UNTUK INDONESIA
Jejak Claudia Emmanuela Santoso di Cirebon
'Suatu saat saya ada di panggung itu,' kata Claudia Emmanuela Santoso pada ibunda, Christin Gunawan, ketika menonton The Voice Germany di YouTube.
Claudia Emmanuela Santoso. (Foto: Instagram/Claudia Emmanuela Santoso)

Cirebon - "Suatu saat saya ada di panggung itu," kata Claudia Emmanuela Santoso kepada ibunda, Christin Gunawan, ketika suatu hari menonton The Voice Germany di YouTube.

Apa yang diucapkan Claudia menjadi kenyataan. Pada Jumat, 13 September 2019, ia tampil di The Voice Germany, menyihir para juri. Ia pun menemukan momentum. Menjadi buah bibir dunia.

Claudia lahir hingga remaja di Cirebon. Lulus SMA terbang ke Jerman, studi di sana, pas hari libur ia mengikuti kontes menyanyi The Voice Germany.

Tagar menelusuri jejak Claudia di kampung halaman pada Sabtu, 14 September 2019, bertemu ibundanya, Christin Gunawan 40 tahun.

Di sebuah mal di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, Christin bercerita banyak tentang anak pertamanya itu. Christin ibu dua anak, mempunyai usaha konter makanan. Dan suaminya, Indra Gunawan Santoso, ia sebut seorang karyawan swasta, bekerja di luar negeri.

Mereka mampu mempersiapkan Claudia untuk kuliah di Jerman. Sudah 1 tahun 3 bulan Caludia berada di Munchen, mengikuti semacam sekolah penyetaraan untuk calon mahasiswa dari luar Jerman, program sebelum masuk universitas.

Christin bercerita, suaminya senang memainkan alat musik sejak Claudia bayi. Ketika Claudia sudah bisa berjalan dan berbicara, suaminya senang memperdengarkan lagu.

Ada kebiasaan unik dalam keluarga. Kalau Claudia lagi rewel, suaminya menyalakan lagu ceria, otomatis tangisan Claudia berhenti.

Kami sering putar lagu-lagu ceria anak seusianya, ketika ia rewel.

Claudia Emmanuela SantosoChristin Gunawan ibunda Claudia Emmanuela Santoso di Cirebon, Sabtu, 14 September 2019. (Foto: Tagar/Yohanes Charles)

"Kami sering putar lagu-lagu ceria anak seusianya, ketika ia rewel," tutur Christin dengan senyum mengembang.

Christin tahu Claudia mempunya bakat besar dalam bidang musik. Ketika Claudia berusia 4 tahun, Christin mengarahkannya les di sebuah lembaga musik di Cirebon.

Dari situ bakat Claudia semakin terlihat. Anaknya itu sering mengikuti kontes menyanyi tingkat lokal sampai nasional.

Ada suatu masa guru lesnya ragu mengikutkannya dalam acara lomba karena Claudia masih balita.

“Saya bilang, coba dulu aja. Kalau kesulitan ya udah enggak usah. Begitu Claudia coba menyanyi, kata guru lesnya, 'Wah ini ada bakat',” kenang Christin.

Chris menyebut bakat Claudia adalah anugerah Tuhan. Peran orang tua sebatas mendorong, menyemangati, dan memotivasi. Ia bersyukur dan merasa bangga. Claudia telah melangkah. Mandiri dan membuat semua merasa bangga seperti apa yang ia dan keluarga rasakan.

Prinsip saya kepada Claudia, nggak mau setengah-setengah.

Claudia Emmanuela SantosoClaudia Emmanuela Santoso. (Foto: Instagram/Claudia Emmanuela Santoso)

“Prinsip saya kepada Claudia, nggak mau setengah-setengah. Jadi saya berpikir, kalau saya mendukung segala keinginannya, tidak boleh berhenti. Terus akan saya dukung. Misalkan dia bosan, saya harus bisa memotivasi. Supaya apa yang dikerjakan maksimal dan ada hasilnya,” tutur Christin.

Selain menyanyi, Claudia pandai memainkan alat musik di antaranya biola, keyboard, gitar. Kelihaian bermain alat musik, tidak terlepas dari peran sang ayah yang sering mengiringi Claudia bernyanyi.

Claudia pernah mengikuti audisi pencarian bakat di stasiun televisi swasta nasional pada 2014-2015 dan masuk final.

"Tahun 2014 hingga 2015, Claudia sempat mengikuti audisi Mamamia di Indosiar. Di situ ia juga masuk finalis," ujar Christin.

Pada saat mengikuti audisi itu, Claudia bertemu artis favorit, Leony, yang pernah tergabung dalam grup musik Trio Kwek-kwek. Claudia kecil suka lagu-lagu ceria. Itu juga terlihat dari artis yang ia idolakan. Selain Leoni, Claudia mengagumi Ariana Grande dan Agnes Monica.

Dia bilang, suatu saat saya ada di panggung itu.

Claudia Emmanuela SantosoClaudia Emmanuela Santoso. (Foto: Instagram/Claudia Emmanuela Santoso)

“Claudia juga sering lihat YouTube The Voice Germany. Dia bilang, suatu saat saya ada di panggung itu. Bakat yang paling besar saya rasa itu dari Tuhan. Itu talenta. Memang betul dari sisi keturunan ada, tapi yang paling ajaib itu dari Tuhan,” tutur Christin.

Impian Claudia benar-benar terwujud. Dengan suara emas ia tampil memukau para juri terdiri dari Alice Merton, Sido, Rea Garvey, Mark Foster, dan penonton. Hingga para juri dan penonton meminta Claudia menyanyikan ulang lagu tersebut.

Claudia menempuh pendidikan TK, SD, SMP, dan SMA di BPK Penabur Kota Cirebon. Ia kemudian pergi ke Jerman untuk nantinya kuliah dan berkarier di sana. Pada saat libur, ia meluangkan waktu untuk mengikuti audisi The Voice Germany.

Ia sudah mencetak banyak prestasi di antaranya meraih piala bergilir ajang menyanyi tingkat Pelajar se-Wilayah III Cirebon yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Cirebon.

Bakat yang paling besar saya rasa itu dari Tuhan. Itu talenta.

Claudia Emmanuela SantosoClaudia Emmanuela Santoso. (Foto: Instagram/Claudia Emmanuela Santoso)

Berikutnya juara pertama Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Cirebon pada 2016. Ia juga menjadi wakil Kota Cirebon dan Provinsi Jawa Barat di ajang tersebut untuk tingkat nasional.

Berikutnya juara kedua Singing Contest Superkidz You To Be di Jakarta.

Claudia pernah menjadi komposer musik film layar lebar anak pertama di Indonesia, berjudul 1000 balon. Bahkan film tersebut mencatatkan rekor di Museum Rekor Indonesia.

Dan terbaru, penampilan remaja asal Cirebon ini ditayangkan di akun YouTube resmi The Voice of Germany berjudul “The Greatest Showman Cast - Never Enough” dari Loren Allred, pada Jumat, 13 September 2019.

Sontak Claudia Emmanuela Santoso menjadi perbincangan publik pecinta musik di Tanah Air. []

Sebelumnya:

Berita terkait
Hebat, Remaja Batak Ini Juara Menyanyi di Italia
Lyodra Margaretha Ginting, remaja berusia 13 tahun dari Medan berhasil menjadi pemenang pertama kompetisi menyanyi internasional di Sanremo, Italia.
Clara Yubelia, Usia 19 Tahun Jadi Sarjana Bahasa Jerman
Clara Yubilea Sidharta akrab disapa Lala, anak berkebutuhan khusus pada usia 19 tahun jadi Sarjana Bahasa Jerman. Ia sempat dikira anak nakal.
Boyband Smash Hadir Lagi di Belantika Musik Tanah Air
Boyband Smash yang sempat dikabarkan bubar, kini akan eksis lagi ke belantika musik dengan single terbaru mereka.
0
Suriah-Milisi Kurdi Berunding, Harapan Berhenti Perang
Perundingan antara pemerintah Suriah dengan Pasukan Demokratik Rusiah (SDF) diharapkan bisa menghentikan perang