UNTUK INDONESIA
Janin di Bawah Jembatan Selokan Mataram Sleman
Janin berusia 20 minggu ditemukan di bawah jembatan Selokan Mataram Sleman. Polisi masih menyelidiki temuan janin berjenis kelamin laki-laki ini.
Tim Dokpol Polres Sleman sedang memeriksa janin yang ditemukan dibuang di bawah jembatan Selokan Mataram Sleman diperkirakan berusia 3 sampai 5 bulan, Jumat 31 Januari 2020. (Foto: Tagar/Evi Nur Afiah)

Sleman - Janin yang diduga baru berumur 20 minggu dibuang di bawah jembatan Selokan Mataram Sleman, Yogyakarta. Janin dengan panjang 12,5 centimeter ini apakah korban aborsi dari orang tidak bertanggung jawab?

Dokter Forensik Polres Sleman Rini Wulyani mengungkapkan, hasil pemeriksaan terhadap bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki usia sekitar 3 sampai 5 bulan dengan panjang 12,5 centimeter. "Organ-organ tubuhnya sudah lengkap, kira-kira usia 3 sampai 5 bulan," kata Rini kepada wartawan di lokasi penemuan, Jumat 31 Januari 2020.

Rini belum bisa memastikan apakah janin tersebut korban aborsi atau bukan. Tapi faktanya telah ditemukan janin bayi dalam keadaan terbungkus menggunakan kain hitam dan dibungkus plastik kresek. Setelah dilakukan pemeriksaan, janin bayi langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Ketua RT 05 RW 02 Dusun Pulohdadi, Padukuhan Seturan, Caturtunggal, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Suheryanto 37 tahun mengungkapkan, awal mula ditemukan janin tersebut oleh seorang warga yang sedang memancing ikan di aliran sungai Bendung Pulohdadi.

Organ-organ tubuhnya sudah lengkap, kira-kira usia 3 sampai 5 bulan.

Saat itu, pada Jumat 31 Januari 2020 sekitar pukul 10:00 WIB, warga melihat benda mencurigakan yang dibungkus plastik kresek. Bungkusan plastik ditemukan tepat di bawah kaki jembatan dan berada di darat. Warga yang penasaran langsung membuka bungkusan itu. Ternyata di dalamnya ada benda yang diduga wujud kaki bayi.

Warga langsung melaporkan kepada saksi lain yang juga berada di sungai itu. Keduanya kembali mengecek kembali benda yang mencurigakan itu, ternyata benar memang janin bayi. Setelah memastikan isi bungkusan tersebut, salah satu saksi langsung menemui ketua RT setempat.

Kemudian ketua RT langsung melaporkan penemuan ke Polsek Depok Barat untuk segera ditangani. "Karena takut ada apa-apa kami langsung lapor ke Polsek Depok Barat yang lebih berwenang," katanya.

Dia menduga janin bayi dibuang sekitar pukul 04:00 -05:00 pagi hari. Alasannya karena pada saat ditemukan, darah pada tubuh janin masih segar.

"Jam 1 malam saya ngasih makan kambing di atas jembatan masih ada orang 5 sampai 6 orang sepertinya mahasiswa. Jam setengah 2 malam saya baru balik. Mungkin dibuang sekitar jam 05:00 pagian," ucapnya.

Berdasarkan pengakuannya, selama tiga tahun menjadi ketua RT, Suheryanto mengaku sudah ada dua kali kasus penemuan bayi di aliran sungai tersebut. "Dua kali ini ada kasus penemuan (janin) bayi," ujarnya. []

Baca Juga:

Berita terkait
Gugurkan Janin di Kamar Mandi, Gadis Medan Ditangkap
Janin dalam perut MS merupakan buah hubungan terlarang atau di luar nikah dengan DA.
Dihajar Obat Selama Lima Bulan, Sang Janin pun Gugur
Rini menerangkan bahwa sudah 5 bulan tidak mengalami haid dan selalu mengkonsumsi obat Pil Tuntas dan M-Kapsul. Dia mengkonsumsi obat tersebut atas saran Sakir.
Residivis Pembongkar Makam Dicurigai Curi Kain Kafan Bayi
Diketahui, Resi merupakan residivis terhadap kasus pembongkaran sejumlah makam di Cilacap beberapa tahun lalu. "Yang bersangkutan masih dimintai keterangan," ucap Djoko.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.