UNTUK INDONESIA
HUT ke-75 RI, PKS: Pemerintah Jangan Menzalimi Rakyat
Politisi PKS, Netty meminta pemerintah bersungguh-sungguh melanjutkan cita-cita pendiri bangsa dan tidak menzalimi rakyat dengan kebijakan.
Anggota Komisi IX DPR,Netty Prasetiyani Aher. (Foto: Instagram/@netty_heryawan)

Jakarta - Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Netty Prasetiyani Aher menegaskan bahwa partainya memiliki kecintaan yang besar terhadap Indonesia, serta sikap kepedulian terhadap masyarakat Tanah Air.

Hal itu diungkapkan Netty, dihadapan anggota DPRD Kabupaten Cirebon, pengurus DPD dan segenap kader PKS saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 RI.

Pemerintah jangan sampai terus menzalimi rakyat dengan sikap dan kebijakan di berbagai bidang yang tidak pro rakyat

"Kita tegaskan kecintaan PKS kepada republik ini dengan terus bekerja melayani rakyat. Tunjukkan bahwa kader PKS mencintai NKRI ini dengan tulus. Tidak boleh ada orang yang meragukan kecintaan kita terhadap Indonesia," katanya di halaman kantor DPD PKS Kabupaten Cirebon, Senin, 17 Agustus 2020.

Tak hanya itu, Netty juga meminta segenap kader dan simpatisan PKS agar tetap semangat, terus berkontribusi dan meningkatkan kewaspadaan di tengah merebaknya wabah Covid-19.

Mengingat banyaknya korban, maupun pasien baru Covid-19, dia menyerukan agar hal itu segera ditangani guna untuk menghentikan penyebaran virus corona ke berbagai daerah di Indonesia

"Hari Kemerdekaan ditandai dengan sejumlah 142.081 kasus terkonfirmasi di seluruh Indonesia dan ditemukannya klaster-klaster baru transmisi Covid-19 di berbagai daerah. Hal ini sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani," ujarnya.

Dengan semangat perjuangan saat merebut kemerdekaan dari para penjajah, Netty meminta pemerintah untuk bersungguh-sungguh melanjutkan cita-cita pendiri bangsa.

"Berikan keadilan dan kesejahteraan pada rakyat. Jangan khianati para pahlawan yang telah gugur. Pemerintah jangan sampai terus menzalimi rakyat dengan sikap dan kebijakan di berbagai bidang yang tidak pro rakyat," ucapnya.

Memeriahkan HUT ke-75 RI, PKS juga melaksanakan lomba membaca teks proklamasi dan dilanjutkan dengan penampilan seni Tari Topeng khas Cirebon.

"Tari Topeng ini dibawakan oleh anak muda pelajar Cirebon sebagai bentuk kecintaan terhadap seni budaya Indonesia dengan segala keragaman di dalamnya. Dengan mencintai budaya lokal diharapkan terbangun wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang kokoh," kata dia.

Menurutnya, seni budaya adalah salah satu dari tiga aspek penting dalam kehidupan selain agama dan ilmu pengetahuan.

"Mempertahankan dan mengisi kemerdekaan dengan 3 hal, yaitu Agama, ilmu, dan seni. Agama membuat hidup kita terarah, ilmu menjadikan hidup lebih mudah, seni membuat hidup menjadi indah. Kombinasi ketiganya menjadikan manusia Indonesia sebagai manusia yang unggul dan utuh," ucap Netty.[]

Berita terkait
FPKS: Temuan Obat C-19 Kado Terindah HUT ke-75 RI
Sukamta mengatakan, temuan obat Covid-19 (C-19) merupakan kado terindah pada HUT ke-75 Republik Indonesia (RI).
Rafli: Omnibus Law Pangkas Kewenangan BPKS Sabang
Rafli Kande sebagai mitra kerja BPKS mengingatkan bahwa RUU Omnibus Law Cipta Kerja terindikasi memiliki masalah bagi penunjang perekonomian.
Harapan Iis Dahlia, Ahok hingga UAS di HUT ke-75 RI
Sejumlah pesohor mulai dari Iis Dahlia, Ustaz Abdul Somad, hingga Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyampai harapan di perayaan HUT ke-75 RI.
0
HUT ke-75 RI, PKS: Pemerintah Jangan Menzalimi Rakyat
Politisi PKS, Netty meminta pemerintah bersungguh-sungguh melanjutkan cita-cita pendiri bangsa dan tidak menzalimi rakyat dengan kebijakan.