UNTUK INDONESIA
Homeschooling Lebih Hebat dari Sekolah Konvensional
Homeschooling dinilai lebih hebat dari sekolah konvensional karena anak fokus belajar pada sesuatu yang paling disenanginya.
Ilustrasi. (Foto: Pixabay/picjumbo_com)

Bandung - Naira 33 tahun, seorang ibu dengan satu anak perempuan berumur 7 tahun. Ia bercerita sambil menggerutu, gara-gara sistem zonasi anaknya tidak bisa masuk sekolah dasar negeri favorit di Kecamatan Bandung Kidul.

"Saya pusing dengan sistem zonasi. Kemungkinan besar masuk swasta dengan biaya lebih mahal," kata Naira.

Sejurus kemudian ia menambahkan, "Tapi ya, saya khawatir juga kalau swasta dengan biaya mahal, eh di tengah-tengah suami harus pindah tugas lagi, kan sayang. Ini yang membuat saya semakin bingung."

Situasi itu membuatnya berpikir untuk menempuh homeschooling untuk anaknya.

Keluhan Naira mewakili banyak ibu dari kalangan kaya yang kecewa dengan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019.

Kata Praktisi Homeschooling

Memasukkan anak ke sekolah negeri, swasta atau homeschooling sama baiknya, tapi kembali lagi kepada keinginan dan kenyamanan anak yang akan menjadi peserta didik.

Hal tersebut disampaikan pengelola Komunitas Pewaris Bangsa Sanny Darman.

Tiga hal yang harus dipersiapkan orang tua saat memilih homeschooling untuk anak, yaitu pahami homeschooling dan tentukan tujuan yang akan dicapai. 

Berikut ini penjelasan lengkap Sanny Darman.

1. Pahami Homeschooling

Orang tua harus mengetahui dan memahami aspek mekanisme, operasional hingga proses belajar-mengajar di homeschooling.

"Memahami homeschooling dengan baik sangat penting dilakukan, karena di homeschooling orang tualah yang akan menggantikan peran guru sekaligus institusi sekolah. Maka dalam sekolah rumah ini orang tualah yang banyak berperan," tutur Sanny.

2. Tentukan Tujuan

Orang tua harus menentukan tujuan yang akan dicapai sebelum memulai homeschooling.

"Menentukan tujuan atau sasaran penting dilakukan sebelumnya. Jangan sampai orang tua tidak menentukannya karena dikhawatirkan output yang menjadi target anak dalam proses belajar-mengajar tidak tercapai," katanya.

Mereka (anak-anak homeschooling) rata-rata menyadari belajar itu merupakan kebutuhan.

3. Administrasi Harus Disiapkan

Hal yang harus disiapkan orang tua saat anak memilih homeschooling, yaitu administrasi. Seperti surat pernyataan pertanggungjawaban orang tua atas proses belajar mengajar anaknya. Namun, hal tersebut tergantung lembaga atau komunitas yang mengelola atau menaungi homeschooling .

"Karena setiap lembaga atau komunitas homeschooling satu dengan yang lain selalu berbeda mekanisme administrasinya." kata dia.

Seperti lembaga yang dikelola dirinya memiliki kebijakan administrasi, yaitu mewajibkan setiap orang tua yang akan bergabung di lembaga homeschooling yang dikelolanya untuk membuat surat pernyataan bahwa orang tua yang bertanggung jawab atas pendidikan anaknya.

Pasalnya, orang tua dalam mekanisme homeschooling sebagai pelaksana atau sebagai guru sekaligus kepala sekolah dan institusi sekolahnya dalam urusan administrasi, proses belajar-mengajar, kurikulum hingga operasional dalam sekolah lain.

"Orang tua diharapkan dapat mempersiapkan kurikulum. Persiapan ini penting yang harus dilakukan orang tua. Biasanya orang tua memilih menggabungkan antara yang dianjurkan pemerintah dan yang disesuaikan dengan kebutuhan anak." kata dia.

Keuntungan Homeschooling

Pertama, anak yang memilih homeschooling biasanya lebih unggul di bidang keterampilan dan karakter dibandingkan anak yang sekolah formal.

Sanny mencontohkan anak didiknya yang sangat suka ayam. Anak tersebut fokus pada berbagai materi mengenai ayam. Dan karena di homeschooling proses belajar-mengajar fleksibel, anak memiliki waktu lebih banyak untuk mencari tahu atau menambah pengetahuan tentang ayam. Sehingga anak tersebut paling tahu ayam dibanding anak lain.

Kedua, anak memiliki waktu luang lebih banyak untuk mempelajari hal atau keterampilan yang disukainya. Dengan demikian, homeschooling memiliki kelebihan pada daya saing, aspek keterampilan, dan karakter anak dibandingkan anak yang bersekolah formal.

"Karena sekolah formal biasanya tidak bisa fokus pada satu hal yang disukai anak didik, dan lebih banyak terbebani oleh banyaknya mata pelajaran lain seperti agama, PPKN dan materi persiapan UAN serta materi lain," kata Sanny.

Ketiga, anak lulusan homeschooling bisa bersaing dengan anak-anak yang bersekolah formal saat ujian masuk perguruan tinggi dengan berbagai jalur masuk. Sudah banyak anak yang pernah masuk homeschooling ini bisa masuk perguruan tinggai negeri dan perguruan tinggi swasta favorit di Indonesia.

"Anak yang bersekolah rumah lebih antusias dalam belajar supaya bisa masuk perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta favorit di Indonesia. Karena biasanya anak-anak homeschooling lebih sadar fungsi dan tujuan belajar," ujar dia.

Keempat, anak homeschooling lebih menyadari bahwa belajar itu bukan karena hukuman, belajar bukan karena terpaksa, belajar bukan karena tidak naik kelas atau belajar karena dikeluarkan dari sekolah.

"Mereka (anak-anak homeschooling) rata-rata menyadari belajar itu merupakan kebutuhan," kata Sanny. []

Tulisan feature lain:

Berita terkait
0
Pembakar Lahan di Aceh Terancam Penjara 3 Tahun
Polisi berhasil mengungkap pelaku pembakaran enam hektar lahan di Desa Teladan Jaya, Kecamatan Babahrot Kabupaten Abdya, Provinsi Aceh.