UNTUK INDONESIA
Hendrar Prihadi Sebut 5 Klaster Baru Covid Semarang
Klaster baru penyebaran Covid-19 terus bermunculan di Semarang. Terkini ada lima klaster baru, mana saja?
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut munculnya sejumlah klaster baru penyebaran Covid-19 selama hampir dua pekan pelaksanaan PKM jilid dua. (Foto: Istimewa)

Semarang - Klaster baru penyebaran Covid-19 di Kota Semarang terus bermunculan. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut setidaknya ada lima klaster baru yang sangat potensial menjadi wadah atau tempat penularan virus corona.

Jadi trennya turun, kemudian naik lagi mendekati titik awal sebelum dilakukan PKM jilid pertama.

Hal itu diungkapkan Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, usai rapat evaluasi pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) jilid dua di Balai Kota Semarang, Selasa, 2 Juni 2020. 

"Evaluasi PKM jilid dua, mulai 25 mei sampai nanti 7 Juni, sampai hari ini kami menemukan beberapa klaster baru. Tidak hanya di Pasar Kobong (klaster sebelumnya), tapi juga di Pasar Prembaen, Pasar Jati Banyumanik, Pasar Burung Karimata. Juga di Rusunawa Kaligawe serta kluster dari salah satu perbankkan," kata dia.

Menurut Hendi, dari hasil rapid test yang ditindaklanjuti swab, di ketahui sejumlah pedagang dan warga di klaster-klaster tersebut sudah positif terpapar Covid-19. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang telah dan terus melakukan tracking contact guna mengetahu sejauh mana penyebaran virus.

"Dua hari ini kami sudah tracking ke keluarganya dan pedagang lain untuk mencari tahu, apakah berhenti hanya pada titik ini atau berkembang sesuai hasil penelusuran teman-teman petugas," ujar dia.

Dari hasil pelacakan tim gabungan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19, diketahui ada beberapa kasus yang sudah menyebar ke keluarganya. "Kluster dari salah satu perbankkan, keluarganya juga terkena Covid-19," tutur dia.

Hendi menambahkan hasil evaluasi PKM jilid dua memperlihatkan kurva perkembangan kasus Covid-19 di Kota Semarang mengalami peningkatan. Bahkan angkanya mendekati kasus awal sebelum diberlakukan PKM jilid pertama.

"Total sampai hari ini, dari angka 47 penderita Covid-19, sekarang sudah mencapai 131 penderita Covid-19. Jadi trennya turun, kemudian naik lagi mendekati titik awal sebelum dilakukan PKM jilid pertama," ujar dia.

Terkait hal itu, Hendi kembali mengingatkan warganya untuk tidak memandang sebelah mata penyebaran virus corona. Ia mewanti agar masyarakat tetap disiplin menaati kebijakan PKM, termasuk menerapkan protokol kesehatan, demi terhindar sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Maka harapannya saya kepada masyarakat, mari sekali lagi mendisiplinkan diri menghadapi pandemi. Covid ini, di tubuh manusia seakan tidak ada gejalanya. Tapi ketika berdisiplin maka tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tapi juga orang di sekitar, agar tidak tertular," ucapnya.

Sebelumnya, Hendi mengungkapkan penerapan PKM jilid dua karena munculnya tiga klaster baru. Yakni pasar, tempat pendidikan dan rumah sakit. Belakangan diketahui, klaster pasar adalah Pasar Kobong. 

Di waktu yang beda, ia juga menyebut ada klaster lain, di lingkungan Pemkot Semarang, dengan ditemukannya tiga pejabat sekelas eselon dua dan tiga yang positif corona. Dengan demikian, selama sekitar dua pekan terakhir, di Kota Semarang muncul sembilan klaster baru. []

Baca juga: 

Berita terkait
3 Pejabat Semarang Positif Covid, 250 PNS Uji Swab
Kepala dinas, camat dan sekcam di Kota Semarang positif Covid-19. Ratusan PNS lain diuji swab untuk melacak penyebaran corona.
PKM Semarang Diperpanjang, Ada 3 Klaster Covid Baru
Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) di Kota Semarang diperpanjang hingga 7 Juni 2020. Ini setelah ada 3 klaster baru penularan Covid-19.
Viral Larangan Hamil, Begini Kata Kadinkes Semarang
Dinas Kesehatan Semarang menjelaskan soal sosialisasi petugas puskesmas yang melarang ibu-ibu hamil selama pandemi Covid-19 dan sempat viral.
0
Hendrar Prihadi Sebut 5 Klaster Baru Covid Semarang
Klaster baru penyebaran Covid-19 terus bermunculan di Semarang. Terkini ada lima klaster baru, mana saja?