UNTUK INDONESIA
Hasto Klaim Survei Eri - Armuji Unggul 6 Persen Faktor Risma
Sekjen PDIP, Hasto Kristoyanto berdasarkan survei internal, usungannya di Pilkada Surabaya unggul 6 persen karena faktor Tri Rismaharini.
Ketua DPP PDIP Tri Rismaharini bersama pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi-Armuji saat deklarasi di Taman Harmoni Surabaya, Rabu, 2 September 2020. (Foto: Tagar/Adi Suprayitno)

Surabaya - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengungkapkan survei internal pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi- Armudji di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Berdasarkan survei tersebut, Hasto mengungkapkan Eri-Armudji unggul 6 persen dibanding rivalnya, Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno.

Hasto mengungkapkan partainya sudah melakukan survei internal untuk melihat kekuatan usungannya di Pilkada Surabaya. Meski mengungkapkan survei gaconya di Pilkada Surabaya unggul 6 persen, tetapi Hasto enggan mengungkapkan kapan dan metode saat survei dilakukan.

Undecided voters belum kami hitung.

"Kami unggul 6 persen dari hasil survei internal kami," ujarnya melalui keterangan tertulisnya kepada Tagar, Sabtu, 24 Oktober 2020.

Hasto mengaku keunggulan survei paslon nomor urut 01, Eri-Armudji bisa semakin besar, mengingat kesolidan kader PDIP dalam menyosialisasikan usungannya kepada warga. Apalagi, Undecided voters atau pemilih pemula belum masuk dalam hitungan survei dilakukan.

Baca juga:

"Undecided voters belum kami hitung," ucapnya.

Selain itu, keunggulan Eri-Armudji berdasarkan survei internalnya dikarenakan faktor sosok Tri Rismaharini. Ia mengaku kinerja Risma dalam memimpin Kota Surabaya sangat memuaskan bagi warganya.

"Program-program yang dibuat oleh bu Risma sangat berpihak kepada wong cilik. Dan masyarakat Surabaya ingin program-program itu bisa dilanjutkan oleh Eri-Armudji," tuturnya.

Apalagi, kata Hasto, sosok Eri Cahyadi sebagai mantan birokrat Pemerintah Kota Surabaya sangat berpengaruh dalam pembangunan Kota Surabaya di era kepemimpinan Tri Rismaharini. Selain itu, sosok Armudji dianggap melengkapi Eri dalam hal politik.

"Latar belakang Eri Cahyadi sebagai mantan birokrat cukup berpengalaman membangunan Kota Pahlawan. Apalagi ada sosok Armudji yang tak asing dengan politik di Surabaya. Bahkan dia dua kali pernah sebagai Ketua DPRD Surabaya," kata dia.

Meski unggul survei, Hasto mengingatkan kepada kader PDIP untuk tetap bergerak menyosialisasikan dan menggalang dukungan demi memenangkan Eri-Armudji di Pilkada Surabaya. Untuk menjaga tren bagus tersebut, DPP PDIP menugaskan Puti Guntur, Bambang DH, dan Whisnu Sakti Buana untuk mengomandoi pemenangan Eri-Armudji.

"Kami mengerahkan kader terbaik seperti mba Puti, Indah Kurnia, Bambang DH, dan juga Whisnu Sakti Buana menggalang dukungan untuk pemenangan Eri-Armudji," tuturnya. []

Berita terkait
Kronologi Pengendara Motor di Surabaya Tewas Tabrak Bus Kota
Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya menduga kecelakaan terjadi akibat pengendara motor tidak mampu mengendalikan motornya saat berbelok.
Hari Santri Nasional di Surabaya Kemanggulan Umara dan Ulama
PCNU Surabaya menilai Ulama dan Umara dan Ulama menentukan masa depan bangsa.Kaum santri juga memperjuangkan kemerdekaan.
Denise Chariesta Kena Sentil Melvin Sang Crazy Rich Surabaya
Melvin Tenggara Crazy Rich Surabay turut mengomentari aksi selebgram Denise Chariesta.
0
US IDFC Temui Luhut Bahas Sovereign Wealth Fund
Menko Luhut saat menerima US IDFC menjelaskan, semangat UU Cipta Kerja adalah perbaikan iklim berinvestasi yang memperhatikan lingkungan hidup.