Indonesia
Jakarta Siaga I, Kang Emil Jamin Jabar Aman
Ridwan Kamil menjamin kabupaten dan kota di Jabar aman terkendali tak akan ada gerakan yang mengarah kepada kerusuhan
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat diwawancarai media. (Foto: Tagar/Fitri Rachmawati)

Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menjamin 27 kabupaten dan kota di Jabar aman terkendali tidak akan ada gerakan-gerakan yang mengarah kepada kerusuhan sebagaimana yang saat ini terjadi di Jakarta.

"Pemerintah Provinsi Jabar sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar berkali-kali. Insyallah Jabar," tuturnya, usai acara Rapat Paripurna PRD Jabar di Bandung, Rabu 22 Mei 2019.

Mengingat gerakan kedaulatan rakyat atau people power merugikan banyak pihak jelas Kang Emil, dirinya sangat berharap semua pihak bisa menahan diri, terutama di bulan suci Ramadan.

Seharusnya pejabat elit di tingkat nasional segera bertindak atau minimal mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang mendinginkan, menyejukkan situasi politik yang saat ini sedang memanas. Bukan justru menambah panas dengan mengeluarkan pernyataan yang provokatif.

"Sehingga tidak ada eskalasi korban atau eskalasi yang menyebabkan nyawa manusia. hilang," jelasnya.

Jangan Buat Kerusuhan

Boleh melakukan aksi demonstrasi karena hak yang dilindungi konstitusi. Tetapi, jangan sampai timbul kerusuhan seperti saat ini. Apalagi sampai ditunggangi pihak ketiga.

"Mudah-mudahan tidak sampai seperti itu. Mari kita hormati yang mau aksi demonstrasi, silakan tetapi harus tetap tertib." kata dia.

Kang Emil menambahkan, sebenarnya aksi-aksi kedaulatan rakyat atau people power tak perlu dilakukan. Mengingat sengketa gugatan hasil pemilu sudah dilanjutkan ke Mahkamah Konstitusi. Jadi, eloknya semua pihak menunggu hasilnya.

"Sebenarnya pergeseran sengketa sudah ke meja pengadilan di MK. Jadi kita tunggu saja hasil MK seperti apa," tutup dia.[]

Baca juga:


Berita terkait
0
Uang Makan Napi Rp 20 Ribu, Rupan: Tidak Manusiawi
Besaran anggaran negara untuk narapidana di lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan sebesar Rp 20 ribu per tiap hari tidak manusiawi.