TAGAR.id, Jakarta – Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Wilayah Jadetabek menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dan masyarakat terdampak dalam konflik yang terjadi di Wamena, Papua Pegunungan.
Ketua Umum IMAPA Jadetabek, Akianus Wenda, mengatakan peristiwa tersebut menjadi duka bersama bagi seluruh masyarakat Papua. Ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan pendekatan damai serta kemanusiaan dalam menyikapi situasi yang terjadi.
“Kami menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas korban jiwa dan seluruh masyarakat yang terdampak akibat konflik di Wamena. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi situasi ini,” ujar Akianus Wenda di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Selain menyampaikan belasungkawa, IMAPA Jadetabek juga mengapresiasi langkah yang turun langsung ke Wamena untuk memastikan proses penanganan dan pemulihan masyarakat pasca konflik berjalan dengan baik.
- Baca Juga: Ditjen Polpum Kemendagri Inisiasi Kegiatan Garuda Youth Camp 2026 Pelajar SMA/SMK Se-Jabodetabek
Menurut Akianus Wenda, kehadiran pemerintah pusat secara langsung di tengah masyarakat terdampak memberikan harapan dan perhatian bagi masyarakat Papua Pegunungan yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kami juga mengapresiasi kehadiran Ibu Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Ribka Haluk, yang turun langsung melihat kondisi masyarakat di Wamena. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami situasi konflik sangat penting agar masyarakat merasa diperhatikan dan tidak sendiri menghadapi situasi ini,” lanjutnya
IMAPA Jadetabek juga mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk tetap menjaga persatuan, memperkuat komunikasi antarkelompok, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memperkeruh situasi keamanan di Papua Pegunungan.
Menurutnya, penyelesaian konflik di Papua harus mengedepankan nilai kemanusiaan, dialog yang bermartabat, serta menghormati adat dan budaya masyarakat Papua.
Akianus Wenda berharap seluruh pihak, baik pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, maupun masyarakat dapat bersama-sama menjaga stabilitas dan kedamaian di Papua demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.