UNTUK INDONESIA
ITD Unair Akui 6 Spesimen Corona Dirawat di Surabaya
ITD Unair Surabaya mendapatkan enam spesimen dari pasien terkonfirmasi virus corona di sejumlah Rumah Sakit di Surabaya.
Poliklinik Khusus yang disiapkan Rumah Sakit Universitas Airlangga Surabaya. (Foto: Tagar/Haris D Susanto)

Surabaya - Juru bicara penanganan virus corona Achmad Yurianto telah menyebutkan ada enam pasien terkonfirmasi virus corona dengan spesimen diperiksa di Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga, Surabaya.

Menanggapi pernyataan itu, Institute of Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga, Maria Lucia Inge Lusida membenarkan ada enam pasien terkena virus corona yang spesimennya berasal dari Rumah sakit di Jawa Timur.

Iya, mereka masuk mulai Jumat sampai Senin ini.

"Iya benar, benar-benar iya," kata Inge berdasarkan rekaman wawancara beredar dikalangan wartawan, Selasa, 17 Maret 2020.

Inge mengatakan pasien tersebut mulai masuk di rumah sakit di Jawa Timur pada Jumat 13 Maret hingga Senin 16 Maret 2020 kemarin.

"Iya, mereka masuk mulai Jumat sampai Senin ini," imbuh dia.

Sementara itu, ketika ditanya apakah enam spesimen tersebut yang dirawat di Surabaya ini semuanya berasal dari Jatim, Inge mengaku tak mengetahui data tersebut.

"Rumah sakitnya di Surabaya, tapi orangnya ya gak tahu saya pasiennya asalnya itu bukan wewenang saya," ujar dia.

Inge mengaku tak mengingat seluruh data pasien spesimen dirawat di rumah sakit di Surabaya. Ia mengaku data tersebut ada di Kemenkes.

"Coba tanya jubirnya Kemenkes. Saya tidak diberi wewenang untuk itu," ucap dia.

Wagub JatimWagub Jatim Emil Elistianto Dardak saat memantau kesiapan Dinkes Jatim menghdapi pandemi virus corona di Jawa Timur. (Foto: Humas Pemprov Jatim/Tagar)

Alasan Wagub Jatim Tutupi Data PDP Corona

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elistianto Dardak mengaku tidak berani membuka data dan identitas masyarakat masuk kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 atau virus corona.

Emil menegaskan identitas boleh dibuka jika pasien itu sendiri ingin mengeksposenya. Pasien itu tidak ingin terjadi spekulasi dan atas keinginannya sendiri akan bisa mengendalikan situasinya.

Menurutnya, privasi seseorang harus dihormati karena Pemerintah sudah membuat protokol. Kantor Staf Presiden (KSP) sudah menetapkan protokol komunikasi pemerintah pusat dengan daerah.

"Kita harus menghormati karena sudah membuat protokol. Dari KSP sudah membuat protokol mengenai komunikasi pemerintah daerah," ujar Emil usai sidak layanan Call Center Cangkru'an Kesehatan (Cacak) Jatim, di Kantor Dinkes Jatim, Selasa 17 Maret 2020.

Identitas dilarang dipubliskasi tidak hanya masyarakat yang sedang diisolasi saja, tetapi pasien yang sudah dinyatakan sembuh. Meskipun sudah dinyatakan sembuh, bukan berarti pasien itu tidak merasakan tekanan psikologi besar.

"Saya rasa belum ada praktik di manapun mengekpos siapa pasien kena. Kita tahu pasien 01, pasien 02 sekarang sudah sembuh dalam kondisi yang baik. Tetapi mendapatkan kerugian psikologi luar biasa," paparnya.

Emil menyebut, jika di Jatim yang berhak menjadi juru bicara menyampaikan data-data sebaran dan penanganan pasien terinfeksi virus corona adalah Dinas Kesehatan provinsi. Jika pasien berada di rumah sakit milik kabupaten/kota, maka juru bicaranya adalah Dinkes daerah.

"Umpama pasien A adalah orang dalam risiko, itu ya hanya disampaikan serta mendapat persetujuan dari pemerintah pusat, jadi kita enggak," katanya.

Data yang diperbolehkan dipubliskasi setelah mendapat izin pemerintah pusat adalah jumlah dan sebaran ODP, PDP dan pasien yang sudah dinyatakan sehat. Selain itu, data soal spesimen sudah diambil dan hasil pemeriksaan laboratorium untuk spesimen khusus.

"Tidak boleh membuka data identitas pasien dan dapat diumumkan," tegasnya.

Pemprov dan Pemkab hanya diperkenankan memberikan informasi terkait langkah-langkah dalam mencegah dan penanganan ODP dan PDP, termasuk kriterianya.

"Oh, saya ODP, saya PDP. Sudah jelas kriterianya apa ODP dan PDP, harus clear itu. Harus gitu ya, jadi ini yang yang perlu kita camkan bersama," terangnya.

Sebelumnya, Yuri mengumumkan jumlah kasus positif virus corona bertambah menjadi 172 kasus. Jumlah ini meningkat dari angka sebelumnya yaitu sebanyak 134 kasus.

Kasus positif virus corona terbanyak berasal dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Kepulauan Riau. Sedangkan penambahan kasus baru lagi sebanyak 20 orang dari pemeriksaan spesimen oleh Balitbangkes dan ditambah lagi 6 orang dari spesimen yang dilaksanakan Universitas Airlangga, sehingga total 172 kasus. []

Berita terkait
Keterbatasan Layanan Periksa Corona di RS Surabaya
Meski sejumlah rumah sakit di Jatim menyiapkan ruang isolasi, tetapi pelayanan pemeriksaan virus corona masih sangat terbatas.
Tri Rismaharini Gratiskan Tes Corona di Surabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengimbau kepada warga Surabaya untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan saat kondisi kesehatan tidak baik.
Unair Surabaya Beri Kelonggaran Mahasiswa Ikut UTS
Unair Surabaya memberikan alternatif bagi mahasiswa untuk menentukan sendiri metode ujian tengah semester akibat pandemi virus corona
0
Hongeo, Makanan Paling Bau di Korea Selatan
Makanan ini sangat bau sehingga banyak orang Korea Selatan tidak mau mendekatinya, apalagi memasukkannya ke mulut.