UNTUK INDONESIA
IHSG Terkoreksi 0,51 Persen, 5 Saham Ini Dilego Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia pada penutupan Selasa, 20 Oktober 2020 terkoreksi 0,51 persen di posisi 5.009,84 poin.
BEI melakukan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) pada sistem perdagangan di bursa efek pada Kamis (12/3) pukul 15.33 WIB karena dipicu penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 5,01 persen. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efk Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Selasa, 20 Oktober 2020 terkoreksi 0,51 persen atau 26,49 di posisi 5.099,84 poin. Aksi jual asing (net sell) yang tidak terlalu besar mampu membuat Indeks Saham mengalami tekanan.

Selama perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 5.080,96 poin dan tertinggi di 5.135,08 poin. Sebanyak 135 saham mengalami kenaikan harga, 339 terkoresi serta 185 stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 9,23 triliun. Volume perdagangan mencapai 10,06 miliar lembar dengan 730.877 kali transaksi.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell senilai Rp 168,56 miliar di keseluruhan pasar. Investor asing yang mencatat penjualan besar terbesar oleh asing antara lain PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero) Tbk atau TLKM senilai Rp 142 miliar. Setelah itu saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI senilai Rp 59 miliar, PT Indofood CBP Tbk atau ICBP senilai Rp 37 miliar, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI Rp 37 miliar dan Rp 18,1 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk atau TOWR) Rp 32 miliar.

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga antara lain PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SMGR senilai Rp 300 menjadi Rp 9.475 per lembar. Setelah itu saham PT Tigaraksa Satria Tbk atau TGKA senilai Rp 300 menjadi Rp 8.500 per lembar serta PT Bank Permata Tbk atau BNLI Rp 280 menjadi Rp 2.590 per lembar.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga antara lain PT Gudang Garam Tbk atau GGRM senilai Rp 2.525 menjadi Rp 40.550 per lembar. Setelah itu saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk atau DSSA senilai Rp 575 menjadi Rp 15.475 per lembar serta PT PT Metropolitan Kentjana Tbk atau MKPI Rp 500 menjadi Rp 23.000 per lembar.

Saham-saham yang teraktif diperdagangkan antara lain PT Bank BRI Syariah Tbk atau BRIS sebanyak 83.469 kali senilai Rp1,14 triliun. Setelah itu PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTM sebanyak 38.073 kali senilai Rp 822,1 miliar serta PT H.M. Sampoerna Tbk. atau HMSP sebanyak 26.037 kali senilai Rp 251,4 miliar.

Sebelumnya, IHSG pada penutupan perdagangan awal pekan di Bursa Efek Indonesia, Senin, 19 Oktober 2020 menguat 0,45 persen atau 22,92 di posisi 5.126,33 poin. Aksi jual asing (net sell) yang cukup besar senilai Rp 394,37 miliar tidak sampai membuat Indeks Saham mengalami tekanan. [] 

Berita terkait
Masa Konsolidasi, Naiknya IHSG Bukan Karena UU Cipta Kerja
UU Cipta Kerja dinilai tidak bisa dijadikan indikator terhadap pergerkaan IHSG dalam jangka pendek.
Asosiasi Emiten Sebut UU Cipta Kerja Membuat IHSG Menghijau
Kalangan pelaku pasar modal merespon positif Omnibus Law UU Cipta Kerja, yang tercermin dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG Naik 0,84 Persen, Tiga Saham Bank Ini Dibeli Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Oktober 2020 menguat 0,84 persen di level 5.176,09 poin.
0
Sultan HB X Minta Warga Waspada Angin Berputar di Yogyakarta
Sri Sultan HB X meminta warga waspada angin berputar. Sultan mencontohkan tebu di Madukismo jika tersapu angin jatuhnya tidak akan satu arah.