UNTUK INDONESIA
IPB dan PP GMKI Komitmen Lahirkan Petani Milenial
PP GMKI didampingi BPC GMKI Cabang Bogor bertemu Prof. Arif Satria selaku Rektor IPB membahas pentingnya petani milenial.
IPB dan PP GMKI Komitmen Lahirkan Petani Milenial. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Pengurus Pusat (PP) GMKI didampingi BPC GMKI Cabang Bogor bertemu Prof. Arif Satria selaku Rektor Institue Pertanian Bogor (IPB) untuk membahas rencana pelaksanaan Konferensi Nasional Mahasiswa Pertanian GMKI pada 1-4 April 2020.

Kami GMKI menyadari masalah pertanian sangat komplek.

Ketua Umum GMKI Korneles Galanjinjinay mengatakan kedatangan GMKI dalam rangka untuk bersilaturahmi dan berdiskusi masalah pertanian yang kurang diminati oleh generasi milenial.

“Kami GMKI menyadari masalah pertanian sangat komplek oleh karena itu kehadiran kami disini ingin berdiskusi dengan pak rektor mencari solusinya terutama soal regenerasi petani, sekaligus kami ingin belajar banyak dari kampus IPB yang telah terbukti banyak melahirkan banyak tokoh tani,” ucapnya.

E.F. Pranoto selaku Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Pusat menyampaikan topik yang akan dibahas dalam pertemuan Konferensi Nasional Mahasiswa Pertanian GMKI.

“Kegiatan ini merupakan momentum strategis organisasi yang nantinya akan membahas isu seputar modernisasi pertanian, pemberdayaan potensi desa dan BUMDes, regenerasi petani (petani muda), problem solving konflik agraria, dan monopoli tengkulak terhadap hasil pertanian," ucapnya. 

Isu yang diangkat, kata dia, merupakan permasalahan pokok yang menyebabkan keterpurukan kesejahteraan para petani, sehingga kegiatan ini dapat dikatakan sebagai respon keberpihakan GMKI terhadap permasalahan pertanian.

Sementara itu, Marolop Jeremi Simarmata selaku BPC sekaligus ketua panitia mengatakan ingin mengundang rektor IPB untuk hadir sebagai salah satu orator ilmiah, sekaligus meminta ijin mengunakan salah satu ruang auditorium sebagai tempat pembukaan acara.

Prof. Arif Satria menyambut positif dan menyampaikan kesiapan untuk hadir pada acara pembukaan. Bahkan, mempersilahkan menggunakan salah satu ruangan auditorium kampus.

“Pada dasarnya saya sangat terbuka dan mendukung setiap kegiatan yang sifatnya akademis, apa lagi ini GMKI yang bicara. Namun saya juga berharap kegiatan ini tidak hanya seremonial saja namun ada langkah konkrit nantinya setelah kegiatan, juga saya berharap GMKI dapat berkolaborasi dengan organisasi CIPAYNG lainnya membuat acara seperti ini.

Prof. Prof. Arif Satria juga memberikan video testimoni untuk kegiatan Konfrensi Nasional Mahasiswa Pertanian GMKI. Menurut dia, isu regenerasi petani ini sangat penting untuk segera dipecahkan. Untuk itu gagasan memunculkan petani milenial, petani generasi baru yang bisa mampu mengakselerasi proses transformasi pertanian Indonesia yang harus segera dimasifkan. 

"Ide dari GMKI untuk mengelar acara yang penting untuk menggugah semngat bertani bagi kaum milenial ini harus kita support. Selamat untuk melaksanakan kegiatan konfrensi," ujarnya.

Korneles sempat menyinggung soal kementrian pertanian yang kurang mendapat dukungan politik, hal tersebut disampaikan saat melihat turunnya anggaran kementrian pertanian setiap tahunnya.

"Politik anggaran di pemerintah kita ternyata memang belum berpihak kepada kepentingan pertanian, lihat saja anggaran Kementan Pada 2015 Rp 32.72 triliun," ucapnya. 

Kemudian, kata dia, pada 2016 turun jadi Rp 27.72 triliun, Rp 24.22 triliun (tahun 2017), Rp 24.03 triliun (tahun 2018) dan Rp 21.71 triliun (tahun 2019) dan tahun ini 2020 turun lagi Rp 21.05 triliun, nasib serupa juga dialami oleh Kementrin Kelautan dan Perikanan bahkan lebih sadis padahal dua sektor ini merupakaan sektor paling strategis menjadi kekuatan ekonomi nasional bahkan global. []

Berita terkait
GMKI Minta Kapolri Tindak Pelaku Pelarangan dan Perusakan Rumah Ibadah
GMKI meminta Kapolri agar menindak tegas mereka yang melakukan pelarangan beribadah.
Ketum GMKI: Edhy Prabowo Tak Berpihak pada Nelayan
Ketum GMKI Corneles Galajinjinay menyebut Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo tak peduli dengan nasib nelayan kecil. Kenapa?
Pelatihan Jurnalistik GMKI Sibolga: Waspada Hoaks
GMKI menggelar pelatihan jurnalistik di Sibolga. Kewaspadaan terhadap informasi hoaks disampaikan ke mahasiswa.
0
DAU 25 Daerah di Sumut Dipotong, Ini Daftarnya
Menteri Keuangan RI memotong DAU sejumlah pemerintah daerah termasuk di Sumatera Utara.