UNTUK INDONESIA
IHSG Naik 0,45 Persen, Saham Telkom dan BRI Dilepas Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin, 19 Oktober 2020 menguat 0,45 persen di posisi 5.126,33 poin.
Ilustrasi Bursa Hong Kong. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Senin, 19 Oktober 2020 menguat 0,45 persen di posisi 5.126,33 poin. (Foto: Tagar/South China Morning Post/Ilustrasi Bursa Hong Kong).

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan awal pekan, Senin, 19 Oktober 2020 menguat 0,45 persen atau 22,92 di posisi 5.126,33 poin. Aksi jual asing (net sell) yang cukup besar senilai Rp 394,37 miliar tidak sampai membuat Indeks Saham mengalami tekanan.

Selama perdagangan, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 5.090,78 poin dan tertinggi di 5.128,65 poin. Sebanyak 237 saham mengalami kenaikan harga, 222 terkoresi serta 209 stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp 8,59 triliun. Volume perdagangan mencapai 12,90 miliar lembar dengan 691.580 kali transaksi.

Investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell senilai Rp 394,37 miliar di keseluruhan pasar. Saham-saham yang mencatat penjualan bersih oleh asing terbesar antar lain, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk atau TLKM senilai Rp 284,3miliar. Setelah itu saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI senilai Rp 69,8 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk atau TOWR Rp 56,8 miliar

Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga antara lain PT Metropolitan Kentjana Tbk atau MKPI senilai Rp1.300 menjadi Rp 23.500 per lembar. Setelah itu saham PT Bank Central Tbk atau BBCA senilai Rp 700 menjadi Rp 29.500 per lembar serta PT Transcoal Pacific Tbk atau TCPI senilai Rp 400 menjadi Rp 5.900 per lembar.

Saham-saham yang mengalami penurunan harga antara lain PT Gudang Garam Tbk atau GGRM senilai Rp 825 menjadi Rp 43.075 per lembar. Setelah itu saham PT Pollux Properti Indonesia Tbk atau POLL senilai Rp 275 menjadi Rp 5.250 per lembar serta PT Citra Turbindo Tbk atau CTBN senilai Rp 220 menjadi Rp 3.150 per lembar.

Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau ANTM sebanyak 58.868 kali senilai Rp 1,17 triliun. Setelah itu saham PT Bank BRI Syariah Tbk atau BRIS sebanyak 49.724 kali senilai Rp 588,2 miliar serta PT Karya Bersama Anugerah Tbk atau KBAG sebanyak 24.260 kali senilai Rp105,2 miliar.

Sebelumnya, IHSG pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, 16 Oktober 2020 terkoreksi 0,03 persen atau 1,74 di posisi 5.103,41 poin. Aksi jual asing (net sell) membuat Indeks Saham mengalami tekanan. []


Berita terkait
Pengamat: IHSG Naik Belum Tentu Efek UU Cipta Kerja
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik dalam beberapa hari sulit dijadikan indikator berhasilnya UU Cipta Kerja.
Asosiasi Emiten Sebut UU Cipta Kerja Membuat IHSG Menghijau
Kalangan pelaku pasar modal merespon positif Omnibus Law UU Cipta Kerja, yang tercermin dari kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG Naik 0,84 Persen, Tiga Saham Bank Ini Dibeli Asing
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Oktober 2020 menguat 0,84 persen di level 5.176,09 poin.
0
Ini 11 Korban Meninggal Akibat Tanah Longsor di Sumsel
Tanah longsor di Desa Tanjung Lalang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mengakibatkan 11 orang meninggal dunia.