UNTUK INDONESIA
HKBP Tegaskan Tak Memohon Bibit Ikan ke Aquafarm
Panitia Eco Pastoral Care menegaskan tidak pernah melayangkan permohonan bantuan bibit ikan ke Aquafarm.
Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt DR Anna C Vera Pangaribuan. (Foto: Tagar/Alex Siagian)

Medan - Terkait munculnya persepsi bahwa bibit ikan yang ditabur Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Danau Toba berasal dari PT Aquafarm Nusantara, panitia Eco Pastoral Care menegaskan tidak pernah melayangkan surat permohonan bantuan bibit ikan ke perusahaan keramba jaring apung yang telah berganti nama jadi Regal Springs Indonesia itu.

Hal itu dikatakan Sekretaris Panitia Pdt Antoni Manurung, seperti dalam pernyataan yang diterima Tagar, Minggu 7 Juli 2019 sore.

"Kami Panitia Eco Pastoral Care (EPC) menegaskan bahwa tidak pernah memohon bibit ikan dari Aquafarm baik secara tertulis maupun lisan," jelas Antoni.

Dijelaskannya, bibit ikan yang ditabur panitia EPC bersama pimpinan HKBP, pemerintah dan tokoh masyarakat merupakan sumbangan dari UPT Dinas Lingkungan Hidup Pemprov Sumut dan Pemkab Toba Samosir.

"Kita semua sepakat termasuk tujuan utama panitia EPC untuk merawat lingkungan (air, hutan dan gunung) dan sebagai tanggung jawab kita bersama," sambungnya.

Kita tidak bisa menutup mata pada limbah kimia keramba jaring apung milik perusahaan atau pribadi

Bahkan, kata Antoni, panitia EPC siap diklarifikasi maupun diusut demi kebenaran informasi. Ia juga meminta agar jangan menyangkutpaitkan pengadaan bibit itu dengan HKBP.

"Karena pimpinan HKBP adalah bagian undangan kami (panitia EPC)," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Departemen Marturia HKBP menutup rangkaian Eco Pastoral Care dengan kegiatan penaburan bibit ikan di perairan Danau Toba, Balige, Kabupaten Tobasa, Jumat 5 Juni 2019.

Hadir pada kesempatan itu Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt Dr Anna Ch Vera Pangaribuan, Sekjen HKBP David Farel Sibuea, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara Binsar Situmorang, dan Bupati Tobasa Darwin Siagian.

Penaburan bibit ikan ini merupakan bagian dari kegiatan Eco Pastoral Care yang sebelumnya dilakukan di Pantai Ambarita, Samosir. Setelah itu, juga dilakukan penanaman 45.000 bibit sereh wangi dan 1.000 pohon produktif di distrik Samosir dan Humbang Hasundutan, Humbang Habinsaran dan Balige.

Menurut Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt Dr Anna Ch Vera Pangaribuan, Eco Parcoral Care merupakan salah satu bentuk pelayanan dan kegiatan yang berhubungan dengan lingkungan.

"Kita tidak bisa menutup mata pada limbah kimia keramba jaring apung milik perusahaan atau pribadi. Hal ini mengakibatkan kurangnya oksigen dan musnahnya berbagai jenis ikan dan banyak ditemukan bangkai ikan di Danau Toba," katanya. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Ikut Kemah, Pelajar Pematangsiantar Tewas di Danau Toba
Putri Sinambela, 16 tahun, seorang pelajar asal Kota Pematangsiantar ditemukan tewas di perairan Danau Toba.