UNTUK INDONESIA
Hindari Makan Gorengan Buat Buka Puasa
Favorit orang Indonesia untuk berbuka puasa dengan menu gorengan. Alasannya, praktis, simpel dan mudah dijumpai di pinggir jalan.
Ilustrasi gorengan. (Ist)

Jakarta - Favorit orang Indonesia untuk berbuka puasa dengan menu gorengan. Alasannya, praktis, simpel dan mudah dijumpai penjual gorengan di pinggir jalan.

Gorengan sebagai takjil pembuka puasa dan salah satu camilan Indonesia yang bertahan dari masa ke masa dan sekarang ini makin banyak ragamnya.

Umumnya, di Indonesia bahan-bahan makanan yang dilapisi adonan tepung dan digoreng seperti pisang, tempe, tahu, ubi atau singkong.

Akan tetapi di balik kelezatannya, kebiasaan makan gorengan buat berbuka puasa ternyata berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Apalagi jika kebiasaan tersebut rutin kita lakukan setiap hari selama puasa bulan Ramadan.

Tagar merangkumnya untuk Anda, Kamis, 9 Meri 2019.

1. Sulit Dicerna

Kandungan lemak dalam minyak yang terdapat pada gorengan membuat gorengan sulit untuk dicerna. Terutama ketika gorengan menjadi makanan pertama yang dimakan saat berbuka puasa. Sebab, ketika perut kosong setelah berpuasa seharian perut harus mencerna lemak yang ada pada gorengan.

Hal ini membuat saluran pencernaan bekerja lebih keras untuk dapat mencerna lemak tersebut. Sehingga proses untuk mencerna gorengan akan memakan waktu lama serta dapat mengganggu dan menghambat saluran pencernaan untuk mencerna zat gizi lain.

Selain itu, karena gorengan lebih lama untuk dicerna, perut menjadi lebih lama untuk merasa kenyang. Ujungnya, kamu akan terus merasa lapar dan terus menambah gorengan yang kamu makan hingga tidak sadar sudah berapa banyak gorengan yang dimakan. 

Sulitnya lemak pada gorengan untuk dicerna dan kandungan serat yang sedikit ternyata juga dapat menyebabkan sembelit.

2. Asam Lambung Meningkat

Mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa juga bisa merangsang kenaikan asam lambung bagi mereka yang memiliki saluran pencernaan yang sensitif. Hal ini dapat menyebabkan heartburn atau perasaan panad atau terbakar di sekitar perut bagian atas. Kandungan lemak jenuh pada gorengan juga dapat mengakibatkan asam lambung naik.

Jika kamu pernah merasa tenggorokan menjadi gatal setelah mengonsumsi gorengan, maka hal ini karena adanya kandungan akrolein pada gorengan yang menyebabkan rasa gatal. 

Akrolein ini terbentuk pada minyak yang sudah dipakai berkali-kali (jelantah). []

Baca juga:

Berita terkait
0
Teten Masduki: Cipta Kerja Konsolidasikan Data Tunggal KUMKM
Menkop UKM Teten Masduki mengatakan, UU Cipta Kerja membuka ruang bagi pemerintah untuk mengkonsolidasikan data tunggal koperasi dan UMKM.