UNTUK INDONESIA
Imbauan Bek Persija Marco Motta untuk Suporter
Bek sayap Persija Jakarta Marco Motta memberi imbauan kepada suporter. Mereka diharapkan mematuhi pemerintah tidak keluar rumah cegah Covid-19.
Bek sayap Persija Jakarta asal Italia Marco Motta memberi imbauan kepada suporter. Eks pemain Juventus ini berharap warga, khususnya Jakmania, mematuhi pemerintah tidak keluar rumah untuk mencegah penyebaran Covid-19. (Foto: persija.id)

Jakarta - Bek sayap Persija Jakarta Marco Motta memberi imbauan kepada suporter untuk mematuhi pemerintah dengan tetap tinggal di rumah. Keputusan pemerintah agar warga tetap di rumah merupakan yang terbaik mencegah penularan pandemi Covid-19.

Motta, pemain asal Italia yang negaranya terkena dampak besar virus Corona. Bahkan puluhan ribu orang terinfeksi Covid-19. Tak sedikit pula yang meninggal karena virus tersebut. 

Tidak hanya di Italia, tetapi Indonesia juga terkena dampak Covid-19. Mereka yang terdampak sudah mencapai 5000-an. Sedangkan mereka yang sembuh sudah lebih tinggi dibandingkan mereka meninggal. Ini merupakan kabar baik meski upaya pencegahan harus ditingkatkan. 

Cara ini juga kita tetap terhindar dan tetap sehat. Mengingat pada akhirnya kesehatan yang paling penting untuk kita jaga

Termasuk di DKI Jakarta. Apalagi Pemerintah DKI Jakarta sudah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lewat Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020. Hal itu dilakukan untuk memutus persebaran virus corona.

Dengan diberlakukannya PSBB, warga diimbau untuk berada di rumah dan meniadakan kegiatan dengan orang banyak selama 2 minggu ke depan atau hingga 23 April 2020. Apalagi DKI Jakarta jadi wilayah yang paling terdampak virus ini.

Kondisi ini membuat Motta ingin para suporter tetap tinggal di rumah. Perhatian mantan pemain Juventus ini ditujukan untuk masyarakat di Indonesia terutama suporter Persija, Jakmania yang selalu setia mendukung tim di setiap laga.

"Pesan saya untuk kalian, Jakmania, yakni menaati semua peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Tetap di rumah, jaga kebersihan, cuci tangan. Intinya taati semua peraturan yang sudah kita ketahui bersama," ujar Motta seperti dikutip laman resmi klub.

Motta yang juga pernah bermain di AS Roma ini mengakui bila banyak yang merasa jenuh karena harus berada di rumah. Mereka juga mungkin bosan mendengarkan imbauan itu. Namun Motta menuturkan tak berhenti mengingatkan warga untuk mematuhi imbauan tersebut.  

"Mungkin terasa membosankan untuk mendengarnya. Tetapi saat ini, hal ini yang harus kita lakukan pada situasi seperti ini," ujar dia. 

"Cara ini juga kita tetap terhindar dan tetap sehat. Mengingat pada akhirnya kesehatan yang paling penting untuk kita jaga," kata pemain yang pernah membela Udinese dan Atalanta ini.

Motta tetap berharap pandemi Corona akan segera berakhir dan kompetisi dimulai bisa digelar kembali. Dia juga berharap akan ada orang yang menemukan vaksin untuk mengobati corona.

"Saya berharap kondisi ini segera berakhir dan kami dapat kembali bertemu di lapangan. Terutama ada orang bisa menemukan vaksin. Sehingga kita bisa kembali ke kehidupan seperti biasa dan kompetisi bisa bergulir," kata dia memungkasi. 

Persija, termasuk klub Liga 1 yang aktif membantu pemerintah dalam penanganan Covid-19. Klub melelang jersey dan perlengkapan pemain.

Hasil dari lelang tersebut diserahkan untuk membantu memerangi virus tersebut. Terakhir, kiper Andritany Ardhiyasa yang melelang jersey saat membawa tim juara liga 2018. []

Berita terkait
Terhindar Corona, Ini Tips Pemain Persija Marc Klok
Gelandang Persija Jakarta, Marc Klok optimistis kebugaran fisik tetap terjaga selama tim diliburkan. Dia juga beri tips terhindar dari Covid-19.
Marco Motta, Bek Persija Wara-wiri di 8 Klub Italia
Eks pemain klub tersohor Seri A, Juventus, Marco Motta merumput di Indonesia. Dia sempat wara-wiri di 8 klub di Italia.
Persija Diperkuat Marco Motta, Eks Bek Juventus
Liga 1 2020 bakal kian semarak dengan kehadiran eks bek AS Roma dan Juventus Marco Motta yang direkrut Persija Jakarta.
0
Inflasi Bisa Tinggi Bila BI Cetak Uang Rp 600 T
Usulan DPR agar Bank Indonesia mencetak uang hingga Rp 600 triliun bisa meningkatkan inflasi tinggi.