joko Nugroho mengatakan pada proses pemungutan suara pada Pilkada 2020 ini menggunakan Sirekap, yaitu aplikasi baru untuk rekapitulasi suara.

“Sirekap berguna sebagai rekapitulasi yang merupakan bentuk transparasi yang baik dari di TPS, TPK, dan KPU,” jelas Didik Joko Nugroho.

Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis mengatakan untuk jumlah target pemilih yang melakukan pemilihan yaitu sebanyak 87% dari total daftar pemilih tetap (DPT). Para pemilih yang terdaftar ini akan mendapatkan undangan dengan waktu yang berbeda-beda, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya kerumunan di tempat pemungutan suara (TPS).

“Saya mengapresiasi jajaran KPU Kabupaten Bantul yang telah mempersiapkan proses Pilkada Serentak 2020 ini,” jelas Helmi. []

Baca juga:

Berita terkait
Forum Pemantau Pilkada Bantul: Bawaslu Bantul Harus Tegas
Forum Pemantau Pilkada Bantul menyatakan bahwa Bawaslu Bantul harus tegas dalam menyikapi video viral Calon Bupati Suharsono.
Alasan Bawaslu Bantul, Kunjungi Dua Kubu Peserta Pilkada
Bawaslu Kabupaten Batul kunjungi dua peserta Pilkada 2020. Kunjungan ini bertujuan untuk membangun kemistri antara Bawaslu dan kedua peserta.
Bawaslu Temukan ASN Tidak Netral di Pilkada Bantul
Bawaslu Bantul menemukan sebuah akun media sosial milik ASN yang menunjukan dukungannya terhdap salah satu Paslon.
0
Jelang Pilkada KPU Bantul Adakan Simulasi Pemungutan Suara
Komisi Pemulihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul mengadakan simulasi pemungutan suara untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020.