UNTUK INDONESIA
Hasto: Rakernas PDIP Bahas Amendemen UUD 1945 di MPR
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebut Rakernas I membahas Haluan Negara fokus amendemen terbatas UUD 1945 di MPR.
Hasto memberi keterangan pers usai usai menghadiri pembukaan Pendidikan Kader PDIP, di Sidoarjo, Kamis, 5 Agustus 2019 malam. (Foto: Tagar/AdI Suprayitno)

Jakarta - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebutkan peringatan HUT ke-47 PDI Perjuangan (PDIP), sekaligus rapat kerja nasional (Rakernas) I, akan membahas salah satunya isu Haluan Negara yang akan menjadi fokus amendemen terbatas UUD 1945 di MPR.

Hasto: Rakernas I PDI Perjuangan akan menjadi Rakernas terbesar, yang dihadiri dari Presiden.

Rakernas I dan HUT PDIP, kata dia, bakal dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), serta para menteri hingga sejumlah ahli. 

Selain itu, peringatan HUT dan rakernas I PDIP juga akan melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki semangat mewujudkan Indonesia Berdikari.

"Rakernas I PDI Perjuangan akan menjadi Rakernas terbesar, yang dihadiri dari Presiden, menteri, struktur partai, legislatif dan eksekutif partai, hingga para sejarawan, arkeolog, ahli gizi, ahli obat-obatan tradisional dan para budayawan," kata Hasto Kristiyanto di Jakarta, Sabtu, 14 Desember 2019, dilansir Antara.

Baca juga: Ngabalin Anggap Rocky Gerung Amoral

Soal Haluan Negara ini sendiri, kata dia, partainya ingin semangat berdikari menjadi dasar penyusunannya. Haluan negara menurutnya adalah jalan kebudayaan, jalan kemakmuran yang berdiri kokoh di atas sumber daya nasional bangsa. 

"Dalam hal pangan, rempah, obat-obatan, bumbu-bumbuan, dengan keanekaragaman flora-fauna paling lengkap sedunia, selama dikelola dari hulu ke hilir, dengan menerapkan riset dan inovasi serta melalui sistem produksi yang tepat, maka jalan kemakmuran Indonesia Raya akan tercipta. Semangat inilah yang kami digelorakan," tuturnya. 

Dia mencontohkan, Indonesia merupakan produsen terbesar sarang burung walet. Potensi nilai ekspor 2.500 ton per tahun bila penyeludupan dihilangkan dengan 300 ribu tenaga kerja, dan nilai produksi lebih dari USD 3 miliar (sekitar Rp 41,9 triliun dengan kurs Rp13.990 per USD). 

"Ini sumber protein dan sekaligus sangat baik untuk kesehatan. Pasar internasional, khususnya Jepang dan Tiongkok sangat besar," katanya. 

Hasto berujar, begitu juga dengan umbi porang, di mana nilai ekspornya sudah mencapai triliunan rupiah, karena pemanfaatannya luar biasa untuk obat-obatan, ada kandungan glukomanan yang sangat penting bagi kesehatan tubuh. 

Dia menambahkan, dengan lebih dari 300 ribu kekayaan hayati, jika Indonesia menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mengedepankan riset dan inovasi sebagai budaya bangsa, maka bisa membuat loncatan kemajuan. 

"Syaratnya harus percaya diri, berdikari, dan konsisten untuk mengembangkan apa yang Indonesia miliki," katanya. 

Di rakernas PDIP nanti, juga digelar kebudayaan untuk menunjukkan kepribadian bangsa yang berakar kuat sejak ribuan tahun yang lalu. Menurutnya, Indonesia begitu berwarna, dan kaya dengan nilai spiritualitas yang hidup dalam kebudayaan bangsa. 

Baca juga: Curhatan Sukmawati ke Ngabalin Soal FPI dan Kasusnya

Oleh karena itu, kata dia, PDIP juga akan menghadirkan kaum muda, dengan pesan kebudayaan yang begitu kental. 

"Jalan kebudayaan bertumpu pada kepribadian bangsa. Di sinilah Pancasila tidak hanya menjadi meja statis, namun juga leitstar (bintang pembimbing), suatu pemandu yang dinamis agar Indonesia hadir kembali sebagai pemimpin diantara bangsa-bangsa di dunia," kata Hasto. []

Berita terkait
PDIP: Pandangan Politik SBY Seperti Realitas Pemilu
Ahmad Basarah mengatakan pernyataan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat dari kenyataan yang terjadi pada Pemilu 2019.
Fraksi PDIP Nyatakan DWP Dibutuhkan di Jakarta
Anggota DPRD DKI Jakarta dari fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Gilbert Simanjuntak menyatakan Djakarta Warehouse Project (DWP) dibutuhkan di Jakarta.
10 Januari, PDIP Jatim Umumkan Rekomendasi Cakada
Hanya saja, PDIP tidak mengeluarkan semua rekomendasi secara bersamaan, kaarena masih akan melakukan evaluasi.
0
Jokowi Sebut Hikmah Covid-19 Bagi Dunia Pendidikan
Presiden Jokowi katakan di tengah pandemi Covid-19 salah satu hikmahnya adalah banyak pelajaran yang bisa didapat dalam pembelajaran siswa