Jalur Transjakarta Siap Dipasang Ranjau Berduri

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Hasan Basri Umar berencana memasang ranjau berduri di jalur Transjakarta atau busway agar pengendara lain jera.
Transjakarta (Foto: Facebook Transjakarta Mania).

Jakarta - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Hasan Basri Umar, mengusulkan PT Transjakarta memasang perangkap berduri di jalur eksklusifnya. Sebab, sejauh ini aturan yang ada dinilai tidak efektif untuk menghalau kendaraan pribadi yang masuk jalur busway.

“Jangan seperti sekarang, ada Satpol PP tarik besi (portal), kasihan, coba cari yang agak modern sedikit,” katanya dalam rapat Komisi bersama Direksi PT Transjakarta dan Dinas Perhubungan DKI di DPRD Jakarta, Senin, 3 Februari 2020.

Orang pasti tidak berani (lewat). Atau jika (kendaraanya) bandel banget, sekalian saja pakai perangkap yang tajam.

Dalam rapat itu anggota dewan mendengarkan laporan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PT Transjakarta Yoga Adiwinarto mengenai banyaknya kendaraan pribadi yang masuk jalur busway. 

Terungkap, kamera tilang elektronik merekam kendaraan yang melanggar aturan ternyata bukan milik masyarakat biasa.

“Ada kendaraan berpelat ‘ngeri’ juga,” kata Yoga.

Belakangan, dikatakan dia, seorang pengendara bermotor yang melewati jalur busway hampir memukul petugas Transjakarta. 

Insiden tersebut direkam seorang penumpang Transjakarta dan viral di media sosial.

Pada kesempatan itu Dinas Perhubungan juga mengungkapkan laporannya, ada sejumlah pengendara kendaraan bermotor sengaja menanti busway melewati portal yang dijaga petugas. 

Kemudian, ketika busway lewat, para pengendara motor itu membuntutinya. Sehingga dapat ikut melesat di jalur Transjakarta.

Hasan kemudian meminta Transjakarta mencari cara pencegahan yang lebih modern dan efektif dengan menaruh perangkap berduri. Hal itu dilakukan semata-mata untuk membuat para pelanggar jera.

“Orang pasti tidak berani (lewat). Atau jika (kendaraanya) bandel banget, sekalian saja pakai perangkap yang tajam,” ujar anggota Fraksi Partai NasDem ini.

Selain evaluasi Transjakarta, rapat juga membahas juga soal target pencapaian tahun 2020. Menurut Yoga, pihaknya akan melakukan ekspansi dari 278 jalur menjadi 285 atau bertambah 21 persen.

Transjakarta juga akan menambah armada dari 3.865 bus menjadi 4.334 bus. Penambahan 19 persen armada ini terdiri dari bus kecil, sedang dan besar.

Dengan penambahan tersebut, Transjakarta menargetkan akan mengangkut 321 juta penumpang di tahun 2002. Target ini 32 persen lebih besar dari tahun 2019 lalu dengan jumlah 264 juta penumpang. []

Berita terkait
Pemprov DKI Menganulir Donny dari Bos Transjakarta
Pengangkatan Donny Andy Siragih dianulir sebagai Dirut Transjakarta karena masalah hukum. Padahal, Gubernur Anies Baswedan baru saja memujinya.
Dalil Anies Baswedan Restui Donny Dirut Transjakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merestui Donny Andy Saragih duduk sebagai Dirut PT Transjakarta.
0
Mengenang Kembali Sejarah Hari Lahir Pancasila
Sejarah hari lahirnya Pancasila ditandai oleh pidato Presiden Soekarno pada 1 Juni 1945, Bung Karno berpidato dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai.