UNTUK INDONESIA
Hati-hati dan Cermati Gejala DBD pada Anak
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Siti Nadia ingatkan orang tua perhatikan gejala demam berdarah pada anak.
Nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah dengue atau DBD. (foto: wikimedia.org).

Jakarta - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Siti Nadia Tarmizi mengingatkan masyarakat mewaspadai demam berdarah (DBD), apabila terdapat gejala khas yang tidak ditemukan saat demam biasa khususnya pada anak.

Nadia menyebutkan beberapa gejala khas demam berdarah yaitu terdapat bintik-bintik merah di kulit, atau terjadi mimisan satu kali, atau gusi yang tiba-tiba berdarah.

"Utama sekali ada bintik-bintik merah, atau mimisan satu kali, atau gusinya tiba-tiba berdarah. Bisa saja satu kali mimisan lalu ngga pernah mimisan lagi, itu biasanya tanda-tanda kita terkena demam berdarah," kata Nadia, Kamis, 16 Januari 2020, seperti diberitakan Antara

Gejala khas tersebut biasanya muncul pada hari ketiga atau hari keempat. Ciri lainnya adalah demam yang tak kunjung turun selama tiga hari berturut-turut, dan suhu tubuh yang cenderung tidak turun meski sudah minum obat penurun demam. 

Pastikan tidak ada sarang-sarang nyamuk di rumah kita.

Jika anak mengalami demam biasa, suhu tubuhnya langsung turun begitu meminum obat penurun panas.

Pemeriksaan darah untuk memastikan terjadi demam berdarah atau tidak juga paling sensitif pada hari ketiga. Jika anak mengalami gejala di atas, segeralah bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Nyamuk tersebut menghisap darah manusia yang sudah tertular virus dan menularkan kepada orang lain dengan gigitan nyamuk.Dia menerangkan virus dengue hanya bisa ditularkan kepada manusia melalui perantara nyamuk aedes aegypti. Nyamuk tersebut menghisap darah manusia yang sudah tertular virus dengue dan menularkan kepada orang lain dengan gigitan nyamuk.

Nadia menekankan pentingnya melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah tertular penyakit yang diakibatkan oleh virus dengue tersebut.

"Kita sebagai warga, sebagai anggota keluarga harus menjaga supaya kita tidak tergigit nyamuk. Populasi nyamuk di rumah kita juga harus seminimal mungkin, dan tentunya pastikan tidak ada sarang-sarang nyamuk di rumah kita," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan sejumlah kasus demam berdarah bermunculan di beberapa daerah Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 84 kasus DBD terjadi sejak awal tahun 2020 di enam provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, dan Sumatera Barat. []

Baca juga:

Berita terkait
Kasus DBD di Aceh Singkil Meningkat 4 kali Lipat
Kasus DBD di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh meningkat drastis tahun 2019.
Kasus DBD di Jabar Meningkat, Waspada Kabupaten Bogor Paling Rawan
Berikut ini lima daerah di Jawa Barat rawan terkena penyakit demam berdarah dengue.
Pemkab Gowa Antisipasi DBD di Musim Hujan
Antisipasi penyakit saat musim hujan. Pemkab kowa melalui Dinas Kesehatan melakukan penyemprotan sarang nyamuk Demam Berdarah (DBD)
0
98,3 Kg Ganja Dimusnahkan Polisi di Payakumbuh
Pemusnahan ganja sebanyak 98,3 kilogram merupakan hasil pengungkapan Polres Payakumbuh. Empat tersangka ditangkap dalam peredaran ganja.