UNTUK INDONESIA
Jelang Cuti Bersama Gencar Penegakan Prokes di Yogyakarta
Penegakan prokes di Kota Yogyakarta digencarkan menjelang libur panjang Maulud Nabi Muhammad SAW. Dipastikan wisatawan meningkat saat long weekend.
Sejumlah personel Satpol PP Kota Yogyakarta mendatangi warung angkringan di Jalan Tamansiswa, Selasa petang, 19 Oktober 2020 sebagai bagian dari edukasi dan penegakan prokes ke pelaku usaha. (Foto: Tagar/Dok. Satpol PP Kota Yogyakarta)

Yogyakarta - Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kota Yogyakarta gencar melakukan penegakan protokol kesehatan (prokes) kepada para pelaku usaha. Langkah tersebut semakin diintensifkan menjelang libur panjang Maulud Nabi Muhammad SAW akhir Oktober 2020 ini.

"Salah satu pertimbangannya memang terkait adanya cuti bersama dan libur panjang akhir pekan depan. Kami yakin akan banyak wisatawan yang akan datang ke Yogyakarta dan tentu sejumlah lokasi usaha juga menjadi jujugan mereka," tutur Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto saat dikonfirmasi, Rabu, 21 Oktober 2020.

Agus menjelaskan, penegakan prokes kepada masyarakat dan juga para pelaku usaha sudah dilakukan sejak lama. Tujuannya agar masyarakat menganggap prokes yang diterapkan selama pandemi berlangsung bisa benar-benar menjadi sebuah kebiasaan.

"Apalagi banyak wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Tentu kami tak mau menjadi titik yang menulari atau tertular. Makanya prokes selalu ditegakkan di mana saja," tegas dia.

Satpol PP Kota YogyakartaPara pelaku usaha mendapatkan edukasi terkait prokes dari personel Satpol PP Kota Yogyakarta. (Foto Tagar/Dok. Satpol PP Kota Yogyakarta)

Salah satu kegiatan gencarnya penegakan prokes seperti yang dilakukan pada Selasa petang, 19 Oktober dengan melakukan edukasi akbar ke sejumlah pelaku usaha di sepanjang Jalan Tamansiswa Kota Yogyakarta. Tidak kurang dari 140 tempat usaha dilakukan edukasi untuk memastikan penerapan prokes di tempat usaha berjalan dengan baik.

Apalagi banyak wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Tentu kami tak mau menjadi titik yang menulari atau tertular.

Kabid Linmas Satpol PP Bayu Laksmono menyampaikan, substansi dari kegiatan ini adalah mengedukasi secara persuasif dan humanis untuk mengajak pelaku usaha secara sadar dan mandiri senantiasa disiplin menerapkan prokes kepada karyawan dan pengunjung. "Walaupun disertai berita acara teguran lisan bagi tempat usaha yang belum menerapkan prokes ditempat usahanya," katanya.

Koordinator lapangan kegiatan edukasi Suwarna menambahkan tempat usaha yang belum menerapkan protokol kesehatan diminta tanggal kepastiannya untuk menerapkan prokes di tempat usahanya tersebut. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta setiap hari kerja selalu menerjunkan tim edukasi ke tempat-tempat usaha seperti.

Baca Juga:

Pria yang juga Kepala Seksi Binpotmas Satpol PP Kota Yogyakarta ini mengatakan tidak kurang dari 30 tempat usaha tersebar di Kota Yogyakarta setiap harinya menjadi sasaran edukasi. "Kami inventarisasi juga kekurangan di tempat usaha itu dalam penerapan prokesnya apa saja. Selanjutnya akan dicek ulang oleh rekan-rekan Satpol PP BKO Kecamatan Mergangsan pasca edukasi," ujarnya.

Kegiatan edukasi prokes sore itu diikuti oleh tidak kurang dari 80 orang petugas dari unsur pemerintah dan masyarakat, yang terbagi menjadi 14 tim dan setiap tim terdiri dari 6 personil. Agar tidak melanggar prokes, personel dibagi menjadi 14 tim dengan titik kumpul di 14 lokasi, setiap lokasi hanya ada 6 personel, sehingga tidak menimbulkan kerumunan. []

Berita terkait
Libur Long Weekend, Ganjar: Perketat Prokes di Tempat Wisata
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pengelola wisata memperketat penerapan protokol kesehatan guna menghadapi libur long weekend.
Ancaman Sanksi Bagi Perusahaan Langgar Prokes di Yogyakarta
Sanksi tegas diperlukan menyusul mulai ditemukannya klaster penularan Covid-19 di lingkup perkantoran di Yogyakarta.
SDN Nganguk Kudus Belajar Tatap Muka Tanpa Prokes Ketat
SDN Nganguk nekat menggelar belajar tatap muka tanpa penerapan protokol kesehatan ketat. Satu meja diisi dua siswa.
0
Sultan HB X Minta Warga Waspada Angin Berputar di Yogyakarta
Sri Sultan HB X meminta warga waspada angin berputar. Sultan mencontohkan tebu di Madukismo jika tersapu angin jatuhnya tidak akan satu arah.